Ada satu hal yang pasti dalam dunia keamanan siber: tidak ada yang tetap diam lama-lama. Penyerang saat ini berkembang lebih cepat dari sebelumnya, terutama dengan adanya serangan berbasis AI. Di sisi lain, lingkungan IT kita juga berubah dengan sangat cepat — ada aset baru, pengguna baru, koneksi baru yang muncul dan hilang setiap saat. Manajemen eksposur siber (cyber exposure management) sekarang bukan lagi proyek sekali jalan. Ini adalah proses berkelanjutan yang harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan dunia digital. Kalau masih menganggap lingkungan IT Anda statis, artinya Anda sudah tertinggal. Mari kita lihat bagaimana “permainan” ini sudah berubah. Penyerang Bergerak Cepat, Kini Lebih Cepat dengan AI Dulu, membuat kampanye phishing atau eksploit baru butuh usaha besar. Sekarang, dengan bantuan AI, penyerang bisa menghasilkan ribuan serangan unik dan meyakinkan hanya dalam hitungan menit. Contohnya, tahun ini sebuah perusahaan logistik besar diretas setelah karyawan menerima email yang terlihat sangat asli tentang “protokol pengiriman baru”. Email tersebut disesuaikan untuk tiap departemen, bahasanya sempurna, dan berisi malware. Karena setiap email berbeda, filter keamanan tradisional gagal mendeteksinya. Setelah masuk, penyerang menggunakan pemindai IoT untuk bergerak ke sistem database pengiriman yang sensitif. Intinya: penyerang pakai AI untuk membuat serangan jadi lebih cepat, lebih pintar, dan jauh lebih sulit dikenali. Dunia keamanan juga harus bergerak sama cepatnya — bahkan lebih cepat. Permukaan Serangan Bukan Hanya Besar, Tapi Juga Dinamis Permukaan serangan (attack surface) bukan lagi hanya komputer kantor atau server di data center. Sekarang bisa mencakup pekerja jarak jauh, ribuan perangkat IoT yang tidak dikelola, aplikasi sementara, supplier, partner, hingga platform pihak ketiga. Dan semuanya berubah terus. Contohnya, sebuah penyedia layanan kesehatan memperluas telehealth dalam waktu singkat. Itu berarti perangkat baru, aplikasi baru, portal pasien baru — dan risiko baru. Sebuah mesin diagnostik yang terhubung tanpa kontrol keamanan jadi pintu masuk mudah bagi penyerang yang akhirnya mencuri data pasien sensitif. Kalau Anda tidak punya visibilitas real-time atas semua aset yang terhubung, artinya Anda berjalan dalam keadaan buta. Penyerang Memanfaatkan Kekacauan Penyerang tahu bahwa kecepatan sering melahirkan kesalahan. Mereka pun punya “buku panduan” khusus untuk memanfaatkan kondisi ini: Living-off-the-land – Memakai alat dan software sah milik Anda untuk menyerang. Serangan rantai pasokan – Menyusup lewat kelemahan vendor atau partner. Credential stuffing – Memanfaatkan kebiasaan karyawan baru yang memakai ulang password lama. Contohnya, sebuah peritel global buru-buru menambah supplier baru saat krisis rantai pasokan. Salah satu perusahaan logistik kecil punya sistem remote access yang lemah. Penyerang memanfaatkannya untuk masuk ke jaringan retailer dan meluncurkan ransomware, yang membuat operasi berhenti beberapa hari. Cara Menyesuaikan Cyber Exposure Management dengan Dunia yang Terus Bergerak Agar tetap tangguh, program keamanan harus mengikuti ritme perubahan. Berikut beberapa praktik terbaik yang bisa dilakukan sekarang: 1. Temukan Aset Secara Berkelanjutan Lupakan inventaris aset tahunan atau triwulanan. Anda butuh pandangan real-time terhadap semua aset, di mana pun dan siapa pun pemiliknya. Gunakan solusi manajemen aset tanpa agen (agentless) yang bisa mendeteksi dan memantau semuanya secara terus-menerus. 2. Konteks Itu Penting Tidak semua perangkat punya risiko yang sama. Mesin MRI jelas jauh lebih kritis dibanding laptop milik intern. Kalau diperlakukan sama, prioritas keamanan akan salah. Prioritas harus didasarkan pada konteks, pentingnya perangkat bagi bisnis, jenis perangkat, dan tingkat kerentanannya. Kalau data penting terjebak di silo, mustahil membangun proses keamanan yang efisien. Maka, organisasi harus berinvestasi untuk memecah silo data, menghubungkan informasi penting, dan memperkaya konteks agar bisa membuat keputusan cepat dan tepat. 3. Otomatisasi Sebisa Mungkin Dengan penyerang yang pakai AI, respons manual tidak cukup. Kebijakan otomatis seperti mengisolasi perangkat berisiko atau menegakkan segmentasi bisa menghemat waktu berharga saat insiden. Bahkan, AI bisa dipakai untuk deteksi dini serangan sebelum diluncurkan (“left of boom”). Tapi, otomasi hanya efektif kalau intelijensinya kuat. Pastikan sumber threat intelligence Anda bisa mendeteksi malware adaptif yang berubah tiap jam. 4. Jangan Lupakan Rantai Pasokan Eksposur Anda tidak berhenti di tepi jaringan sendiri. Setiap koneksi pihak ketiga adalah risiko. Lakukan penilaian keamanan vendor secara terus-menerus, bukan hanya saat onboarding. Kalau bisa memantau koneksi eksternal langsung, itu lebih baik. 5. Libatkan Pimpinan Bisnis Eksposur siber bukan lagi sekadar urusan teknis. Ini sudah jadi risiko bisnis nyata. Direksi dan manajemen puncak perlu mendapat update yang jelas, dengan bahasa bisnis: dampak pada pendapatan, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan pelanggan — bukan sekadar daftar patch dan kerentanan. Selain itu, pastikan metrik keamanan yang dipakai masih relevan. Jangan lagi hanya mengukur kesuksesan dengan SLA atau skor CVSS lama. Dunia sudah berubah, jadi standar dan prioritas juga harus ikut berubah. Kesimpulan Dalam keamanan siber, tidak ada garis akhir. Lingkungan berubah. Penyerang berubah. Kalau kita diam, artinya kita tertinggal. Organisasi yang sukses adalah yang bisa membangun program keamanan yang dinamis: punya visibilitas penuh, otomasi cerdas, prioritas berbasis risiko nyata, dan kesadaran bahwa manajemen eksposur siber adalah proses yang berkelanjutan. Di Armis, kami hadir untuk membantu organisasi Anda mendapatkan visibilitas penuh, tetap selangkah di depan ancaman, dan menjaga bisnis tetap aman, secepat apa pun dunia bergerak. Pesan utama kami: “Tetap dinamis berarti tetap tangguh.” Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Category: Uncategorized
