Grup ransomware Black Basta, yang mulai beroperasi pada 2022, baru-baru ini mengalami kebocoran besar—sekitar 200.000 pesan internal dari September 2023 hingga Juni 2024. Kebocoran ini adalah salah satu bocoran terbesar di dunia bawah tanah kejahatan siber, memberikan wawasan mendalam tentang cara mereka menjalankan serangan, infrastruktur, dan taktik mereka. 🧩 Asal Usul Kebocoran dan Dampaknya Pesan-pesan ini berasal dari platform chat Matrix (alamat: matrix.bestflowers247[.]online). Pertama dibocorkan pada 11 Februari 2025 oleh akun “ExploitWhispers”. Diyakini dibocorkan oleh afiliasi yang kecewa atau pesaing Black Basta. Keaslian pesan didukung oleh kesesuaian dengan peristiwa dan data yang sudah diketahui oleh komunitas keamanan. Siapa itu Black Basta? Grup ransomware berbahasa Rusia, aktif sejak April 2022. Menggunakan model Ransomware-as-a-Service (RaaS): pengembang malware bekerja sama dengan afiliasi untuk melakukan serangan. Taktik kunci: phishing, eksploitasi RDP, eskalasi hak akses via Windows AD, lalu lintas lateral via Cobalt Strike, Mimikatz, PsExec, serta ancaman ganda (encrypt + leak). Lebih dari 500 organisasi menjadi korban, termasuk sektor kritis dan rumah sakit. Total uang tebusan mencapai minimal $107 juta, dengan pembayaran tertinggi sebesar $9 juta. Menargetkan banyak korban di AS (62%) dan Jerman (15,8%). Isi Kebocoran: Yang Bisa Dipelajari Perencanaan & Eksekusi Serangan Diskusi tentang pemilihan target, tools, dan metode penerapan ransomware. Kredensial & Infrastruktur yang Diakses Ada daftar akun VPN, RDP, SSH rahasia yang diperoleh dari pembocoran sebelumnya. Malware & Exploit Referensi pada malware custom, script PowerShell, dan eksploit dari CVE tertentu. Negosiasi & Pembayaran Tebusan Diskusi logistik negosiasi, taktik pemerasan, dan metode pencucian uang. Pelaku Utama dalam Grup Usernamegg: Koordinator Operasional & Manajer Infrastruktur Lapa: Pengembang Exploit & Operator Malware Chuck: Penyedia Akses Jaringan & Proxy Usernameugway: Pakar Social Engineering & Akses Awal Usernamess: Manajemen Infrastruktur & Akses Remote N3auxaxl: Triage & Eksekusi Serangan CVE dan Repo GitHub yang Disebutkan 62 CVE disebutkan, di antaranya: CVE-2023-27532 (Veeam Backup RCE) CVE-2023-22972 (Citrix Gateway RCE) CVE-2022-22954 (VMware Workspace ONE RCE) CVE-2023-28771 (Zyxel Firewall Command Injection) Lebih dari 100 repositori GitHub, seperti: PowerShellMafia/PowerSploit SecureAuthCorp/impacket 3xpl01tc0d3r/rdp-brute Jangkauan Serangan Global Tercatat 1.868 domain unik yang terkait dari 84 negara, menunjukkan skala operasi dan jaringan yang luas. Bagaimana Peneliti & Tim Keamanan Bisa Memanfaatkan Informasi Ini Model TTP MITRE ATT&CK: Initial Access: T1078, T1566 Execution: T1059.005 Persistence: T1078 Privilege Escalation: T1078, T1110 Defense Evasion: T1218, T1562 Credential Access: T1003, T1555 Discovery: T1049, T1087 Lateral Movement: T1078, T1021.001 Collection: T1560 C2 Communication: T1090 Exfiltration: T1041 Impact (Ransomware): T1486, T1490 Forensik & Respons Insiden: Bisa korelasikan data serangan sebelumnya untuk menemukan jalur akses, perpindahan lateral, dan ekfiltrasi data. Pelatihan Keamanan: Gunakan contoh nyata dari obrolan untuk meningkatkan kesadaran pegawai terkait social engineering dan taktik negosiasi pelaku ransomware. Peran Armis Centrix™ for Early Warning Dari 62 CVE yang disebut dalam chat, sistem Armis Centrix™ for Early Warning bisa memprediksi 89% di antaranya. 