Skip to content
  • Beranda
  • Armis Centrix™
    • Armis Centrix™ for Asset Management and Security
    • Armis Centrix™ for Early Warning
    • Armis Centrix™ for Medical Device Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security (On-Prem)
    • Armis Centrix™ for Vulnerability Prioritization and Remediation
  • Armis Labs
    • Armis Asset Intelligence Engine
    • Armis Centrix™ OT/ IoT Secure Remote Access (SRA)
    • Armis Centrix™ Smart Active Querying
    • Data Sources
    • Telemetry Intelligence
  • Blog
  • Hubungi Kami

Month: May 2025

May 27, 2025

AI, Geopolitik, dan Ketahanan: Intisari Hannover Messe 2025 untuk Keamanan Sistem Siber-Fisik (CPS)

Saya baru saja kembali dari Hannover Messe 2025, dan satu hal yang sangat jelas: dunia keamanan industri sedang mengalami perubahan besar—dan perubahan ini dipicu oleh ketidakefisienan sistem keamanan yang ada saat ini. Singkatnya, organisasi sudah lelah dengan keamanan reaktif yang tidak efektif. Percakapan di acara ini sangat terbuka, teknologinya mengesankan, dan tema utamanya? Urgensi. Berikut adalah poin-poin penting dari acara tersebut—terutama dari sudut pandang pemimpin keamanan Sistem Siber-Fisik (Cyber-Physical Systems / CPS): AI Bukan Lagi Uji Coba, Tapi Sudah Terintegrasi Mulai dari AI copilot milik Siemens hingga sistem inspeksi otonom, AI industri kini sudah menyatu dengan operasi pabrik. Namun, karena banyak keputusan kini diambil secara otomatis, keamanan dan integritas data OT (Operational Technology) yang menjadi dasar keputusan AI menjadi sangat penting. Melindungi OT sekarang berarti melindungi logika yang mendasari keputusan AI. Ketegangan Geopolitik Mengubah Prioritas Industri Perubahan kondisi ekonomi global, ketegangan rantai pasok, dan dorongan untuk kedaulatan teknologi serta kepercayaan terhadap infrastruktur digital membuat keamanan industri menjadi prioritas utama. Ditambah dengan konflik geopolitik dan semakin mudahnya akses ke kemampuan serangan siber canggih oleh penjahat dunia maya, industri manufaktur Eropa kini menghadapi risiko yang lebih besar. Ini memperkuat pentingnya keamanan CPS yang kuat dan menyeluruh. Perusahaan Menengah Jerman (Mittelstand) Mulai Jadi Fokus Dengan adanya regulasi seperti NIS2, Cyber Resilience Act, dan IT-Sicherheitsgesetz 2.0 di Jerman, perusahaan-perusahaan menengah kini wajib memenuhi standar keamanan siber yang ketat. Sayangnya, banyak dari perusahaan ini kekurangan tenaga ahli keamanan dan sumber daya internal untuk memenuhinya. Inilah peluang bagi penyedia keamanan eksternal yang memahami risiko spesifik OT untuk menjadi mitra strategis mereka. Keamanan Siber Kini Jadi Topik di Tingkat Direksi Perubahannya sangat terasa tahun ini. CEO dan manajer pabrik tidak lagi bertanya apakah mereka harus berinvestasi dalam keamanan OT—mereka bertanya seberapa cepat itu bisa diterapkan. Dengan adanya kekurangan tenaga kerja, ancaman ransomware yang meningkat, dan risiko operasional yang nyata, keamanan CPS kini dipandang sebagai faktor pendukung uptime, bukan lagi sebagai beban biaya. Platform CPS Terpadu Kini Jadi Kebutuhan Utama Salah satu tema besar di Hannover Messe: kebutuhan akan platform terpadu yang menggabungkan IT dan OT. Selama ini, tim IT dan OT sering bekerja secara terpisah, menyebabkan celah dalam cakupan keamanan, duplikasi alat, dan respons insiden yang tidak sinkron. Platform CPS yang terpadu akan memberikan manfaat berikut: Visibilitas bersama atas aset IT dan OT Respons ancaman yang terkoordinasi Laporan kepatuhan yang selaras Integrasi mulus dengan infrastruktur keamanan dan otomatisasi perusahaan yang sudah ada Di era otomasi berbasis AI dan regulasi yang terus berkembang, kolaborasi IT-OT bukan lagi pilihan—tapi keharusan. Catatan Pribadi 12 bulan ke depan akan sangat menentukan. Khususnya bagi Jerman dengan karakter ekonomi yang unik, keamanan CPS harus menjadi prioritas untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Penyedia solusi keamanan yang mampu menawarkan keamanan CPS yang terpercaya, dapat diskalakan, dan siap menghadapi regulasi—serta mampu menjembatani celah antara IT, OT, dan IoT—akan memimpin gelombang inovasi industri selanjutnya. Rasa Mendesak yang Nyata Selama beberapa tahun terakhir, kita sudah sering bicara soal pentingnya keamanan CPS. Tapi kini, perubahan itu datang dengan cara yang mengganggu. Setahun dari sekarang, akan terlihat jelas perbedaan antara perusahaan yang mengambil tindakan yang dibutuhkan dan mereka yang tidak siap. Contoh “baik” dari ketidaksiapan ini adalah krisis energi Jerman akibat sanksi terhadap Rusia. Pemimpin industri harus memutuskan: mereka ingin berada di sisi sejarah yang mana? Untuk Pemimpin Industri Jerman dan Perusahaan Mittelstand: Jika Anda sedang berupaya mematuhi NIS2, mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan produksi, atau mengalami kesulitan dengan sistem keamanan OT lama—kami siap membantu. Kami bisa mengamankan operasi Anda tanpa menghambat jalannya bisnis. Tantangan keuangan memang nyata, tapi tidak boleh jadi alasan untuk menunda kesiapan. Untuk GSI dan System Integrator: Pasarnya sudah siap—tapi pelanggan tidak hanya mencari produk, mereka butuh mitra terpercaya. Mari kita bekerja sama untuk menghadirkan keamanan CPS yang tahan banting dan sesuai regulasi—dan benar-benar menjawab kebutuhan industri. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
May 27, 2025

