Bagian yang Selama Ini Hilang dalam CEM: Peran AI untuk Mengukur Dampak Bisnis

Setiap tahun, ada puluhan ribu celah keamanan (vulnerability) baru yang ditemukan. Hal ini membuat perusahaan kesulitan untuk menangani semua risiko dengan cepat. Masalahnya, banyak tools keamanan tradisional justru menghasilkan terlalu banyak notifikasi yang tidak relevan atau berulang, sehingga tim keamanan kewalahan dan sulit fokus pada hal yang benar-benar penting.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih cerdas. Tidak cukup hanya melihat sisi teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap bisnis. Di sinilah konsep Cyber Exposure Management (CEM) yang efektif mulai berperan. Sayangnya, banyak organisasi masih kesulitan menerapkannya secara menyeluruh.

Pentingnya Memahami Konteks Bisnis

Bayangkan ada dua server yang memiliki celah keamanan yang sama dan sama-sama berisiko tinggi.

Secara teknis, keduanya terlihat sama. Tapi bagaimana jika:

  • Server pertama digunakan untuk website e-commerce yang menghasilkan jutaan rupiah setiap hari

  • Server kedua hanya digunakan untuk testing internal yang tidak terlalu penting

Jika server pertama diretas, dampaknya bisa sangat besar: bisnis terganggu, pelanggan kehilangan kepercayaan, dan kerugian finansial terjadi. Sedangkan jika server kedua bermasalah, dampaknya jauh lebih kecil.

Contoh ini menunjukkan kelemahan pendekatan lama yang hanya fokus pada tingkat keparahan teknis. Padahal, yang lebih penting adalah dampaknya terhadap bisnis, seperti:

  • Pendapatan

  • Reputasi

  • Operasional

  • Kepatuhan terhadap regulasi

Prioritas Berdasarkan Dampak Bisnis Itu Wajib

1. Penggunaan Sumber Daya Lebih Efisien

Tim keamanan biasanya memiliki keterbatasan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun anggaran. Dengan mengetahui aset mana yang paling penting bagi bisnis, perusahaan bisa fokus melindungi hal-hal yang paling krusial.

Hasilnya, tim tidak lagi hanya “memadamkan kebakaran” setelah masalah terjadi, tetapi bisa mencegahnya sejak awal.

2. Respon Insiden Lebih Cepat

Ketika terjadi serangan, memahami dampak bisnis dari sistem yang terkena sangat membantu dalam mengambil keputusan cepat.

Tim bisa langsung tahu:

  • Seberapa serius dampaknya

  • Apa yang harus diprioritaskan

  • Bagaimana cara meminimalkan kerugian

Ini membantu mengurangi downtime dan kerugian finansial.

3. Mendukung Tujuan Bisnis

Seringkali, manajemen atau direksi tidak terlalu memahami istilah teknis keamanan. Namun, mereka sangat memahami angka dan dampak bisnis.

Dengan menjelaskan keamanan dalam bentuk potensi kerugian (misalnya: “investasi ini bisa mencegah kerugian miliaran rupiah”), maka akan lebih mudah mendapatkan dukungan dan anggaran.

Tantangan Menghitung Dampak Bisnis

Walaupun penting, menghitung dampak bisnis untuk setiap aset bukanlah hal mudah.

Biasanya, proses ini dilakukan secara manual dengan langkah seperti:

  • Mendata semua aset

  • Mengumpulkan informasi

  • Wawancara dengan tim terkait

  • Membuat analisis menggunakan spreadsheet

Masalahnya, cara ini:

  • Memakan waktu lama

  • Rentan kesalahan manusia

  • Cepat menjadi tidak relevan karena kondisi bisnis terus berubah

Hal ini menjadi penghambat utama dalam membangun sistem CEM yang matang.

Solusi AI untuk Otomatisasi Dampak Bisnis

Kabar baiknya, teknologi AI mulai mengubah cara kita mengelola risiko keamanan.

Solusi berbasis AI dari Armis, seperti platform terbaru mereka, memungkinkan perusahaan untuk:

1. Menemukan dan Memetakan Aset Secara Otomatis

Sistem dapat mendeteksi semua perangkat yang terhubung dan membuat daftar aset secara otomatis dan selalu terbarui.

2. Memahami Hubungan Antar Sistem

AI bisa melihat hubungan antara perangkat, aplikasi, dan proses bisnis. Ini penting untuk mengetahui efek berantai jika satu sistem bermasalah.

3. Memprediksi Dampak Bisnis Secara Real-Time

Dengan machine learning, sistem bisa memperkirakan dampak finansial, operasional, dan reputasi dari suatu celah keamanan secara langsung.

4. Memberikan Rekomendasi Tindakan

Tim keamanan akan mendapatkan daftar prioritas berdasarkan:

  • Tingkat risiko teknis

  • Dampak terhadap bisnis

Sehingga mereka bisa fokus pada ancaman yang paling berbahaya.

5. Menentukan Aset Paling Kritis dengan Mudah

Sistem juga memberikan rekomendasi perangkat mana yang paling penting. Tim hanya perlu meninjau dan menetapkannya sebagai “kritis” dengan cepat.

Manfaat Besar bagi Tim Keamanan

Dengan adanya otomatisasi ini:

  • Tim tidak lagi sibuk mengumpulkan data manual

  • Bisa fokus pada strategi dan pencegahan

  • Memiliki gambaran risiko yang lebih jelas dan akurat

Pendekatan Baru: Risiko Berbasis Konteks Bisnis

Pendekatan modern dalam CEM tidak hanya melihat “apa” aset itu, tetapi juga:

  • Apa fungsinya

  • Siapa yang menggunakannya

  • Seberapa penting bagi bisnis

Dengan pemahaman ini, perusahaan bisa mengambil keputusan keamanan yang lebih tepat dan berdampak besar.

Kesimpulan

Zaman di mana semua celah keamanan dianggap sama sudah berakhir. Pendekatan lama yang hanya menambah jumlah tim atau alat juga tidak lagi efektif.

Untuk menghadapi ancaman yang semakin canggih, perusahaan harus:

  • Memprioritaskan risiko berdasarkan dampak bisnis

  • Menggunakan AI untuk otomatisasi dan analisis

  • Fokus pada perlindungan aset yang paling penting

Dengan pendekatan ini, keamanan tidak hanya menjadi tugas teknis, tetapi menjadi bagian penting dari strategi bisnis.

Dan kabar baiknya, dengan bantuan AI, semua ini bukan lagi sekadar konsep, tetapi sudah bisa diterapkan sekarang.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!