58% dari CVE tersebut terdeteksi lebih awal dibandingkan publikasi di katalog CISA KEV. Ini menunjukkan bahwa pendekatan prediktif berbasis AI memungkinkan organisasi mengantisipasi taktik serangan bahkan sebelum CVE resmi diterbitkan. Kesimpulan Kebocoran ini memberi wawasan langka ke dalam pikiran dan metode penjahat siber tingkat tinggi. Namun, wawasan ini hanya bermanfaat jika digunakan untuk memperkuat pertahanan: Perkuat deteksi TTP dengan model MITRE ATT&CK. Gunakan intelijen kebocoran untuk memperbaiki respons dan mitigasi di masa depan. Integrasikan kemampuan deteksi dini seperti Armis Centrix™ untuk lebih cepat mengenali ancaman—bahkan sebelum CVE diajukan secara resmi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Month: July 2025
Program CVE dalam Ketidakpastian: Saatnya Meninjau Ulang Cara Kita Mendeteksi Kerentanan
Pada 15 April 2025, MITRE mengirimkan surat kepada anggota Dewan CVE yang memperingatkan potensi gangguan besar terhadap infrastruktur intelijen kerentanan global. Untungnya, kontrak yang memungkinkan MITRE menjalankan dan memodernisasi program Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) berhasil diperpanjang pada menit-menit terakhir malam itu. Meski langkah penyelamatan ini mendapat sambutan positif dari komunitas keamanan, insiden ini menunjukkan bahwa bahkan gangguan singkat pada program keamanan bisa berdampak luas ke seluruh ekosistem siber. Situasi ini menyoroti satu fakta penting: dunia saat ini terlalu bergantung pada satu sumber data kerentanan untuk mendeteksi, mengoordinasikan, dan menangani ancaman. Gangguan semacam ini memunculkan pertanyaan: apakah cara tradisional untuk mengidentifikasi dan memantau ancaman masih cukup tangguh menghadapi lanskap risiko yang terus berkembang? Bagaimana Armis Membantu Melindungi Anda Platform Armis Centrix™ dirancang secara unik untuk membantu organisasi tetap aman, baik saat data CVE tersedia maupun tidak: Kami tidak hanya mengandalkan CVE untuk mendeteksi atau menilai risiko. Armis menggunakan telemetri global, analitik perilaku, feed intelijen ancaman, dan penilaian kritikalitas aset untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko. Dengan Armis Centrix™ for Early Warning, Anda mendapat visibilitas proaktif terhadap kerentanan baru, perilaku mencurigakan, dan pola serangan global—sering kali berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum CVE resmi dipublikasikan. Jika sistem CVE mengalami keterlambatan, fitur ini menjadi pertahanan terdepan Anda. Mengapa Sistem CVE Penting dan Apa Dampaknya Jika Terhenti Sistem CVE menjadi fondasi bagi banyak alat dan proses yang digunakan profesional keamanan setiap hari. Sistem ini mendukung: Publikasi kerentanan secara cepat Koordinasi antara peneliti, vendor, dan tim respon insiden Feed intelijen ancaman dan basis data nasional seperti NVD Proses manajemen patch dan prioritisasi kerentanan Gangguan pada sistem ini bisa menyebabkan keterlambatan publikasi, kurangnya intelijen, dan kegagalan sistem otomatisasi keamanan yang mengandalkan ID CVE. Yang lebih mengkhawatirkan, jika CVE terganggu, maka visibilitas terhadap perangkat yang tidak dikelola—seperti di sektor kesehatan atau infrastruktur kritis—bisa hilang. Di perangkat seperti itu, kerentanan sering tidak terdeteksi sampai akhirnya dieksploitasi penyerang. Kita Butuh Pendekatan yang Lebih Luas dan Tangguh Momen ini adalah pengingat bahwa strategi deteksi ancaman harus berkembang—tidak hanya mengandalkan model CVE. Meski CVE tetap sumber daya publik yang berharga, itu bukan satu-satunya atau yang tercepat dalam mengungkap