Perlombaan Senjata AI: Apa Arti Laporan Armis Cyberwarfare 2025 bagi Praktisi Keamanan

Edisi ketiga dari Armis Cyberwarfare Report 2025 menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan. Perang siber saat ini ditandai dengan meningkatnya serangan yang disponsori negara, penggunaan AI sebagai senjata, dan fokus serangan yang semakin mengarah pada infrastruktur penting seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam laporan tahun ini, 87% pengambil keputusan di bidang TI menyatakan khawatir terhadap dampak perang siber—naik tajam dari 54% tahun sebelumnya. Hal ini bukan hanya karena instabilitas politik global, tetapi juga karena AI telah mengubah secara mendasar lanskap ancaman siber—baik di dunia fisik maupun digital. Sebagai praktisi keamanan, kita harus bertanya: apa dampak potensialnya? Bagaimana kita harus menyesuaikan strategi pertahanan di dunia di mana AI digunakan oleh penyerang dan juga pembela? Laporan ini memberikan wawasan penting, bukan hanya tentang perubahan pola serangan, tetapi juga tentang perlunya pergeseran besar dalam strategi keamanan siber. Harapan vs Realita Laporan ini menyoroti kontras antara cita-cita keamanan dan kenyataan di lapangan: 81% pemimpin TI ingin sistem keamanannya bersifat proaktif, namun 58% mengakui bahwa mereka masih bertindak secara reaktif. Tantangan seperti konsolidasi pasar, regulasi, dan celah keamanan lama membuat organisasi tetap rentan. Meskipun ada minat yang besar terhadap keamanan berbasis AI, setengah dari tim TI belum memiliki keahlian untuk mengimplementasikannya secara efektif. Ancaman dari negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara tetap menjadi perhatian utama, dengan 72% pemimpin TI khawatir kemampuan siber negara-negara ini bisa memicu perang siber skala penuh. Michael Freeman dari Armis menegaskan bahwa menutup kesenjangan antara niat dan kesiapan adalah hal yang penting—dan solusi berbasis AI adalah kunci untuk memperkuat pertahanan sebelum ancaman perang siber berikutnya muncul. Yang lebih penting lagi, tim keamanan harus melampaui sekadar visibilitas aset—mereka harus benar-benar memetakan dan mengamankan seluruh permukaan serangan, termasuk cloud, aplikasi SaaS, dan infrastruktur hybrid. Runtuhnya Keamanan Berbasis Perimeter Laporan ini juga menunjukkan fakta penting lainnya: arsitektur keamanan tradisional tidak lagi memadai. Penyerang sekarang menggunakan AI untuk melewati sistem keamanan yang ada, dan 85% pemimpin TI melaporkan bahwa teknik penyerangan sering kali berhasil menembus alat keamanan yang mereka gunakan. Phishing masih menjadi teknik utama untuk menembus pertahanan di negara seperti Prancis, AS, dan Italia, sementara pencurian kredensial dan serangan brute-force lebih umum di Jerman. Kita sudah lama tahu bahwa pendekatan keamanan berbasis perimeter sudah usang. Permukaan serangan modern—mencakup IT, OT, dan IoT—memerlukan pendekatan baru: pemantauan berkelanjutan (CTEM), intelijen ancaman real-time, dan deteksi anomali berbasis AI. Jika tim keamanan belum menggunakan AI untuk berburu ancaman secara proaktif—termasuk pada cloud dan aplikasi penting—maka mereka sudah