Terbuka untuk Bisnis, Rentan Diserang: Krisis Siber di Dunia Ritel
Sektor ritel kembali jadi sorotan. Menurut laporan terbaru dari NBC News, kelompok penjahat siber yang sebelumnya menyerang beberapa peritel besar di Inggris kini mulai mengincar merek-merek ritel ternama di Amerika Serikat. Google Threat Intelligence Group mengonfirmasi bahwa “beberapa peritel besar di AS sudah menjadi target,” meskipun belum ada nama yang diumumkan. Di Inggris, perusahaan seperti Marks & Spencer, Harrods, dan Co-op Group sudah terdampak. Dampaknya mulai dari rak toko yang kosong, gangguan layanan online, hingga pencurian data pelanggan dan karyawan dalam jumlah besar. Kini, kampanye serangan ini tampaknya melebar ke seluruh dunia dan membuat peritel AS berada dalam posisi rawan. Ancaman terhadap sektor ritel nyata dan semakin meningkat. Sebagai profesional di bidang manajemen risiko siber dan keamanan, saya mengajak para pemimpin ritel untuk melihat situasi ini sebagai titik balik. Ini saatnya melakukan langkah cepat untuk melindungi diri, sekaligus menyusun strategi jangka panjang agar lebih siap menghadapi gelombang serangan berikutnya yang hampir pasti akan datang. Poin Penting untuk Ketahanan Siber di Dunia Ritel Ritel kini jadi target utama penjahat siber karena menyimpan banyak data pelanggan, ekosistem yang kompleks, dan kebutuhan operasional yang harus berjalan 24/7. Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak terlihat. Visibilitas aset secara real-time adalah dasar pertahanan siber yang efektif. Jaringan yang tidak dipisahkan (flat network) sangat berbahaya. Lakukan segmentasi untuk mencegah pergerakan penyerang dari satu sistem ke sistem lain. Risiko pihak ketiga (supplier, vendor POS, layanan cloud) adalah titik lemah besar dalam ritel karena memperluas permukaan serangan. Manajemen eksposur siber bisa membantu mengurangi risiko dengan perlindungan yang terus-menerus, prioritas jelas, dan otomatis. Strategi proaktif sangat penting agar bisa melindungi aset bisnis dari vektor serangan nyata. Mengapa Ritel Jadi Target? Ritel selalu jadi incaran penjahat siber karena satu alasan sederhana: data adalah harta karun. Setiap hari, peritel mengumpulkan dan mengolah informasi sensitif pelanggan, data kartu kredit, akun loyalitas, hingga data karyawan. Semua itu bisa langsung dijual di dark web dan menghasilkan keuntungan besar. Tapi bukan hanya soal data. Operasi ritel modern semakin kompleks: toko online, aplikasi mobile, sistem kasir (POS), hingga platform inventaris. Banyak sistem ini dibangun tanpa mempertimbangkan ancaman siber modern. Ditambah lagi dengan keterkaitan vendor pihak ketiga, layanan cloud, dan logistik, permukaan serangan makin luas dan sulit dipantau. Selain itu, ritel dituntut untuk selalu siap melayani pelanggan, apalagi saat musim belanja seperti Black Friday atau liburan akhir tahun. Tekanan ini sering membuat perusahaan menunda update keamanan, mempercepat implementasi IT tanpa tes keamanan yang matang, atau mengabaikan kesiapan respons insiden. Semua itu menciptakan celah yang bisa dimanfaatkan penyerang. Langkah Cepat yang Harus Dilakukan Peritel Hari Ini Bagi CISO, CIO, atau pemimpin IT di ritel, berikut hal-hal yang tidak bisa ditunda: Lakukan Inventarisasi Aset Digital Peta lengkap semua aset IT (termasuk shadow IT, perangkat lama, toko, gudang, kantor pusat, hingga cloud). Tanpa ini, Anda buta terhadap celah serangan. Periksa Kerentanan yang Dikenal Segera lakukan pemindaian untuk software atau sistem yang punya celah keamanan, terutama yang digunakan luas di industri. Identifikasi, prioritas, lalu lakukan perbaikan segera. Segmentasi Jaringan Jangan biarkan jaringan Anda “flat”. Pisahkan sistem front-end (pelanggan), sistem pembayaran (PCI), dan back-office. Jika satu bagian kena, serangan tidak menyebar ke seluruh sistem. Pantau Tanda-Tanda Serangan (IoCs) Gunakan threat intelligence dan hubungkan ke SIEM atau XDR. Sesuaikan deteksi agar bisa mengenali teknik serangan terbaru yang digunakan penjahat siber. Perkuat Rencana Tanggap Ransomware Pastikan ada prosedur jelas jika terkena ransomware. Latih tim secara rutin dengan simulasi (tabletop exercise) agar siap bertindak cepat. Strategi Jangka Menengah: Mengubah Cara Pandang Terhadap Risiko Siber di Ritel Dari Audit Berkala ke Pemantauan Real-Time Audit tahunan atau triwulan sudah tidak cukup. Pemantauan harus berjalan terus-menerus. Prioritaskan Risiko Berdasarkan Dampak Bisnis Tidak semua kerentanan sama. Celah kecil di sistem produksi bisa lebih berbahaya daripada bug besar di server uji coba. Fokus pada yang berdampak langsung pada bisnis. Amankan Seluruh Rantai Pasokan Vendor logistik, marketing, hingga developer pihak ketiga adalah pintu