risiko. Pendekatan modern harus mencakup: Banyak sumber intelijen ancaman, termasuk riset pribadi, teknologi deception (honeypot, AI), dan pemantauan dark web Analisis perilaku dan deteksi anomali yang melihat aktivitas mencurigakan, bukan hanya berdasarkan label ID Skoring risiko kontekstual: mempertimbangkan seberapa penting aset tersebut, mudah tidaknya dieksploitasi, dan dampaknya ke bisnis Telemetri global dan sinyal dunia nyata yang melibatkan kolaborasi komunitas keamanan global Dengan pendekatan ini, bahkan tanpa adanya publikasi resmi, organisasi tetap bisa sadar dan bertindak cepat terhadap kerentanan baru. Deteksi Dini: Perlindungan yang Semakin Penting Kemampuan mendeteksi ancaman sebelum diumumkan secara resmi kini jadi kebutuhan utama. Dengan AI/ML dan analitik perilaku, sistem seperti ini bisa mengidentifikasi aktivitas mencurigakan jauh sebelum CVE diterbitkan. Ini sangat penting ketika visibilitas terhadap jenis perangkat tertentu terbatas, atau saat taktik penyerang berkembang lebih cepat dari proses pelaporan publik. Jika sistem CVE terganggu, mekanisme peringatan dini ini menjadi sinyal alternatif, memungkinkan organisasi tetap bisa memantau, memprioritaskan, dan merespons ancaman berdasarkan pola saat ini—bukan hanya label lama. Apa yang Harus Dilakukan Pemimpin Keamanan Sekarang Gangguan sistem CVE mungkin terjadi, mungkin juga tidak. Tapi ini bisa menjadi tanda peringatan awal bahwa kita sedang menuju risiko besar. Pemimpin keamanan harus menggunakan momen ini untuk mengevaluasi ulang strategi mereka dan bertanya: Apakah kami terlalu bergantung pada ID CVE untuk mendeteksi dan merespons ancaman? Apakah kami bisa mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko tanpa menunggu publikasi resmi? Apakah kami siap memantau dan merespons ancaman secara real-time? Apakah kami tahu aset mana yang paling penting, dan dampaknya jika sampai diretas? Kesimpulan Ketidakpastian seputar program CVE adalah panggilan untuk bertindak. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih luas dan adaptif dalam deteksi kerentanan—yang melibatkan kolaborasi komunitas keamanan, sinyal perilaku, teknologi peringatan dini, konteks aset, dan berbagai sumber ancaman. Masa depan keamanan siber bergantung pada ketahanan: bukan hanya pada sistem dan proses, tetapi juga bagaimana kita mendeteksi, memahami, dan merespons risiko. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pertahanan, kita harus bergerak dari sistem yang bergantung pada satu titik kegagalan ke ekosistem intelijen yang dinamis dan tersebar, seperti ancaman yang kita hadapi. Sekarang saatnya mengevaluasi: apakah strategi deteksi kerentanan Anda sudah siap untuk masa depan? Apakah Anda siap tetap selangkah lebih maju—meskipun ancaman berikutnya tidak datang dengan ID CVE? Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Apakah Anda Sudah Maksimalkan Investasi Keamanan di Lingkungan OT Anda?
Banyak organisasi yang bergerak di bidang industri dan teknologi operasional (OT) telah berinvestasi besar dalam alat keamanan untuk melindungi infrastruktur penting, sistem manufaktur, dan proses industri mereka. Namun, banyak dari mereka kesulitan menilai apakah investasi tersebut benar-benar efektif. Tanpa pendekatan yang terstruktur untuk evaluasi, alat keamanan bisa menjadi sekadar pajangan mahal yang tidak memberikan perlindungan nyata atau pengurangan risiko yang signifikan. Salah satu tantangan terbesar adalah ketergantungan pada solusi keamanan yang berdiri sendiri (point solution). Meskipun alat ini