Skip to content
  • Beranda
  • Armis Centrix™
    • Armis Centrix™ for Asset Management and Security
    • Armis Centrix™ for Early Warning
    • Armis Centrix™ for Medical Device Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security (On-Prem)
    • Armis Centrix™ for Vulnerability Prioritization and Remediation
  • Armis Labs
    • Armis Asset Intelligence Engine
    • Armis Centrix™ OT/ IoT Secure Remote Access (SRA)
    • Armis Centrix™ Smart Active Querying
    • Data Sources
    • Telemetry Intelligence
  • Blog
  • Hubungi Kami

Month: February 2026

February 27, 2026February 27, 2026

Update: Shai-Hulud dan Ekosistem npm – Mengapa CTEM Harus Melampaui Batas Perusahaan Anda

Virus komputer (worm) yang bisa menyebar sendiri bernama Shai-Hulud kembali muncul dengan versi yang lebih agresif, disebut “Shai-Hulud 2.0” atau “The Second Coming”. Versi terbaru ini menyerang ekosistem npm, yaitu tempat penyimpanan paket kode yang menjadi tulang punggung banyak aplikasi web dan sistem perusahaan modern. Serangan ini sudah menginfeksi lebih dari 700 paket dan membocorkan kredensial (data akses rahasia) di lebih dari 25.000 repository GitHub. Penyebarannya sangat cepat, bahkan dilaporkan ada sekitar 1.000 repository baru yang terdeteksi terinfeksi setiap 30 menit. Worm ini mencuri kredensial cloud seperti AWS, GCP, Azure, serta GitHub Personal Access Token (PAT). Hal ini menunjukkan bahwa Shai-Hulud hanyalah salah satu dari gelombang serangan rantai pasok (supply chain attack) yang semakin meningkat. Menurut Gartner, pada tahun 2026 nanti, 45% organisasi akan mengalami serangan pada rantai pasok perangkat lunak mereka. Angka ini tiga kali lebih banyak dibandingkan tahun 2021. Artinya, metode keamanan tradisional seperti sekadar melakukan patching (update perbaikan) sudah tidak lagi cukup. Jika bisnis Anda bergantung pada software open-source, maka area yang bisa diserang tidak lagi hanya sistem internal, tetapi juga meluas ke luar kendali langsung Anda. Supply Chain Menjadi Medan Pertempuran Baru Saat ini, 94% aplikasi menggunakan komponen open-source. Selain itu, 84% perusahaan mengalami serangan rantai pasok dalam satu tahun terakhir. Serangan seperti ini bisa menyebar cepat karena pengembangan software modern bergantung pada registry publik seperti npm dan sistem otomatis CI/CD (Continuous Integration / Continuous Deployment). Jika satu paket yang digunakan ternyata terinfeksi, dampaknya bisa menyebar ke ribuan organisasi sekaligus. Risiko sekarang tidak hanya soal memperbarui sistem internal. Risiko mencakup: Laptop developer Library kode API Pipeline CI/CD Layanan pihak ketiga Mitra dalam rantai pengembangan Shai-Hulud 2.0 membuat ancaman ini semakin berbahaya dengan teknik baru yang lebih canggih. Perubahan Cara Serangan Dilakukan Versi lama hanya menyerang lewat skrip “postinstall” (yang berjalan setelah instalasi paket). Versi baru bisa berjalan melalui fungsi dan library utama yang memang digunakan aplikasi. Ini membuatnya lebih sulit dideteksi dan lebih tahan lama (persisten). Artinya, pendekatan keamanan modern seperti CTEM (Continuous Threat Exposure Management) tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan pemindaian berkala. Harus ada pemantauan dan respons secara real-time dan terus-menerus. Pentingnya Inventaris Software yang Lengkap Tidak cukup hanya mengetahui daftar perangkat (asset inventory). Perusahaan juga harus memiliki inventaris software lengkap, termasuk: SBOM (Software Bill of Materials) Metadata pipeline CI/CD Dengan begitu, perusahaan bisa tahu