masuk serangan. Lakukan penilaian risiko menyeluruh dan pantau permukaan serangan eksternal. Integrasikan Keamanan ke Operasi Toko Cybersecurity bukan hanya urusan tim IT. Edukasi karyawan toko agar peka terhadap phishing, gunakan password kuat, dan tahu jalur pelaporan jika ada masalah. Manfaatkan AI dan Otomasi Penyerang sudah pakai AI, maka peritel juga harus begitu. Gunakan AI untuk deteksi dini, patch otomatis, dan mempercepat respons insiden. Kesimpulan: Ketahanan Siber adalah Kunci Keberlangsungan Bisnis Gelombang serangan ke sektor ritel bukan kejadian satu kali. Ini bagian dari tren global di mana industri dengan data besar dan sistem rumit jadi target empuk. Kalau masih melihat keamanan siber sebagai “biaya tambahan,” saatnya ubah cara pandang. Keamanan adalah bagian inti dari kelangsungan bisnis, kepercayaan pelanggan, dan reputasi merek. Seperti dikatakan National Retail Federation, banyak peritel di AS sudah memperkuat pertahanannya dalam dua tahun terakhir. Tapi ingat: “banyak” bukan berarti “semua.” Dalam ekosistem yang saling terhubung, rantai akan tetap rapuh jika ada satu mata rantai yang lemah. Pertanyaan yang Harus Dijawab Para Pemimpin Ritel Apakah saya punya visibilitas real-time terhadap semua aset dan potensi celah di sistem saya? Jika terjadi serangan hari ini, apakah kami bisa mendeteksi dan merespons tepat waktu? Apakah saya yakin setiap toko, sistem, dan supplier sudah benar-benar aman? Kalau jawabannya masih “tidak” atau “tidak yakin,” berarti saatnya bertindak sekarang. Karena para hacker sudah tidak lagi mengetuk pintu – mereka bisa jadi sudah berada di dalam. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Terhenti oleh Risiko: Kegagalan di Bandara Newark Menekankan Pentingnya Keamanan Siber dalam Infrastruktur Penerbangan
Gangguan baru-baru ini di Bandara Internasional Newark Liberty, di mana pengontrol lalu lintas udara kehilangan radar dan komunikasi akibat kegagalan peralatan yang terus-menerus, bukan sekadar masalah teknis biasa. Insiden ini adalah peringatan yang menunjukkan kerentanan lebih dalam pada infrastruktur penerbangan kita. Kejadian ini menekankan satu kebenaran penting: kompleksitas ekosistem teknologi bandara yang terus meningkat membuat permukaan serangan semakin luas, membuka titik lemah yang tidak bisa lagi diabaikan. Badai Sempurna Konvergensi IT, OT, dan IoT Bandara saat ini lebih dari sekadar tempat perjalanan. Mereka adalah ekosistem digital yang terdiri dari jaringan Teknologi Informasi (IT), Teknologi Operasional (OT), dan Internet of Things (IoT) yang rumit. Dari server dan basis data tradisional, sistem pengendalian lalu lintas udara, mesin pengelola bagasi, kamera keamanan, hingga kontrol lingkungan pintar—semua perangkat berperan dalam operasi fasilitas yang aman dan efisien. Namun, konvergensi ini membawa risiko. Sistem-sistem ini sering dikelola secara terpisah, sehingga sulit mendapatkan pandangan menyeluruh tentang aset yang terhubung dan ancaman yang mungkin ada. Sebuah pelanggaran di salah satu bagian dari lingkungan yang terhubung ini bisa menimbulkan efek domino, misalnya menunda penerbangan, mengganggu logistik dan perdagangan, serta membahayakan keselamatan penumpang. Kegagalan Peralatan adalah Peringatan, Bukan Anomali Gangguan baru-baru ini di Newark bukanlah kasus luar biasa. Meski kejadian ini bukan akibat serangan siber, hal ini menjadi peringatan tentang seberapa rapuh infrastruktur kritis kita tanpa manajemen risiko siber yang menyeluruh. Apakah disebabkan oleh perangkat keras yang menua, konfigurasi yang salah, atau sabotase siber, kegagalan peralatan tidak bisa lagi dianggap sekadar gangguan teknis biasa. Harus dilihat dari sudut pandang paparan risiko siber. Sebagai salah satu sektor yang paling sering menjadi target kriminal siber dan aktor negara, industri penerbangan harus mengadopsi pola pikir keamanan baru. Visibilitas, keamanan, dan kontrol di semua aset—tanpa memandang tipe, lokasi, atau produsen—tidak lagi opsional; ini menjadi keharusan. Armis Centrix™: Memperkuat Landasan Digital Di sinilah Armis Centrix™, platform manajemen paparan siber kami, membuat perbedaan penting. Ditenagai oleh Armis Asset Intelligence Engine, Armis Centrix™ memberikan visibilitas, keamanan, dan kontrol yang dibutuhkan untuk melindungi lingkungan bandara modern. Dengan Armis Centrix™, pihak terkait di penerbangan bisa: Melihat setiap aset yang terhubung (IT, OT, IoT, dan lainnya) di seluruh lingkungan, termasuk aset yang sebelumnya tidak terkelola atau tersembunyi. Melindungi infrastruktur kritis dengan mengidentifikasi dan mengurangi kerentanan sebelum bisa dieksploitasi. Mengelola temuan keamanan dan memprioritaskan perbaikan berdasarkan risiko, dampak, dan kemungkinan dieksploitasi, sehingga sumber daya difokuskan pada yang paling penting. Peringatan Dini, Bukan Sekadar Tindak Lanjut Di lingkungan sensitif dan penuh tekanan seperti bandara, peringatan dini adalah segalanya. Armis Centrix™ menyediakan deteksi ancaman dan respons proaktif, memberi tahu pihak terkait tentang anomali dan risiko yang muncul sebelum berkembang menjadi insiden besar. Apakah itu gangguan radar akibat sistem OT yang gagal atau sensor IoT rentan di area terbatas, Armis Centrix™ menjadi pengganda kekuatan bagi tim keamanan penerbangan, memungkinkan pengambilan keputusan secara real-time dan pengurangan risiko yang terkoordinasi. Melindungi