Meningkatkan Keamanan Siber di Dunia Kesehatan di Tahun 2026

Setiap tahun, pembahasan tentang keamanan siber di sektor kesehatan terasa sama: serangan terus meningkat, ransomware makin sering terjadi, dan dampaknya sering dirasakan langsung oleh pasien. Tahun 2026 diperkirakan masih akan menghadapi tantangan yang sama. Namun, ada perubahan positif: industri mulai lebih fokus pada strategi pencegahan, bukan hanya memperbaiki kerusakan setelah serangan terjadi.

Ke depan, organisasi kesehatan yang berhasil adalah yang menjadikan keamanan siber sebagai bagian penting dari operasional sehari-hari. Mereka tidak hanya fokus pada satu aspek, tetapi melihat keamanan secara menyeluruh. Untuk itu, dibutuhkan visi yang jelas, kerja sama yang kuat, dan kemampuan untuk selangkah lebih maju dari ancaman.

Berikut adalah 5 tren utama yang akan membentuk masa depan keamanan siber di sektor kesehatan di tahun 2026.

1. Keamanan Siber Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis

Di tahun 2026, keamanan siber tidak lagi dianggap sebagai “tambahan”, tetapi menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan bisnis kesehatan.

Artinya, semua aktivitas dalam organisasi harus selaras dengan tujuan keamanan. Bahkan, solusi keamanan harus bisa membantu meningkatkan efisiensi operasional. Misalnya:

  • Data dari sistem keamanan bisa membantu mengatur jadwal pasien dengan lebih baik

  • Penggunaan alat medis bisa lebih optimal

  • Biaya operasional bisa ditekan

Organisasi kesehatan akan mencari mitra keamanan yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga mendukung tujuan bisnis jangka panjang. Dengan menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama, kerja tim akan lebih solid dan perlindungan pasien bisa lebih maksimal.

2. Kolaborasi Tim IT dan Tim Medis Semakin Penting

Selama ini, tim pengelola alat medis (HTM) dan tim keamanan IT sering bekerja terpisah. Hal ini membuat komunikasi kurang efektif dan menghambat peningkatan keamanan secara menyeluruh.

Di tahun 2026, kedua tim ini akan semakin bekerja sama. Tujuannya sama:

  • Melindungi data dan sistem

  • Memastikan alat medis bekerja dengan baik

  • Meningkatkan efisiensi operasional

Dengan keterbatasan anggaran dan tenaga kerja, kolaborasi menjadi sangat penting. Tidak bisa lagi ada tim yang bekerja sendiri. Dengan menggabungkan keahlian dari kedua tim, organisasi bisa lebih siap menghadapi risiko dan celah keamanan.

3. Pengelolaan Siklus Hidup Perangkat Secara Proaktif

Pendekatan proaktif (mencegah sebelum terjadi) akan semakin penting. Salah satu caranya adalah dengan mengelola seluruh siklus hidup perangkat medis.

Perangkat medis seperti alat monitor jantung atau mesin pencitraan biasanya digunakan hingga 15 tahun atau lebih. Selama masa itu, banyak hal yang harus diperhatikan:

  • Perawatan rutin

  • Pembaruan sistem

  • Pengelolaan kerentanan

  • Penggantian perangkat lama

Jika tidak dikelola dengan baik, perangkat ini bisa menjadi celah keamanan. Dengan pendekatan yang terencana sejak awal, risiko bisa dikurangi sebelum menimbulkan gangguan pada layanan kesehatan.

4. Tekanan Regulasi dan Harapan Publik Semakin Tinggi

Pemerintah dan masyarakat kini semakin menuntut keamanan yang lebih baik di sektor kesehatan.

Banyak standar dan aturan yang harus diikuti, seperti:

  • Framework keamanan siber

  • Regulasi perangkat medis

  • Standar perlindungan data

Walaupun terkadang membingungkan, panduan ini penting untuk memastikan semua aspek keamanan diperhatikan.

Selain itu, masyarakat berharap rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan bisa menjaga data dan keselamatan mereka, terutama saat mereka dalam kondisi rentan. Oleh karena itu, semua pihak harus ikut bertanggung jawab, mulai dari vendor, staf, hingga pimpinan organisasi.

Menunjukkan bahwa sistem keamanan berjalan dengan baik akan membantu meningkatkan kepercayaan publik.

5. Tidak Hanya Fokus pada Perangkat Medis

Dulu, keamanan di sektor kesehatan hanya fokus pada perangkat medis. Namun sekarang, teknologi di rumah sakit semakin luas.

Selain alat medis, ada banyak sistem lain yang juga perlu diamankan, seperti:

  • Kamera keamanan

  • Layar informasi digital

  • Mesin check-in pasien

  • Sistem AC (HVAC)

  • Sistem manajemen apotek

Jika hanya fokus pada sebagian perangkat, maka akan ada banyak celah yang terlewat. Oleh karena itu, organisasi harus melihat semua aset sebagai bagian dari sistem yang perlu dilindungi.

Di masa depan, istilah “keamanan perangkat medis” mungkin sudah tidak cukup lagi. Yang dibutuhkan adalah pendekatan keamanan menyeluruh untuk semua teknologi.

Kesimpulan: Menuju Pendekatan Keamanan yang Lebih Modern

Keamanan siber di sektor kesehatan terus berkembang dengan cepat. Di tahun 2026, keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari seluruh proses pelayanan kesehatan.

Untuk mencapai hal ini, organisasi perlu:

  • Mengintegrasikan keamanan ke dalam operasional

  • Meningkatkan kolaborasi antar tim

  • Mengelola perangkat secara menyeluruh dari awal hingga akhir

  • Mengikuti standar dan regulasi yang ada

  • Melindungi semua aset, bukan hanya perangkat medis

Selama ini, keamanan siber sering dianggap hanya tugas tim IT. Padahal, untuk memberikan dampak nyata, semua orang harus terlibat.

Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, organisasi kesehatan tidak hanya bisa meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan layanan yang lebih baik dan aman bagi pasien.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!