paket mana yang digunakan dan kapan mulai digunakan. CI/CD Runner dan laptop developer kini harus dianggap sebagai aset berisiko tinggi, karena menjadi target utama untuk mempertahankan akses dan menyebarkan infeksi. Peringatan Dini Sangat Penting Ancaman seperti Shai-Hulud menyebar dalam hitungan jam, bukan bulan. Maka sistem peringatan dini real-time sangat krusial. Solusi seperti Armis menggabungkan berbagai data keamanan untuk mendeteksi ancaman sejak tahap awal serangan, sebelum dampaknya meluas. Fokus pada Risiko yang Paling Penting Dalam serangan rantai pasok, tidak mungkin memperbaiki semua celah sekaligus. CTEM membantu perusahaan fokus pada: Sistem yang terhubung ke data sensitif Pipeline developer Sistem yang terbuka ke publik Dengan visibilitas yang jelas, analis keamanan bisa memahami dampak dan memperbaiki masalah seperti Shai-Hulud atau kerentanan besar lain seperti Log4Shell dengan lebih cepat dan sederhana. Pelajaran Penting dari Shai-Hulud Beberapa fakta keras yang harus dipahami: Targetnya adalah akses jangka panjang Worm ini mendaftarkan mesin yang terinfeksi sebagai GitHub Actions runner dan menambahkan file berbahaya agar bisa terus menjalankan kode jarak jauh. Ketergantungan bertingkat bisa jadi senjata Satu library kecil, bahkan yang tampak sepele, bisa membuka jalan bagi kompromi besar. Keamanan aplikasi harus dimulai lebih awal Jika sistem keamanan tidak bisa mendeteksi paket berbahaya sebelum dijalankan, maka perusahaan sudah dalam risiko. Penyerang semakin agresif Malware ini bahkan mencoba menghapus folder utama korban jika gagal menyebar. Langkah Mitigasi Proaktif Organisasi harus bergerak lebih dari sekadar patching reaktif dengan cara: Membuat inventaris aset dan aplikasi yang selalu diperbarui. Menghubungkan kerentanan dengan aset bisnis yang penting. Memperluas CTEM ke pihak ketiga, API, dan cloud. Menggunakan sistem Early Warning. Mandat Keamanan Penting Cabut dan buat ulang semua token npm, GitHub PAT, SSH key, dan kredensial cloud yang mungkin terdampak sejak 21 November 2025. Terapkan MFA yang tahan phishing untuk semua akun developer dan CI/CD. Batasi atau nonaktifkan skrip preinstall dan postinstall di lingkungan CI/CD. Audit repository untuk file mencurigakan seperti .github/workflows/discussion.yaml. Tindakan Segera Cari repository baru dengan nama “Shai-Hulud”. Periksa workflow CI/CD yang mencurigakan. Hentikan sementara publikasi npm otomatis. Periksa semua paket yang diunduh bulan November. Bersihkan cache npm dan folder node_modules. Pantau juga file berbahaya seperti: setup_bun.js bun_environment.js cloud.json environment.json Selain itu, waspadai: Penggunaan runtime “Bun” yang tidak biasa. Upaya eskalasi hak akses seperti Docker privilege escalation. Kesimpulan Keamanan siber saat ini bukan hanya masalah aplikasi, endpoint, atau OT saja — semuanya saling terhubung. Perusahaan yang masih memisahkan keamanan aplikasi (AppSec), cloud, IT, dan OT akan tertinggal. Masa depan membutuhkan pendekatan terpadu dalam satu platform yang bisa melihat seluruh aset, hubungan antar sistem, dan jalur serangan. Shai-Hulud mungkin bukan serangan rantai pasok paling canggih, tetapi ini adalah awal dari gelombang malware yang lebih cepat, lebih otomatis, dan lebih cerdas. Melindungi perusahaan hari ini berarti melindungi seluruh ekosistem digital yang terhubung dengannya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 27, 2026February 27, 2026

Beradaptasi dengan Ancaman Modern: Bagaimana Armis dan Fortinet Meningkatkan Ketahanan Siber di Lingkungan OT