Lebih dari Sekadar Penumpang Dampak dari insiden siber di penerbangan tidak hanya menyebabkan penerbangan tertunda atau penumpang terganggu. Risiko ini juga mengancam rantai pasok, kemampuan tanggap darurat, dan keamanan nasional. Di era sekarang, menjaga integritas setiap sistem, dari pengendalian lalu lintas udara hingga HVAC bandara, sangat krusial. Armis bangga melindungi beberapa infrastruktur paling kompleks dan kritis di dunia. Dengan platform intelijen aset nomor #1 di industri, Armis Centrix™ memberikan ketenangan 24/7, memastikan setiap perangkat, koneksi, dan operasi aman, meski lanskap ancaman berkembang cepat. Kesimpulan Kegagalan peralatan di Newark bukan sekadar masalah pemeliharaan—mereka adalah peringatan keras. Saat bandara semakin cerdas dan terhubung, mereka juga harus semakin aman. Armis hadir untuk membantu mewujudkan hal itu. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Manajemen Teknologi Kesehatan: Pahlawan Tak Tergantikan dalam Keamanan Alat Medis
Ketika kita memikirkan cybersecurity di bidang kesehatan, biasanya yang muncul di pikiran adalah firewall dan tim IT yang berjuang menghadapi serangan siber yang canggih. Namun di balik layar, ada kelompok profesional yang menjadi tulang punggung keamanan alat medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Profesional Healthcare Technology Management (HTM), termasuk clinical engineer dan spesialis teknologi biomedis, adalah salah satu penjaga keselamatan pasien dan keamanan alat medis yang paling penting, meski sering kurang dihargai. Dengan meningkatnya jumlah alat medis yang saling terhubung dan kompleksitas ancaman siber yang semakin tinggi, peran profesional HTM semakin berkembang pesat. Pada HTM Week (18–24 Mei), sudah saatnya kita memberi sorotan pada kontribusi tak ternilai mereka. Peran Profesional HTM dalam Keamanan Kesehatan yang Semakin Berubah Digitalisasi alat medis dan layanan kesehatan telah mengubah lanskap kesehatan. Fasilitas modern kini bergantung pada alat yang lebih kecil, lebih mobile, dan selalu terhubung di berbagai lokasi. Hal ini membuka peluang baru untuk perawatan, tapi juga membawa tantangan keamanan dan manajemen. Profesional HTM pun harus menyesuaikan diri. Saat ini tanggung jawab mereka jauh melampaui pemeliharaan alat tradisional. Mereka harus memastikan keamanan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan alat Internet of Medical Things (IoMT) yang kompleks, sambil bekerja sama dengan tim klinis, IT, dan vendor. Seorang Direktur Biomedical Engineering mengatakan: “Kurangnya visibilitas di seluruh infrastruktur keamanan menyebabkan proses manual yang terputus-putus dan sulit mendapatkan informasi yang diperlukan.” Dengan berkembangnya peran HTM, kolaborasi yang efisien antar tim menjadi lebih penting dari sebelumnya. Tanggung Jawab Utama Profesional HTM dalam Keamanan Alat Medis Pengadaan Alat (Device Procurement): Memastikan alat baru memenuhi standar keamanan dan fungsional sebelum dibeli. Manajemen Inventaris: Menyimpan catatan real-time dari semua alat medis beserta konfigurasi mereka. Koordinasi dengan Vendor: Mendapatkan dokumentasi keamanan (seperti file MDS2) dan mengatur update. Update dan Patch Alat: Mengimplementasikan pembaruan perangkat lunak dan firmware untuk menutup celah keamanan. Pelatihan Staf: Mengajarkan tim klinis cara menggunakan alat dengan aman dan efektif. Penilaian Risiko: Bekerja sama dengan tim cybersecurity untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko. Keselamatan Pasien: Memastikan setiap alat aman, berfungsi dengan baik, dan siap digunakan kapan pun pasien membutuhkannya. Peran ini menuntut dedikasi tinggi, dan setiap kemajuan teknologi baru selalu dihadapi profesional HTM dengan tanggung jawab penuh. Risiko yang Semakin Tinggi pada Alat Biomedis Serangan ransomware dan serangan siber lainnya terhadap organisasi kesehatan meningkat pesat. Alat medis, yang sering berjalan dengan software lama dan rentan, menjadi target utama. Contohnya, kerentanan kritis pada monitor pasien Contec awal tahun ini. Penjahat siber tahu serangan pada alat ini bisa mengganggu perawatan pasien yang kritis. Di sinilah profesional HTM berperan. Pengetahuan mendalam mereka tentang cara kerja alat membuat mereka menjadi pemain kunci dalam mencegah dan mengurangi risiko keamanan alat medis. Lebih penting lagi, keamanan alat medis berarti keselamatan pasien. Tanpa tim HTM, sistem penting ini akan rentan. Mengapa Profesional HTM Adalah Pahlawan Tak Tergantikan Meskipun tim IT dan cybersecurity penting, mereka tidak bisa mengamankan alat medis sendirian. Profesional HTM membawa keahlian unik: Visibilitas Alat yang Lebih Baik: HTM tahu lokasi dan fungsi setiap alat di fasilitas. Inventaris mereka memastikan tidak ada alat yang terlewat dari strategi keamanan. Pengetahuan Spesifik: HTM memahami peran setiap alat dalam perawatan pasien, sehingga bisa mengenali celah keamanan dan memberikan saran tepat. Koordinasi dengan Vendor: HTM menjaga komunikasi langsung dengan produsen alat, memastikan akses ke update keamanan dan dokumentasi terbaru. Kolaborasi Lancar: HTM menjembatani tim klinis, IT, dan vendor, memastikan semua pihak bekerja sama untuk melindungi alat dan pasien. Pemecahan Masalah Proaktif: Dari pengadaan hingga dekomisioning, HTM terlibat di semua tahap siklus hidup alat. Pendekatan proaktif ini menangkap masalah keamanan sebelum menjadi risiko besar. Ajakan untuk Kolaborasi Strategi keamanan alat medis yang paling kuat bergantung pada kolaborasi antara tim HTM, ahli cybersecurity, vendor, dan staf klinis. Masing-masing membawa pengetahuan dan keterampilan vital. Profesional HTM memainkan peran strategis, karena mereka memahami alat dan penggunaannya di dunia nyata lebih dari siapa pun. Di HTM Week ini, mari kita rayakan dedikasi, keahlian, dan kerja keras profesional HTM yang menjaga alat kesehatan tetap aman dan terlindungi. Kepada semua profesional HTM: terima kasih atas semua yang Anda lakukan. Kerja keras Anda menjaga pasien tetap aman, organisasi tetap tangguh, dan alat medis tetap terlindungi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Mengungkap Kebocoran Chat Internal Grup Black Basta