dapat mengatasi ancaman tertentu, umumnya tidak saling terintegrasi dan menyebabkan celah keamanan serta ketidakefisienan operasional. Daripada menggunakan pendekatan terpisah-pisah, organisasi sebaiknya beralih ke model platform keamanan yang mengutamakan visibilitas menyeluruh, konteks aset, dan integrasi dengan sistem teknologi lainnya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memastikan investasi yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Berpindah dari Alat Terpisah ke Pendekatan Keamanan Terpadu Banyak organisasi memiliki kumpulan alat keamanan yang mereka kumpulkan seiring waktu untuk mengatasi masalah tertentu. Tapi strategi tambal sulam ini justru menciptakan “blind spot” (titik buta) dalam operasi dan menyulitkan tim untuk menentukan prioritas penanganan ancaman secara efisien. Dengan menggunakan platform keamanan terpadu, alat-alat tersebut dapat dikonsolidasikan menjadi satu sistem terintegrasi. Pendekatan ini memberikan manfaat seperti: Visibilitas menyeluruh di seluruh lingkungan IT, OT, dan IoT Deteksi dan respons ancaman yang lebih cepat Administrasi yang lebih mudah dan efisien Kompleksitas operasional yang lebih rendah Dengan menyatukan data dari berbagai sistem, organisasi bisa melihat kondisi keamanan secara keseluruhan dan mengambil langkah proaktif sebelum insiden terjadi. Memahami Keamanan dari Perspektif Operasional Tidak semua kerentanan punya tingkat risiko yang sama. Di lingkungan OT, keamanan harus disesuaikan dengan prioritas operasional. Evaluasi risiko sebaiknya tidak hanya berdasarkan nilai ancaman saja, tapi juga mempertimbangkan: Seberapa penting fungsi aset tersebut bagi operasional? Seberapa besar eksposur aset terhadap ancaman? Apa dampak bisnis jika terjadi gangguan? Contohnya, celah keamanan di sistem kontrol industri yang memengaruhi kelangsungan produksi jauh lebih kritis dibandingkan sistem IT administratif. Dengan memberikan konteks operasional pada keamanan, organisasi dapat memastikan bahwa investasi keamanan tidak hanya sebatas untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga benar-benar mengurangi risiko yang ada. Platform keamanan yang memiliki kecerdasan aset (asset intelligence) akan membantu menentukan prioritas risiko dengan lebih akurat. Melibatkan Insinyur Lapangan dalam Strategi Keamanan OT Biasanya, strategi keamanan dibuat oleh tim IT atau keamanan siber. Tapi di lingkungan OT, teknisi lapangan memiliki peran penting dalam menjaga kontrol keamanan. Mereka yang bertanggung jawab menjalankan proses industri, jadi keterlibatan mereka dalam strategi keamanan sangat penting. Sayangnya, banyak alat keamanan yang hanya dirancang untuk pengguna IT, sehingga menyulitkan teknisi OT untuk menggunakannya. Maka dari itu, alat keamanan harus: Memiliki antarmuka yang sederhana dan sesuai cara kerja teknisi lapangan Dilengkapi alur respons insiden yang cepat dan tidak mengganggu proses produksi Dengan alat yang mudah digunakan oleh teknisi OT, organisasi dapat meningkatkan efektivitas keamanan tanpa mengorbankan kelancaran operasional. Mengoptimalkan Manfaat Finansial dan Keamanan Evaluasi keamanan bukan hanya soal memastikan alat berfungsi, tapi juga soal membuktikan bahwa alat tersebut memberikan nilai yang nyata. Platform keamanan yang terintegrasi dengan sistem lain akan: Mengurangi kebutuhan alat yang tumpang tindih Menyederhanakan alur kerja keamanan Menurunkan biaya lisensi dan perawatan Selain keuntungan finansial, pendekatan ini juga membantu memenuhi regulasi dan standar industri. Visibilitas