Keamanan OT (Operational Technology) kini memasuki fase baru. Saat ini, sistem industri tidak lagi berdiri sendiri. Mereka sudah terhubung dengan sistem IT, jaringan OT lainnya, dan bahkan layanan cloud. Koneksi ini memang meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas “permukaan serangan” yang bisa dimanfaatkan oleh peretas. Masalahnya, celah kecil saja bisa berdampak besar. Satu controller yang belum diperbarui (tidak di-patch) atau satu sensor yang terhubung ke jaringan bisa menghentikan produksi, mengganggu jaringan listrik, bahkan membahayakan keselamatan pasien di rumah sakit. Karena itulah Armis melalui platform Armis Centrix™ dan Fortinet melalui Security Fabric mengintegrasikan sistem mereka di delapan titik kontrol penting. Tujuannya adalah menciptakan pendekatan terpadu berbasis data untuk mengelola risiko dan pertahanan keamanan. Hasilnya adalah sistem yang bekerja secara berkelanjutan untuk: Menemukan semua aset Menentukan prioritas risiko Melindungi setiap perangkat yang mendukung operasional bisnis Melihat Perangkat yang Tidak Terlihat oleh Sistem Lain Armis Centrix™ mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan semua perangkat di lingkungan OT, IT, IoT, dan IoMT (perangkat medis yang terhubung). Mereka menggunakan mesin intelijen aset terbesar di industri dengan lebih dari 6,5 miliar “sidik jari” perangkat. Informasi ini kemudian terhubung langsung dengan sistem keamanan jaringan Fortinet. Melalui firewall FortiGate, Armis dapat membaca lalu lintas jaringan (network traffic) tanpa perlu memasang sensor baru. Artinya, organisasi bisa mendapatkan visibilitas perangkat secara instan tanpa instalasi tambahan yang rumit. FortiManager kemudian menerima rekomendasi segmentasi dari Armis dan menerapkannya di berbagai lokasi. Ini membantu menerapkan prinsip Zero Trust, yaitu tidak langsung mempercayai perangkat apa pun sebelum diverifikasi. Sementara itu, FortiNAC memastikan perangkat asing atau tidak dikenal langsung dibatasi aksesnya sebelum menjadi ancaman. Dari Deteksi ke Tindakan Otomatis Salah satu keunggulan utama integrasi ini adalah kemampuannya untuk langsung bertindak. Jika Armis mendeteksi perilaku mencurigakan atau perangkat yang rentan, sistem tidak hanya memberikan peringatan. Informasi tersebut langsung dikirim ke sistem Fortinet untuk diproses lebih lanjut. FortiSIEM menggabungkan data ini untuk analisis dan investigasi menyeluruh. FortiSOAR kemudian menjalankan respons otomatis, seperti: Mengisolasi perangkat yang bermasalah Memperketat aturan keamanan Mencegah serangan menyebar ke sistem lain FortiAnalyzer juga menggabungkan skor risiko dari Armis dan data perilaku perangkat dalam satu laporan terpadu. Dengan begitu, manajer keamanan (CISO) dan operator pabrik bisa melihat gambaran risiko dan respons dalam satu tampilan. Hasilnya? Waktu untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah menjadi jauh lebih cepat dan terukur. Kontrol yang Adaptif Mengikuti Perubahan Jaringan OT bersifat dinamis dan terus berubah. Kebijakan keamanan yang statis tidak lagi efektif. Armis Centrix™ secara terus-menerus memantau perilaku dan kondisi perangkat. Jika ada perubahan, sistem langsung memperbarui aturan keamanan di perangkat Fortinet secara real-time. FortiManager menyesuaikan kebijakan berdasarkan pembaruan ini. FortiEDR memastikan perangkat penting seperti server, workstation teknik, dan HMI (Human Machine Interface) tetap terlindungi, sekaligus menunjukkan jika ada celah perlindungan. Untuk organisasi yang menggunakan lingkungan hybrid (kombinasi lokal dan cloud), FortiCNAPP membantu menyatukan dan memprioritaskan temuan keamanan agar tim tidak membuang waktu pada masalah yang kurang penting. Segmentasi dan Zero Trust yang Benar-benar Diterapkan Solusi Armis dan Fortinet tidak hanya berhenti pada pemantauan, tetapi juga penegakan aturan secara otomatis. Contohnya, jika sebuah pabrik memiliki PLC (Programmable Logic Controller) lama yang tidak bisa diperbarui, biasanya perangkat itu menjadi titik lemah. Dengan integrasi ini: Armis mengidentifikasi dan memahami perilaku PLC tersebut Jika ada aktivitas mencurigakan, FortiGate langsung mengisolasi PLC dalam hitungan milidetik Risiko penyebaran serangan bisa diminimalkan Inilah contoh nyata penerapan Zero Trust dalam dunia operasional. Mendukung Ketahanan Operasional dan Kepatuhan Regulasi Setiap industri memiliki standar keamanan masing-masing, seperti IEC 62443 untuk manufaktur, NIST 800-82 untuk energi, dan HIPAA untuk kesehatan. Solusi gabungan Armis–Fortinet membantu organisasi memenuhi standar ini dengan menyediakan visibilitas, konteks risiko, dan kontrol keamanan yang berkelanjutan. Tim keamanan dapat melihat di mana kerentanan berpotongan dengan proses penting, lalu menerapkan perlindungan tanpa menghentikan operasional. Bagi organisasi yang sangat bergantung pada waktu operasional (uptime), seperti rumah sakit atau pembangkit listrik, hal ini sangat krusial. Delapan Integrasi, Satu Pertahanan Terpadu Kemitraan ini bertujuan menghasilkan dampak bisnis yang nyata, seperti: Mengurangi waktu untuk mendapatkan visibilitas perangkat Mempercepat proses isolasi ancaman Mengoptimalkan penerapan kontrol keamanan Ketika setiap detik sangat berarti dan setiap perangkat penting bagi kelangsungan bisnis, Armis dan Fortinet menyediakan visibilitas, perlindungan, dan ketahanan yang dibutuhkan oleh lingkungan OT modern — tanpa mengorbankan kecepatan operasional. Singkatnya, kombinasi keduanya membantu organisasi tetap aman sekaligus tetap produktif di tengah ancaman siber yang semakin kompleks. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 27, 2026February 27, 2026