Grup ransomware Black Basta, yang mulai beroperasi pada 2022, baru-baru ini mengalami kebocoran besar—sekitar 200.000 pesan internal dari September 2023 hingga Juni 2024. Kebocoran ini adalah salah satu bocoran terbesar di dunia bawah tanah kejahatan siber, memberikan wawasan mendalam tentang cara mereka menjalankan serangan, infrastruktur, dan taktik mereka. 🧩 Asal Usul Kebocoran dan Dampaknya Pesan-pesan ini berasal dari platform chat Matrix (alamat: matrix.bestflowers247[.]online). Pertama dibocorkan pada 11 Februari 2025 oleh akun “ExploitWhispers”. Diyakini dibocorkan oleh afiliasi yang kecewa atau pesaing Black Basta. Keaslian pesan didukung oleh kesesuaian dengan peristiwa dan data yang sudah diketahui oleh komunitas keamanan. Siapa itu Black Basta? Grup ransomware berbahasa Rusia, aktif sejak April 2022. Menggunakan model Ransomware-as-a-Service (RaaS): pengembang malware bekerja sama dengan afiliasi untuk melakukan serangan. Taktik kunci: phishing, eksploitasi RDP, eskalasi hak akses via Windows AD, lalu lintas lateral via Cobalt Strike, Mimikatz, PsExec, serta ancaman ganda (encrypt + leak). Lebih dari 500 organisasi menjadi korban, termasuk sektor kritis dan rumah sakit. Total uang tebusan mencapai minimal $107 juta, dengan pembayaran tertinggi sebesar $9 juta. Menargetkan banyak korban di AS (62%) dan Jerman (15,8%). Isi Kebocoran: Yang Bisa Dipelajari Perencanaan & Eksekusi Serangan Diskusi tentang pemilihan target, tools, dan metode penerapan ransomware. Kredensial & Infrastruktur yang Diakses Ada daftar akun VPN, RDP, SSH rahasia yang diperoleh dari pembocoran sebelumnya. Malware & Exploit Referensi pada malware custom, script PowerShell, dan eksploit dari CVE tertentu. Negosiasi & Pembayaran Tebusan Diskusi logistik negosiasi, taktik pemerasan, dan metode pencucian uang. Pelaku Utama dalam Grup Usernamegg: Koordinator Operasional & Manajer Infrastruktur Lapa: Pengembang Exploit & Operator Malware Chuck: Penyedia Akses Jaringan & Proxy Usernameugway: Pakar Social Engineering & Akses Awal Usernamess: Manajemen Infrastruktur & Akses Remote N3auxaxl: Triage & Eksekusi Serangan CVE dan Repo GitHub yang Disebutkan 62 CVE disebutkan, di antaranya: CVE-2023-27532 (Veeam Backup RCE) CVE-2023-22972 (Citrix Gateway RCE) CVE-2022-22954 (VMware Workspace ONE RCE) CVE-2023-28771 (Zyxel Firewall Command Injection) Lebih dari 100 repositori GitHub, seperti: PowerShellMafia/PowerSploit SecureAuthCorp/impacket 3xpl01tc0d3r/rdp-brute Jangkauan Serangan Global Tercatat 1.868 domain unik yang terkait dari 84 negara, menunjukkan skala operasi dan jaringan yang luas. Bagaimana Peneliti & Tim Keamanan Bisa Memanfaatkan Informasi Ini Model TTP MITRE ATT&CK: Initial Access: T1078, T1566 Execution: T1059.005 Persistence: T1078 Privilege Escalation: T1078, T1110 Defense Evasion: T1218, T1562 Credential Access: T1003, T1555 Discovery: T1049, T1087 Lateral Movement: T1078, T1021.001 Collection: T1560 C2 Communication: T1090 Exfiltration: T1041 Impact (Ransomware): T1486, T1490 Forensik & Respons Insiden: Bisa korelasikan data serangan sebelumnya untuk menemukan jalur akses, perpindahan lateral, dan ekfiltrasi data. Pelatihan Keamanan: Gunakan contoh nyata dari obrolan untuk meningkatkan kesadaran pegawai terkait social engineering dan taktik negosiasi pelaku ransomware. Peran Armis Centrix™ for Early Warning Dari 62 CVE yang disebut dalam chat, sistem Armis Centrix™ for Early Warning bisa memprediksi 89% di antaranya. 58% dari CVE tersebut terdeteksi lebih awal dibandingkan publikasi di katalog CISA KEV. Ini menunjukkan bahwa pendekatan prediktif berbasis AI memungkinkan organisasi mengantisipasi taktik serangan bahkan sebelum CVE resmi diterbitkan. Kesimpulan Kebocoran ini memberi wawasan langka ke dalam pikiran dan metode penjahat siber tingkat tinggi. Namun, wawasan ini hanya bermanfaat jika digunakan untuk memperkuat pertahanan: Perkuat deteksi TTP dengan model MITRE ATT&CK. Gunakan intelijen kebocoran untuk memperbaiki respons dan mitigasi di masa depan. Integrasikan kemampuan deteksi dini seperti Armis Centrix™ untuk lebih cepat mengenali ancaman—bahkan sebelum CVE diajukan secara resmi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Program CVE dalam Ketidakpastian: Saatnya Meninjau Ulang Cara Kita Mendeteksi Kerentanan