tertinggal. Perang Siber adalah Ancaman Ekonomi dan Sosial Temuan paling mengkhawatirkan dalam laporan ini adalah dampak finansial dan operasional dari perang siber. Pembayaran tebusan (ransomware) semakin tinggi, dengan rata-rata $10,1 juta per serangan di AS dan Australia. Industri penting seperti kesehatan, utilitas, dan manufaktur merasakan dampak paling berat dari serangan yang didukung AI. Serangan ransomware terhadap Change Healthcare di tahun 2024, yang membocorkan data 190 juta warga Amerika, hanyalah contoh dari ancaman yang sedang kita hadapi sebagai komunitas keamanan. Kita tidak lagi menghadapi isu keamanan TI biasa—ini sudah menjadi krisis ekonomi dan sosial. Bahkan, 75% pengambil keputusan TI percaya bahwa perang siber akan semakin menyasar lembaga-lembaga yang mewakili kebebasan pers dan pemikiran independen. Perang siber bukan hanya tentang keuntungan finansial atau spionase, tapi juga tentang mengguncang institusi demokratis, mempengaruhi pemilu, dan merusak kepercayaan publik. Jalan ke Depan: Ketahanan Siber Berbasis AI Jadi, apa langkah selanjutnya? Laporan ini jelas menunjukkan bahwa ancaman berbasis AI hanya bisa dilawan dengan pertahanan berbasis AI juga. Beberapa rekomendasi penting: Beralih dari reaktif ke proaktif – Saat ini, 58% organisasi masih merespons serangan setelah terjadi. Tim keamanan perlu menerapkan model AI prediktif, sistem peringatan dini, dan deteksi anomali real-time untuk mencegah serangan sejak awal—baik di lingkungan IT, OT, IoT, maupun cloud. Investasi pada intelijen ancaman berbasis AI – Organisasi membutuhkan visibilitas terhadap ancaman baru di permukaan digital dan dark web. AI bisa memberikan pemantauan berkelanjutan, penilaian risiko adaptif, dan respons otomatis yang tidak bisa dicapai oleh sistem tradisional. Menutup kesenjangan keahlian AI – Setengah dari pemimpin TI mengakui kurangnya keahlian dalam keamanan AI. Maka dari itu, peningkatan keterampilan tim, penggunaan platform keamanan berbasis AI, dan otomatisasi threat hunting di semua jenis aset—termasuk cloud dan aplikasi—harus jadi prioritas. Mengadopsi pendekatan Zero Trust – Di tengah meningkatnya serangan berbasis identitas yang didukung AI, arsitektur Zero Trust—di mana tidak ada pengguna, perangkat, atau aplikasi yang otomatis dipercaya—menjadi hal yang wajib. Penutup: Seruan untuk Bergerak Armis Cyberwarfare Report 2025 menandai titik balik penting dalam cara kita menjaga keamanan organisasi. Perang siber berbasis AI sedang meningkat, dan pendekatan lama yang reaktif, terpecah-pecah, dan tanpa visibilitas menyeluruh sudah tidak relevan lagi. Ketahanan siber sejati memerlukan visibilitas penuh atas semua aset—IT, OT, IoT, dari darat hingga cloud—ditambah sistem deteksi dini untuk mencegah serangan sebelum terjadi. Perang siber bukan lagi sekadar masalah keamanan TI—ini sudah menjadi risiko bisnis, ancaman terhadap keamanan nasional, dan tantangan bagi masyarakat. Organisasi yang tidak berkembang dari manajemen risiko statis akan menanggung kerugian finansial, dan bahkan bisa menjadi korban dalam era konflik digital ini. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
May 27, 2025

