Tanya Jawab: Tantangan Keamanan Siber dan Kepemimpinan di Pemerintahan bersama Rob Thomas

Keamanan siber kini menjadi bagian penting dari operasi pemerintahan modern, mulai dari pertahanan nasional, penanggulangan bencana, hingga layanan kesehatan. Dalam sesi tanya jawab ini, Rebecca Cradick, pemimpin komunikasi global di Armis, berbincang dengan Rob Thomas, anggota Federal Advisory Board (FAB) Armis sekaligus mantan Federal Chief Information Officer (CIO) dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pemerintahan.

Percakapan ini merupakan bagian dari podcast Armis Bad Actors, yang membahas isu dan teknologi yang membentuk lanskap keamanan siber saat ini.


Q: Bisa ceritakan latar belakang Anda di pemerintahan?

Saya berkarier cukup lama di pemerintahan, termasuk sebagai CIO di lembaga besar seperti Departemen Urusan Veteran (VA), FEMA, dan Angkatan Udara AS. Di VA, saya mengelola anggaran TI sebesar $5 miliar dan menangani operasi harian infrastruktur yang sangat besar. Saat ini, saya mendirikan T2 Ridge Consulting dan duduk di Federal Advisory Board Armis untuk tetap berkontribusi di bidang keamanan siber.


Q: Bagaimana Anda melihat peran keamanan siber di lembaga pemerintah?

Keamanan siber itu segalanya. Dulu, ini yang membuat saya sering tidak bisa tidur. Saat bertanggung jawab atas sistem penting untuk layanan kesehatan, respons bencana, atau pertahanan nasional, keamanan harus selalu jadi prioritas. Tapi, tidak boleh mengorbankan misi utama. Sistem harus tetap berjalan sambil tetap melindungi data. Menyeimbangkan risiko serangan siber dengan kelanjutan misi adalah tantangan besar.


Q: Apa tantangan terbesar saat menjadi CIO?

Tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara pencegahan serangan siber dan memastikan layanan tetap aktif. Serangan datang terus-menerus dari lawan yang punya dana besar, teknologi canggih, bahkan AI. Ditambah lagi, infrastruktur TI pemerintah sangat luas, sumber daya terbatas, dan sering kekurangan tenaga ahli. Itu membuat tugas CIO jadi semakin berat.


Q: Seberapa penting memilih orang yang tepat di bidang keamanan siber?

Sangat penting. CISO (Chief Information Security Officer) adalah pusat dari semua operasi keamanan siber. Dalam 90 hari pertama saya jadi CIO, saya bahkan harus mengganti CISO. Tidak mudah, tapi krusial. Selain memilih orang yang tepat, tim juga harus dilatih, diberi alat, dan diberdayakan. Tantangan besar lainnya: pemerintah harus bersaing dengan perusahaan besar yang menawarkan gaji jauh lebih tinggi untuk talenta yang sama.


Q: Mengapa orang memilih bekerja di sektor publik meski gajinya lebih kecil?

Karena pengabdian publik adalah panggilan yang lebih tinggi. Anda bekerja untuk sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri—melindungi data veteran, memastikan respons bencana, atau menjaga pertahanan nasional. Gaji di sektor swasta mungkin lebih tinggi, tapi kepuasan batin melayani negara tidak tergantikan.


Q: Compliance sering dianggap membosankan. Bagaimana menurut Anda?

Memang compliance (kepatuhan regulasi) sering dianggap sekadar formalitas, tapi sebenarnya penting. Framework compliance membantu meningkatkan postur keamanan siber. Saat di pemerintahan, saya menghadapi audit FISMA, GAO, dan OIG. Memang melelahkan, tapi hasilnya membantu menentukan prioritas. Jadi, compliance seharusnya menjadi panduan strategi, bukan sekadar daftar centang.


Q: Bagaimana dengan penerapan Zero Trust di pemerintahan?

Zero Trust adalah evolusi berikutnya dalam keamanan siber. Bukan sekadar jargon, tapi kebutuhan nyata. Semua lembaga harus punya rencana Zero Trust. Bukan tentang mengejar teknologi baru semata, tapi fokus pada inventaris aset, manajemen kerentanan, dan layanan paling kritis. Alat otomatisasi, seperti yang dimiliki Armis, bisa sangat membantu.


Q: Bagaimana transisi politik memengaruhi keamanan siber pemerintah?

Transisi politik adalah hal biasa. Saya memimpin transisi dari pemerintahan Obama ke Trump di VA. Sebagai pejabat karier, tugas saya adalah menjaga keberlangsungan misi. Di sinilah pentingnya pegawai negeri karier—mereka memberi stabilitas saat kepemimpinan berganti, memastikan misi tidak tertunda.


Q: Bagaimana mengatasi kekurangan tenaga kerja keamanan siber?

Kami di VA sempat membuat kebijakan khusus, menaikkan gaji profesional keamanan siber hingga 20% lebih tinggi dari standar federal. Itu membantu menarik dan mempertahankan talenta. Selain gaji, jalur karier yang jelas dan sertifikasi juga penting. Orang perlu merasa ada peluang berkembang.


Q: Seberapa penting kemitraan publik-swasta?

Sangat penting. Saat di pemerintahan, kami bekerja sama dengan perusahaan seperti Armis untuk memanfaatkan keahlian dan teknologi mereka. Tidak ada satu entitas pun yang bisa menghadapi ancaman siber sendirian. Harus ada kolaborasi.


Q: Bagaimana Anda tetap termotivasi menghadapi tantangan berat?

Yang menggerakkan saya adalah misi. Walaupun jam kerja panjang dan ancaman terus-menerus, saya selalu ingat tujuan: melindungi veteran, membantu korban bencana, atau mendukung angkatan bersenjata. Itu yang membuat saya bertahan.


Q: Anda baru saja masuk ke Air Force Cyber Hall of Fame. Bagaimana rasanya?

Itu adalah kehormatan profesional terbesar dalam hidup saya. Saya dinominasikan oleh jenderal bintang empat dan langsung diterima pada tahun pertama. Rasanya luar biasa melihat perjalanan karier saya diakui, tapi sebenarnya ini adalah penghargaan untuk semua tim hebat yang pernah saya pimpin.


Kesimpulan

Keamanan siber di pemerintahan adalah bidang yang dinamis dan penuh tantangan. Diperlukan keseimbangan antara pertahanan proaktif dan keberlangsungan misi. Pengalaman Rob Thomas menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat, kerja sama lintas sektor, pengembangan tenaga kerja, dan implementasi Zero Trust. Intinya, misi harus tetap berjalan, dan keamanan data tidak boleh dikompromikan.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!