dan otomatisasi yang lebih baik memudahkan organisasi untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku. Dengan strategi keamanan yang menyatu, organisasi bisa memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan ketahanan operasional, memastikan bahwa keamanan mendukung tujuan bisnis, bukan menghambatnya. Mengubah Keamanan Menjadi Keunggulan Strategis Investasi keamanan tidak boleh bersifat statis—harus terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan operasional. Pendekatan berbasis platform memastikan bahwa alat keamanan Anda menjadi bagian dari ekosistem yang terintegrasi, bukan hanya alat yang berdiri sendiri. Dengan beralih dari produk keamanan yang terpisah-pisah ke kerangka kerja yang saling terhubung, organisasi dapat: Meningkatkan perlindungan Menyederhanakan operasi Memaksimalkan nilai dari setiap investasi keamanan Kesimpulan: Jadikan Keamanan sebagai Kekuatan Bisnis Validasi investasi keamanan berarti memastikan bahwa semua alat dan strategi yang digunakan benar-benar: Selaras dengan kondisi operasional Efektif dalam mengurangi risiko nyata Memberikan justifikasi finansial yang masuk akal Dengan fokus pada integrasi, konteks aset, dan kolaborasi antara tim IT dan OT, organisasi bisa mengubah keamanan dari yang awalnya sekadar beban, menjadi keunggulan strategis yang mendorong kesuksesan bisnis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Menjaga Setiap Dosis: Mengapa Perlindungan CPS Penting bagi Distribusi Farmasi dan MedTech
Di industri farmasi dan perangkat medis yang sangat diatur, ketepatan tidak hanya dibutuhkan pada produk obat atau alat medisnya saja, tetapi juga di seluruh rantai pasok dan proses distribusi—dari pabrik hingga ke tangan pasien. Industri ini menjanjikan pengiriman produk penyelamat nyawa secara aman, tepat waktu, dan sesuai aturan. Tapi apa jadinya jika janji itu gagal dipenuhi—bukan karena keterlambatan fisik, tetapi karena ancaman tak kasat mata yang merusak data, menghentikan operasi, atau membajak sistem otomatis? Di era serangan siber yang semakin kompleks, nasionalisme ekonomi, dan otomatisasi berbasis AI, ketahanan—baik dari sisi teknologi maupun operasional—telah menjadi pembeda utama di pasar. Sayangnya, banyak perusahaan masih berfokus pada risiko masa lalu. Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah rantai pasok Anda akan diuji”, tapi “apakah rantai pasok Anda mampu bertahan—secara teknis, hukum, dan reputasi—ketika itu terjadi?” Satu serangan cyber-physical saja bisa membahayakan keselamatan pasien, menghentikan produksi, memicu penarikan produk, dan merusak reputasi merek yang dibangun selama bertahun-tahun. Rantai Pasok Modern: Cerdas, Cepat—dan Rentan AI mempercepat inovasi sekaligus memperbesar risiko. Dari logistik vaksin hingga produksi alat pacu jantung, rantai pasok kini bergantung pada sistem cyber-physical yang saling terhubung. Teknologi seperti: Gudang pintar berbasis robot dan IoT Perkiraan kebutuhan bahan baku menggunakan AI Sistem pendingin otomatis untuk menjaga stabilitas produk biologis Platform pemantau kepatuhan regulasi Penyimpanan data pelanggan dan inventaris di cloud AI kini menjadi pusat strategi rantai pasok bagi banyak perusahaan farmasi dan MedTech. AI digunakan untuk: Optimasi logistik secara real-time Prediksi perawatan mesin (predictive maintenance) Kontrol kualitas otomatis dalam produksi alat medis Deteksi penyimpangan untuk kepatuhan regulasi Teknologi ini memang memberi banyak keuntungan, namun juga menciptakan celah besar bagi peretas