Keamanan OT (Operational Technology) kini memasuki fase baru.
Saat ini, sistem industri tidak lagi berdiri sendiri. Mereka sudah terhubung dengan sistem IT, jaringan OT lainnya, dan bahkan layanan cloud. Koneksi ini memang meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas “permukaan serangan” yang bisa dimanfaatkan oleh peretas.
Masalahnya, celah kecil saja bisa berdampak besar. Satu controller yang belum diperbarui (tidak di-patch) atau satu sensor yang terhubung ke jaringan bisa menghentikan produksi, mengganggu jaringan listrik, bahkan membahayakan keselamatan pasien di rumah sakit.
Karena itulah Armis melalui platform Armis Centrix™ dan Fortinet melalui Security Fabric mengintegrasikan sistem mereka di delapan titik kontrol penting. Tujuannya adalah menciptakan pendekatan terpadu berbasis data untuk mengelola risiko dan pertahanan keamanan.
Hasilnya adalah sistem yang bekerja secara berkelanjutan untuk:
-
Menemukan semua aset
-
Menentukan prioritas risiko
-
Melindungi setiap perangkat yang mendukung operasional bisnis
Melihat Perangkat yang Tidak Terlihat oleh Sistem Lain
Armis Centrix™ mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan semua perangkat di lingkungan OT, IT, IoT, dan IoMT (perangkat medis yang terhubung). Mereka menggunakan mesin intelijen aset terbesar di industri dengan lebih dari 6,5 miliar “sidik jari” perangkat.
Informasi ini kemudian terhubung langsung dengan sistem keamanan jaringan Fortinet.
Melalui firewall FortiGate, Armis dapat membaca lalu lintas jaringan (network traffic) tanpa perlu memasang sensor baru. Artinya, organisasi bisa mendapatkan visibilitas perangkat secara instan tanpa instalasi tambahan yang rumit.
FortiManager kemudian menerima rekomendasi segmentasi dari Armis dan menerapkannya di berbagai lokasi. Ini membantu menerapkan prinsip Zero Trust, yaitu tidak langsung mempercayai perangkat apa pun sebelum diverifikasi.
Sementara itu, FortiNAC memastikan perangkat asing atau tidak dikenal langsung dibatasi aksesnya sebelum menjadi ancaman.
Dari Deteksi ke Tindakan Otomatis
Salah satu keunggulan utama integrasi ini adalah kemampuannya untuk langsung bertindak.
Jika Armis mendeteksi perilaku mencurigakan atau perangkat yang rentan, sistem tidak hanya memberikan peringatan. Informasi tersebut langsung dikirim ke sistem Fortinet untuk diproses lebih lanjut.
FortiSIEM menggabungkan data ini untuk analisis dan investigasi menyeluruh. FortiSOAR kemudian menjalankan respons otomatis, seperti:
-
Mengisolasi perangkat yang bermasalah
-
Memperketat aturan keamanan
-
Mencegah serangan menyebar ke sistem lain
FortiAnalyzer juga menggabungkan skor risiko dari Armis dan data perilaku perangkat dalam satu laporan terpadu. Dengan begitu, manajer keamanan (CISO) dan operator pabrik bisa melihat gambaran risiko dan respons dalam satu tampilan.
Hasilnya? Waktu untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah menjadi jauh lebih cepat dan terukur.
Kontrol yang Adaptif Mengikuti Perubahan
Jaringan OT bersifat dinamis dan terus berubah. Kebijakan keamanan yang statis tidak lagi efektif.
Armis Centrix™ secara terus-menerus memantau perilaku dan kondisi perangkat. Jika ada perubahan, sistem langsung memperbarui aturan keamanan di perangkat Fortinet secara real-time.
FortiManager menyesuaikan kebijakan berdasarkan pembaruan ini. FortiEDR memastikan perangkat penting seperti server, workstation teknik, dan HMI (Human Machine Interface) tetap terlindungi, sekaligus menunjukkan jika ada celah perlindungan.
Untuk organisasi yang menggunakan lingkungan hybrid (kombinasi lokal dan cloud), FortiCNAPP membantu menyatukan dan memprioritaskan temuan keamanan agar tim tidak membuang waktu pada masalah yang kurang penting.
Segmentasi dan Zero Trust yang Benar-benar Diterapkan
Solusi Armis dan Fortinet tidak hanya berhenti pada pemantauan, tetapi juga penegakan aturan secara otomatis.
Contohnya, jika sebuah pabrik memiliki PLC (Programmable Logic Controller) lama yang tidak bisa diperbarui, biasanya perangkat itu menjadi titik lemah.
Dengan integrasi ini:
-
Armis mengidentifikasi dan memahami perilaku PLC tersebut
-
Jika ada aktivitas mencurigakan, FortiGate langsung mengisolasi PLC dalam hitungan milidetik
-
Risiko penyebaran serangan bisa diminimalkan
Inilah contoh nyata penerapan Zero Trust dalam dunia operasional.
Mendukung Ketahanan Operasional dan Kepatuhan Regulasi
Setiap industri memiliki standar keamanan masing-masing, seperti IEC 62443 untuk manufaktur, NIST 800-82 untuk energi, dan HIPAA untuk kesehatan.
Solusi gabungan Armis–Fortinet membantu organisasi memenuhi standar ini dengan menyediakan visibilitas, konteks risiko, dan kontrol keamanan yang berkelanjutan.
Tim keamanan dapat melihat di mana kerentanan berpotongan dengan proses penting, lalu menerapkan perlindungan tanpa menghentikan operasional.
Bagi organisasi yang sangat bergantung pada waktu operasional (uptime), seperti rumah sakit atau pembangkit listrik, hal ini sangat krusial.
Delapan Integrasi, Satu Pertahanan Terpadu
Kemitraan ini bertujuan menghasilkan dampak bisnis yang nyata, seperti:
-
Mengurangi waktu untuk mendapatkan visibilitas perangkat
-
Mempercepat proses isolasi ancaman
-
Mengoptimalkan penerapan kontrol keamanan
Ketika setiap detik sangat berarti dan setiap perangkat penting bagi kelangsungan bisnis, Armis dan Fortinet menyediakan visibilitas, perlindungan, dan ketahanan yang dibutuhkan oleh lingkungan OT modern — tanpa mengorbankan kecepatan operasional.
Singkatnya, kombinasi keduanya membantu organisasi tetap aman sekaligus tetap produktif di tengah ancaman siber yang semakin kompleks.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