Pada 15 April 2025, MITRE mengirimkan surat kepada anggota Dewan CVE yang memperingatkan potensi gangguan besar terhadap infrastruktur intelijen kerentanan global. Untungnya, kontrak yang memungkinkan MITRE menjalankan dan memodernisasi program Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) berhasil diperpanjang pada menit-menit terakhir malam itu. Meski langkah penyelamatan ini mendapat sambutan positif dari komunitas keamanan, insiden ini menunjukkan bahwa bahkan gangguan singkat pada program keamanan bisa berdampak luas ke seluruh ekosistem siber. Situasi ini menyoroti satu fakta penting: dunia saat ini terlalu bergantung pada satu sumber data kerentanan untuk mendeteksi, mengoordinasikan, dan menangani ancaman. Gangguan semacam ini memunculkan pertanyaan: apakah cara tradisional untuk mengidentifikasi dan memantau ancaman masih cukup tangguh menghadapi lanskap risiko yang terus berkembang? Bagaimana Armis Membantu Melindungi Anda Platform Armis Centrix™ dirancang secara unik untuk membantu organisasi tetap aman, baik saat data CVE tersedia maupun tidak: Kami tidak hanya mengandalkan CVE untuk mendeteksi atau menilai risiko. Armis menggunakan telemetri global, analitik perilaku, feed intelijen ancaman, dan penilaian kritikalitas aset untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko. Dengan Armis Centrix™ for Early Warning, Anda mendapat visibilitas proaktif terhadap kerentanan baru, perilaku mencurigakan, dan pola serangan global—sering kali berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum CVE resmi dipublikasikan. Jika sistem CVE mengalami keterlambatan, fitur ini menjadi pertahanan terdepan Anda. Mengapa Sistem CVE Penting dan Apa Dampaknya Jika Terhenti Sistem CVE menjadi fondasi bagi banyak alat dan proses yang digunakan profesional keamanan setiap hari. Sistem ini mendukung: Publikasi kerentanan secara cepat Koordinasi antara peneliti, vendor, dan tim respon insiden Feed intelijen ancaman dan basis data nasional seperti NVD Proses manajemen patch dan prioritisasi kerentanan Gangguan pada sistem ini bisa menyebabkan keterlambatan publikasi, kurangnya intelijen, dan kegagalan sistem otomatisasi keamanan yang mengandalkan ID CVE. Yang lebih mengkhawatirkan, jika CVE terganggu, maka visibilitas terhadap perangkat yang tidak dikelola—seperti di sektor kesehatan atau infrastruktur kritis—bisa hilang. Di perangkat seperti itu, kerentanan sering tidak terdeteksi sampai akhirnya dieksploitasi penyerang. Kita Butuh Pendekatan yang Lebih Luas dan Tangguh Momen ini adalah pengingat bahwa strategi deteksi ancaman harus berkembang—tidak hanya mengandalkan model CVE. Meski CVE tetap sumber daya publik yang berharga, itu bukan satu-satunya atau yang tercepat dalam mengungkap risiko. Pendekatan modern harus mencakup: Banyak sumber intelijen ancaman, termasuk riset pribadi, teknologi deception (honeypot, AI), dan pemantauan dark web Analisis perilaku dan deteksi anomali yang melihat aktivitas mencurigakan, bukan hanya berdasarkan label ID Skoring risiko kontekstual: mempertimbangkan seberapa penting aset tersebut, mudah tidaknya dieksploitasi, dan dampaknya ke bisnis Telemetri global dan sinyal dunia nyata yang melibatkan kolaborasi komunitas keamanan global Dengan pendekatan ini, bahkan tanpa adanya publikasi resmi, organisasi tetap bisa sadar dan bertindak cepat terhadap kerentanan baru. Deteksi Dini: Perlindungan yang Semakin Penting Kemampuan mendeteksi ancaman sebelum diumumkan secara resmi kini jadi kebutuhan utama. Dengan AI/ML dan analitik perilaku, sistem seperti ini bisa mengidentifikasi aktivitas mencurigakan jauh sebelum CVE diterbitkan. Ini sangat penting ketika visibilitas terhadap jenis perangkat tertentu terbatas, atau saat taktik penyerang berkembang lebih cepat dari proses pelaporan publik. Jika sistem CVE terganggu, mekanisme peringatan dini ini menjadi sinyal alternatif, memungkinkan organisasi tetap bisa memantau, memprioritaskan, dan merespons ancaman berdasarkan pola saat ini—bukan hanya label lama. Apa yang Harus Dilakukan Pemimpin Keamanan Sekarang Gangguan sistem CVE mungkin terjadi, mungkin juga tidak. Tapi ini bisa menjadi tanda peringatan awal bahwa kita sedang menuju risiko besar. Pemimpin keamanan harus menggunakan momen ini untuk mengevaluasi ulang strategi mereka dan bertanya: Apakah kami terlalu bergantung pada ID CVE untuk mendeteksi dan merespons ancaman? Apakah kami bisa mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko tanpa menunggu publikasi resmi? Apakah kami siap memantau dan merespons ancaman secara real-time? Apakah kami tahu aset mana yang paling penting, dan dampaknya jika sampai diretas? Kesimpulan Ketidakpastian seputar program CVE adalah panggilan untuk bertindak. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih luas dan adaptif dalam deteksi kerentanan—yang melibatkan kolaborasi komunitas keamanan, sinyal perilaku, teknologi peringatan dini, konteks aset, dan berbagai sumber ancaman. Masa depan keamanan siber bergantung pada ketahanan: bukan hanya pada sistem dan proses, tetapi juga bagaimana kita mendeteksi, memahami, dan merespons risiko. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pertahanan, kita harus bergerak dari sistem yang bergantung pada satu titik kegagalan ke ekosistem intelijen yang dinamis dan tersebar, seperti ancaman yang kita hadapi. Sekarang saatnya mengevaluasi: apakah strategi deteksi kerentanan Anda sudah siap untuk masa depan? Apakah Anda siap tetap selangkah lebih maju—meskipun ancaman berikutnya tidak datang dengan ID CVE? Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Apakah Anda Sudah Maksimalkan Investasi Keamanan di Lingkungan OT Anda?