Fondasi Keamanan: Mengapa Visibilitas Keamanan Tidak Bisa Ditawar

Lembaga pendidikan tinggi menjadi target utama serangan siber karena mereka menyimpan banyak data sensitif. Jaringan universitas sangat kompleks, terdiri dari berbagai jenis pengguna dan banyak perangkat seperti IoT dan alat riset khusus, yang semuanya memperluas permukaan serangan. Pendekatan keamanan tradisional kini tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman modern. Diperlukan strategi yang lebih proaktif—dan semuanya dimulai dengan visibilitas keamanan yang menyeluruh. Apa itu Visibilitas Keamanan di Dunia Pendidikan Tinggi? Artinya, institusi harus memiliki pemahaman yang jelas dan terus-menerus tentang setiap aset yang terhubung ke jaringan. Ini mencakup infrastruktur IT, teknologi operasional (OT), perangkat IoT/IoMT, beserta konfigurasi, perilaku, perangkat lunak, dan kerentanannya. Kita tidak bisa melindungi sesuatu jika kita tidak tahu bahwa hal itu ada. Mengapa Visibilitas Aset Itu Penting? Untuk mengelola kerentanan secara efektif, tim keamanan harus tahu perangkat apa saja yang terhubung dan mana saja yang rentan terhadap serangan. Dengan begitu, mereka bisa menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat keparahan dan dampaknya. Platform Armis Centrix™ membantu dalam hal ini—dengan mendeteksi aset dan mengidentifikasi kerentanan secara terus-menerus di seluruh sistem IT, OT, IoT, dan IoMT. Produk Armis Centrix™ for VIPR bahkan dirancang khusus untuk lingkungan OT agar proses ini lebih efisien. Manfaat Visibilitas Menyeluruh bagi Dunia Riset Riset akademik sering kali melibatkan data sensitif dan peralatan khusus. Maka dari itu, visibilitas yang menyeluruh sangat penting. Armis Centrix™ memberikan pandangan terpadu atas lingkungan IT, OT, dan cloud, sehingga manajemen risiko bisa dilakukan secara konsisten di semua departemen—termasuk laboratorium dan pusat penelitian. Ketika Insiden Keamanan Terjadi Visibilitas menyeluruh sangat membantu dalam mendeteksi, menahan, dan mengatasi insiden secara cepat. Dengan mengetahui perangkat mana yang terkena dan celah keamanan mana yang dimanfaatkan, tim keamanan bisa bertindak tepat sasaran dan mengurangi kerusakan. Armis Centrix™ menawarkan pemantauan terus-menerus dan deteksi anomali, memberi peringatan dini atas aktivitas mencurigakan dan mempercepat investigasi insiden. Kesimpulan Visibilitas keamanan adalah bagian yang tidak bisa diabaikan dalam melindungi institusi pendidikan tinggi. Ini memungkinkan tim keamanan untuk mengelola risiko secara proaktif, menentukan prioritas kerentanan dengan tepat, dan merespons insiden dengan cepat. Platform seperti Armis Centrix™ menyediakan kemampuan penting untuk mencapai visibilitas penuh dalam lingkungan IT universitas yang kompleks. Investasi dalam visibilitas keamanan adalah kunci untuk ketahanan dan kesuksesan jangka panjang institusi pendidikan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • AI Mengidentifikasi Celah Keamanan dengan Solusi Armis Indonesia
  • Ancaman Perang Siber Federal, Peringatan Armis untuk IT
  • AI Native AppSec untuk Keamanan Siber yang Lebih Proaktif
  • Biaya Keamanan Siber yang Semakin Mahal bagi Perusahaan di Inggris
  • Mengapa Keamanan Aplikasi Tidak Bisa Lagi Berdiri Sendiri di Era Modern

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025

Categories

  • blog
  • Uncategorized

Armis Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Armis. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Armis Indonesia