Lebih dari Sekadar Daftar: Mengapa Anda Membutuhkan Intelijen Kerentanan yang Dinamis

Tim keamanan siber saat ini selalu berpacu dengan waktu. Jarak antara ditemukannya sebuah celah keamanan (vulnerability) dan saat celah tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh penyerang semakin pendek. Artinya, begitu sebuah kerentanan diumumkan, sering kali tidak butuh waktu lama sampai ada pihak yang mencoba mengeksploitasinya. Pendekatan tradisional yang hanya mengandalkan daftar kerentanan statis (tetap) dan umum sudah tidak lagi cukup. Banyak organisasi akhirnya merasa kewalahan karena terlalu banyak informasi, tetapi tidak tahu mana yang paling penting untuk ditangani terlebih dahulu. Tantangan: Kebanjiran Informasi dan Data yang Tidak Terbaru Database publik tentang kerentanan memang berguna sebagai dasar untuk memahami risiko. Namun, sering kali informasi di dalamnya tidak memiliki konteks terbaru atau panduan perbaikan yang jelas. Akibatnya, tim keamanan sering menghadapi pertanyaan seperti: Apakah informasi tentang kerentanan ini masih terbaru? Apakah sistem kami lebih rentan dibanding organisasi lain? Bagaimana cara memperbaikinya dengan benar? Jika tim keamanan kesulitan menemukan informasi penting di antara begitu banyak data, mereka tidak lagi bekerja secara proaktif (mencegah sebelum terjadi), tetapi hanya bereaksi setelah masalah muncul. Dan biasanya, saat sudah bereaksi, kerusakan sudah terjadi. Program manajemen kerentanan yang efektif tidak boleh hanya sekadar membuat daftar. Organisasi perlu berpindah dari pendekatan reaktif ke pendekatan pengurangan risiko secara proaktif. Mengapa Dibutuhkan Intelijen Kerentanan Tingkat Lanjut? Yang dibutuhkan saat ini adalah Advanced Vulnerability Intelligence atau intelijen kerentanan tingkat lanjut. Sistem ini membantu organisasi mengambil tindakan cepat dengan memberikan informasi yang: Tepat waktu Relevan dengan kondisi organisasi Disertai rekomendasi tindakan yang jelas Beberapa keunggulan pendekatan ini antara lain: 1. Prioritas Berdasarkan Kondisi Nyata Tidak semua kerentanan memiliki tingkat risiko yang sama bagi setiap organisasi. Intelijen yang dinamis akan mempertimbangkan: Industri tempat organisasi beroperasi Aktivitas ancaman yang sedang terjadi Tingkat paparan sistem terhadap internet Profil risiko spesifik organisasi Dengan cara ini, organisasi dapat fokus pada kerentanan yang benar-benar penting, bukan hanya yang terlihat berbahaya di atas kertas. 2. Konteks yang Bisa Ditindaklanjuti Dengan menggabungkan teknologi AI dan analisis manusia, sistem yang kuat tidak hanya memberi tahu “ada kerentanan”, tetapi juga menjelaskan: Seberapa besar kemungkinan kerentanan ini berdampak pada Anda Apa konsekuensinya jika tidak segera diperbaiki Langkah konkret apa yang harus dilakukan Intelijen ini diperoleh dari analisis miliaran aset digital yang terhubung di seluruh dunia, termasuk perangkat IT, OT (Operational Technology), IoT, dan bahkan peralatan medis. Artinya, informasi yang diberikan benar-benar mencerminkan kondisi ancaman nyata di