Banyak organisasi yang bergerak di bidang industri dan teknologi operasional (OT) telah berinvestasi besar dalam alat keamanan untuk melindungi infrastruktur penting, sistem manufaktur, dan proses industri mereka. Namun, banyak dari mereka kesulitan menilai apakah investasi tersebut benar-benar efektif. Tanpa pendekatan yang terstruktur untuk evaluasi, alat keamanan bisa menjadi sekadar pajangan mahal yang tidak memberikan perlindungan nyata atau pengurangan risiko yang signifikan. Salah satu tantangan terbesar adalah ketergantungan pada solusi keamanan yang berdiri sendiri (point solution). Meskipun alat ini dapat mengatasi ancaman tertentu, umumnya tidak saling terintegrasi dan menyebabkan celah keamanan serta ketidakefisienan operasional. Daripada menggunakan pendekatan terpisah-pisah, organisasi sebaiknya beralih ke model platform keamanan yang mengutamakan visibilitas menyeluruh, konteks aset, dan integrasi dengan sistem teknologi lainnya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memastikan investasi yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Berpindah dari Alat Terpisah ke Pendekatan Keamanan Terpadu Banyak organisasi memiliki kumpulan alat keamanan yang mereka kumpulkan seiring waktu untuk mengatasi masalah tertentu. Tapi strategi tambal sulam ini justru menciptakan “blind spot” (titik buta) dalam operasi dan menyulitkan tim untuk menentukan prioritas penanganan ancaman secara efisien. Dengan menggunakan platform keamanan terpadu, alat-alat tersebut dapat dikonsolidasikan menjadi satu sistem terintegrasi. Pendekatan ini memberikan manfaat seperti: Visibilitas menyeluruh di seluruh lingkungan IT, OT, dan IoT Deteksi dan respons ancaman yang lebih cepat Administrasi yang lebih mudah dan efisien Kompleksitas operasional yang lebih rendah Dengan menyatukan data dari berbagai sistem, organisasi bisa melihat kondisi keamanan secara keseluruhan dan mengambil langkah proaktif sebelum insiden terjadi. Memahami Keamanan dari Perspektif Operasional Tidak semua kerentanan punya tingkat risiko yang sama. Di lingkungan OT, keamanan harus disesuaikan dengan prioritas operasional. Evaluasi risiko sebaiknya tidak hanya berdasarkan nilai ancaman saja, tapi juga mempertimbangkan: Seberapa penting fungsi aset tersebut bagi operasional? Seberapa besar eksposur aset terhadap ancaman? Apa dampak bisnis jika terjadi gangguan? Contohnya, celah keamanan di sistem kontrol industri yang memengaruhi kelangsungan produksi jauh lebih kritis dibandingkan sistem IT administratif. Dengan memberikan konteks operasional pada keamanan, organisasi dapat memastikan bahwa investasi keamanan tidak hanya sebatas untuk memenuhi kepatuhan, tetapi juga benar-benar mengurangi risiko yang ada. Platform keamanan yang memiliki kecerdasan aset (asset intelligence) akan membantu menentukan prioritas risiko dengan lebih akurat. Melibatkan Insinyur Lapangan dalam Strategi Keamanan OT Biasanya, strategi keamanan dibuat oleh tim IT atau keamanan siber. Tapi di lingkungan OT, teknisi lapangan memiliki peran penting dalam menjaga kontrol keamanan. Mereka yang bertanggung jawab menjalankan proses industri, jadi keterlibatan mereka dalam strategi keamanan sangat penting. Sayangnya, banyak alat keamanan yang hanya dirancang untuk pengguna IT, sehingga menyulitkan teknisi OT untuk menggunakannya. Maka dari itu, alat keamanan harus: Memiliki antarmuka yang sederhana dan sesuai cara kerja teknisi lapangan Dilengkapi alur respons insiden yang cepat dan tidak mengganggu proses produksi Dengan alat yang mudah digunakan oleh teknisi OT, organisasi dapat meningkatkan efektivitas keamanan tanpa mengorbankan kelancaran operasional. Mengoptimalkan Manfaat Finansial dan Keamanan Evaluasi keamanan bukan hanya soal memastikan alat berfungsi, tapi juga soal membuktikan bahwa alat tersebut memberikan nilai yang nyata. Platform keamanan yang terintegrasi dengan sistem lain akan: Mengurangi kebutuhan alat yang tumpang tindih Menyederhanakan alur kerja keamanan Menurunkan biaya lisensi dan perawatan Selain keuntungan finansial, pendekatan ini juga membantu memenuhi regulasi dan standar industri. Visibilitas dan otomatisasi yang lebih baik memudahkan organisasi untuk patuh terhadap peraturan yang berlaku. Dengan strategi keamanan yang menyatu, organisasi bisa memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan ketahanan operasional, memastikan bahwa keamanan mendukung tujuan bisnis, bukan menghambatnya. Mengubah Keamanan Menjadi Keunggulan Strategis Investasi keamanan tidak boleh bersifat statis—harus terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan operasional. Pendekatan berbasis platform memastikan bahwa alat keamanan Anda menjadi bagian dari ekosistem yang terintegrasi, bukan hanya alat yang berdiri sendiri. Dengan beralih dari produk keamanan yang terpisah-pisah ke kerangka kerja yang saling terhubung, organisasi dapat: Meningkatkan perlindungan Menyederhanakan operasi Memaksimalkan nilai dari setiap investasi keamanan Kesimpulan: Jadikan Keamanan sebagai Kekuatan Bisnis Validasi investasi keamanan berarti memastikan bahwa semua alat dan strategi yang digunakan benar-benar: Selaras dengan kondisi operasional Efektif dalam mengurangi risiko nyata Memberikan justifikasi finansial yang masuk akal Dengan fokus pada integrasi, konteks aset, dan kolaborasi antara tim IT dan OT, organisasi bisa mengubah keamanan dari yang awalnya sekadar beban, menjadi keunggulan strategis yang mendorong kesuksesan bisnis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Menjaga Setiap Dosis: Mengapa Perlindungan CPS Penting bagi Distribusi Farmasi dan MedTech