dan ketergantungan digital yang seringkali tidak sepenuhnya bisa dikendalikan. Semakin pintar sistem Anda, semakin tepat pula sistem itu bisa gagal—atau disabotase. Tanda Bahaya yang Tak Bisa Diabaikan 1. Serangan Ransomware Distributor Obat di AS Akhir 2024, serangan ransomware besar melumpuhkan salah satu distributor farmasi utama di AS. Infrastruktur TI-nya lumpuh, distribusi obat kanker di tiga negara bagian terhenti, dan data pasien bocor. Akibatnya, banyak pasien mengalami keterlambatan pengobatan. Dampak utama: Gangguan Operasional: Pengiriman obat penting ke rumah sakit/klinik terhenti Risiko Kesehatan Pasien: Keterlambatan pengobatan berisiko memperburuk kondisi pasien Kerusakan Reputasi: Kepercayaan tenaga kesehatan dan pasien menurun Kerugian Finansial: Biaya pemulihan sistem, tuntutan hukum, denda regulator 2. Pelanggaran Data MedTech Jerman dan Denda GDPR Sebuah perusahaan MedTech besar di Jerman mengalami dua pukulan sekaligus: pelanggaran siber yang merusak sistem pelacakan alat medis, dan denda besar dari Uni Eropa karena pelanggaran aturan proteksi data. Dampak utama: Pelanggaran Regulasi: Tidak patuh terhadap hukum proteksi data, berujung denda Gangguan Operasi: Alat medis tidak bisa dilacak secara akurat, berisiko pada keselamatan pasien Tekanan Finansial: Biaya hukum, denda, dan perbaikan sistem Reputasi Terpukul: Kepercayaan pasar dan rumah sakit menurun Insiden-insiden ini menegaskan betapa pentingnya perusahaan farmasi dan MedTech membangun sistem keamanan siber yang kuat untuk melindungi dari serangan ransomware dan menjaga kelangsungan layanan kesehatan yang kritis. Ketahanan Bukan Lagi Opsional—Tapi Tulang Punggung Bisnis Anda Risiko hari ini jauh lebih luas dari sekadar TI. Risiko juga menyangkut kepatuhan hukum dan akses jangka panjang ke pasar. Setiap pengiriman obat, setiap alat medis kritis, bahkan setiap implan, bergantung pada sinergi antara perangkat lunak, perangkat keras, regulasi, dan kepercayaan. Jika salah satu bagian gagal—misalnya gudang pintar diretas atau impor chip terblokir—maka seluruh sistem ikut terganggu. Ini bukan sekadar masalah IT. Ini adalah masalah strategi bisnis, reputasi merek, dan keselamatan pasien. Keamanan Rantai Pasok dan Ketahanan: Dua Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan Tenaga medis dan pasien menuntut presisi yang tak terlihat. Tapi ketahanan saat ini tidak bisa hanya mengandalkan firewall atau server cadangan. Pertanyaan penting yang harus Anda jawab: Siapa yang mengendalikan platform cloud untuk logistik Anda? Di mana data Anda disimpan, dan apakah itu masih legal minggu depan? Komponen mana dalam alat medis Anda yang bisa terpengaruh oleh larangan ekspor tiba-tiba? Bisakah rantai pasok Anda bertahan dari serangan siber dan hambatan dagang sekaligus? Di tahun 2025, ketahanan adalah bagian dari proposisi nilai Anda. Reputasi, kepatuhan, dan kontinuitas bisnis bergantung pada kemampuan Anda untuk bertahan dan tetap mengirimkan layanan di tengah serangan siber berbasis AI dan ketidakpastian geopolitik. Tantangannya Nyata. Solusinya Jelas. Untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan aman, perusahaan farmasi dan MedTech harus menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang kuat demi memastikan pengiriman produk kesehatan yang menyelamatkan nyawa tetap berjalan tanpa gangguan. Pertanyaannya sekarang: Apakah rantai pasok Anda siap menghadapi ujian berikutnya—atau justru nama Anda yang akan jadi berita utama? Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!