lapangan. Yang penting, intelijen ini bukan hanya untuk laporan atau penelitian. Informasi tersebut harus terintegrasi langsung dengan sistem keamanan yang sudah digunakan organisasi. Karena dalam dunia siber, setiap detik sangat berharga. Semakin cepat organisasi mengetahui risiko yang paling berbahaya, semakin cepat pula mereka bisa beralih dari kondisi “mudah diserang” menjadi “terlindungi”. Perbandingan: Katalog Statis vs Intelijen Kerentanan Dinamis Salah satu contoh katalog statis adalah Cybersecurity and Infrastructure Security Agency Known Exploited Vulnerabilities (KEV). Katalog KEV sangat berguna karena berisi daftar kerentanan yang sudah terbukti dieksploitasi di dunia nyata. Namun, fungsi katalog ini berbeda dengan intelijen kerentanan yang dinamis. Berikut perbedaannya secara sederhana: Katalog KEV (Statis) Berisi daftar kerentanan yang sudah diketahui sedang digunakan oleh penyerang. Sifatnya umum dan tidak disesuaikan dengan kondisi organisasi tertentu. Menjawab pertanyaan: “Kerentanan apa yang sudah terbukti berbahaya dan harus diperbaiki?” Intelijen Kerentanan Dinamis Memberikan informasi real-time dengan konteks spesifik. Menggabungkan data internal organisasi dan data eksternal. Menjawab pertanyaan: “Apa arti kerentanan ini bagi organisasi saya saat ini, dan apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?” Singkatnya, katalog seperti KEV membantu memahami dasar risiko. Namun intelijen dinamis membantu menentukan prioritas dan tindakan berdasarkan situasi unik organisasi Anda. Dari Reaksi ke Pencegahan Dunia keamanan siber semakin cepat dan kompleks. Organisasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan daftar kerentanan sebagai panduan utama. Intelijen kerentanan dinamis membantu mengubah daftar ancaman yang panjang dan membingungkan menjadi rencana tindakan yang jelas dan terprioritas. Dengan memfokuskan sumber daya yang terbatas pada kerentanan yang paling penting saat ini, organisasi bisa: Mengurangi risiko sebelum terjadi insiden Mengambil keputusan lebih cerdas Bertindak lebih cepat Menghindari kerusakan besar Keamanan modern bukan hanya soal memiliki banyak data, tetapi soal memiliki informasi yang tepat pada waktu yang tepat. Organisasi yang mampu bergerak dari sekadar “mengetahui ada risiko” menjadi “bertindak sebelum diserang” akan jauh lebih siap menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang bereaksi — tetapi tentang mencegah sebelum terlambat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • AI Mengidentifikasi Celah Keamanan dengan Solusi Armis Indonesia
  • Ancaman Perang Siber Federal, Peringatan Armis untuk IT
  • AI Native AppSec untuk Keamanan Siber yang Lebih Proaktif
  • Biaya Keamanan Siber yang Semakin Mahal bagi Perusahaan di Inggris
  • Mengapa Keamanan Aplikasi Tidak Bisa Lagi Berdiri Sendiri di Era Modern

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025

Categories

  • blog
  • Uncategorized

Armis Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Armis. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Armis Indonesia