Di industri farmasi dan perangkat medis yang sangat diatur, ketepatan tidak hanya dibutuhkan pada produk obat atau alat medisnya saja, tetapi juga di seluruh rantai pasok dan proses distribusi—dari pabrik hingga ke tangan pasien. Industri ini menjanjikan pengiriman produk penyelamat nyawa secara aman, tepat waktu, dan sesuai aturan. Tapi apa jadinya jika janji itu gagal dipenuhi—bukan karena keterlambatan fisik, tetapi karena ancaman tak kasat mata yang merusak data, menghentikan operasi, atau membajak sistem otomatis? Di era serangan siber yang semakin kompleks, nasionalisme ekonomi, dan otomatisasi berbasis AI, ketahanan—baik dari sisi teknologi maupun operasional—telah menjadi pembeda utama di pasar. Sayangnya, banyak perusahaan masih berfokus pada risiko masa lalu. Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah rantai pasok Anda akan diuji”, tapi “apakah rantai pasok Anda mampu bertahan—secara teknis, hukum, dan reputasi—ketika itu terjadi?” Satu serangan cyber-physical saja bisa membahayakan keselamatan pasien, menghentikan produksi, memicu penarikan produk, dan merusak reputasi merek yang dibangun selama bertahun-tahun. Rantai Pasok Modern: Cerdas, Cepat—dan Rentan AI mempercepat inovasi sekaligus memperbesar risiko. Dari logistik vaksin hingga produksi alat pacu jantung, rantai pasok kini bergantung pada sistem cyber-physical yang saling terhubung. Teknologi seperti: Gudang pintar berbasis robot dan IoT Perkiraan kebutuhan bahan baku menggunakan AI Sistem pendingin otomatis untuk menjaga stabilitas produk biologis Platform pemantau kepatuhan regulasi Penyimpanan data pelanggan dan inventaris di cloud AI kini menjadi pusat strategi rantai pasok bagi banyak perusahaan farmasi dan MedTech. AI digunakan untuk: Optimasi logistik secara real-time Prediksi perawatan mesin (predictive maintenance) Kontrol kualitas otomatis dalam produksi alat medis Deteksi penyimpangan untuk kepatuhan regulasi Teknologi ini memang memberi banyak keuntungan, namun juga menciptakan celah besar bagi peretas dan ketergantungan digital yang seringkali tidak sepenuhnya bisa dikendalikan. Semakin pintar sistem Anda, semakin tepat pula sistem itu bisa gagal—atau disabotase. Tanda Bahaya yang Tak Bisa Diabaikan 1. Serangan Ransomware Distributor Obat di AS Akhir 2024, serangan ransomware besar melumpuhkan salah satu distributor farmasi utama di AS. Infrastruktur TI-nya lumpuh, distribusi obat kanker di tiga negara bagian terhenti, dan data pasien bocor. Akibatnya, banyak pasien mengalami keterlambatan pengobatan. Dampak utama: Gangguan Operasional: Pengiriman obat penting ke rumah sakit/klinik terhenti Risiko Kesehatan Pasien: Keterlambatan pengobatan berisiko memperburuk kondisi pasien Kerusakan Reputasi: Kepercayaan tenaga kesehatan dan pasien menurun Kerugian Finansial: Biaya pemulihan sistem, tuntutan hukum, denda regulator 2. Pelanggaran Data MedTech Jerman dan Denda GDPR Sebuah perusahaan MedTech besar di Jerman mengalami dua pukulan sekaligus: pelanggaran siber yang merusak sistem pelacakan alat medis, dan denda besar dari Uni Eropa karena pelanggaran aturan proteksi data. Dampak utama: Pelanggaran Regulasi: Tidak patuh terhadap hukum proteksi data, berujung denda Gangguan Operasi: Alat medis tidak bisa dilacak secara akurat, berisiko pada keselamatan pasien Tekanan Finansial: Biaya hukum, denda, dan perbaikan sistem Reputasi Terpukul: Kepercayaan pasar dan rumah sakit menurun Insiden-insiden ini menegaskan betapa pentingnya perusahaan farmasi dan MedTech membangun sistem keamanan siber yang kuat untuk melindungi dari serangan ransomware dan menjaga kelangsungan layanan kesehatan yang kritis. Ketahanan Bukan Lagi Opsional—Tapi Tulang Punggung Bisnis Anda Risiko hari ini jauh lebih luas dari sekadar TI. Risiko juga menyangkut kepatuhan hukum dan akses jangka panjang ke pasar. Setiap pengiriman obat, setiap alat medis kritis, bahkan setiap implan, bergantung pada sinergi antara perangkat lunak, perangkat keras, regulasi, dan kepercayaan. Jika salah satu bagian gagal—misalnya gudang pintar diretas atau impor chip terblokir—maka seluruh sistem ikut terganggu. Ini bukan sekadar masalah IT. Ini adalah masalah strategi bisnis, reputasi merek, dan keselamatan pasien. Keamanan Rantai Pasok dan Ketahanan: Dua Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan Tenaga medis dan pasien menuntut presisi yang tak terlihat. Tapi ketahanan saat ini tidak bisa hanya mengandalkan firewall atau server cadangan. Pertanyaan penting yang harus Anda jawab: Siapa yang mengendalikan platform cloud untuk logistik Anda? Di mana data Anda disimpan, dan apakah itu masih legal minggu depan? Komponen mana dalam alat medis Anda yang bisa terpengaruh oleh larangan ekspor tiba-tiba? Bisakah rantai pasok Anda bertahan dari serangan siber dan hambatan dagang sekaligus? Di tahun 2025, ketahanan adalah bagian dari proposisi nilai Anda. Reputasi, kepatuhan, dan kontinuitas bisnis bergantung pada kemampuan Anda untuk bertahan dan tetap mengirimkan layanan di tengah serangan siber berbasis AI dan ketidakpastian geopolitik. Tantangannya Nyata. Solusinya Jelas. Untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan aman, perusahaan farmasi dan MedTech harus menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang kuat demi memastikan pengiriman produk kesehatan yang menyelamatkan nyawa tetap berjalan tanpa gangguan. Pertanyaannya sekarang: Apakah rantai pasok Anda siap menghadapi ujian berikutnya—atau justru nama Anda yang akan jadi berita utama? Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
AI, Geopolitik, dan Ketahanan: Intisari Hannover Messe 2025 untuk Keamanan Sistem Siber-Fisik (CPS)
Saya baru saja kembali dari Hannover Messe 2025, dan satu hal yang sangat jelas: dunia keamanan industri sedang mengalami perubahan besar—dan perubahan ini dipicu oleh ketidakefisienan sistem keamanan yang ada saat ini. Singkatnya, organisasi sudah lelah dengan keamanan reaktif yang tidak efektif. Percakapan di acara ini sangat terbuka, teknologinya mengesankan, dan tema utamanya? Urgensi. Berikut adalah poin-poin penting dari acara tersebut—terutama dari sudut pandang pemimpin keamanan Sistem Siber-Fisik (Cyber-Physical Systems / CPS): AI Bukan Lagi Uji Coba, Tapi Sudah Terintegrasi Mulai dari AI copilot milik Siemens hingga sistem inspeksi otonom, AI industri kini sudah menyatu dengan operasi pabrik. Namun, karena banyak keputusan kini diambil secara otomatis, keamanan dan integritas data OT (Operational Technology) yang menjadi dasar keputusan AI menjadi sangat penting. Melindungi OT sekarang berarti melindungi logika yang mendasari keputusan AI. Ketegangan Geopolitik Mengubah Prioritas Industri Perubahan kondisi ekonomi global, ketegangan rantai pasok, dan dorongan untuk kedaulatan teknologi serta kepercayaan terhadap infrastruktur digital membuat keamanan industri menjadi prioritas utama. Ditambah dengan konflik geopolitik dan semakin mudahnya akses ke kemampuan serangan siber canggih oleh penjahat dunia maya, industri manufaktur Eropa kini menghadapi risiko yang lebih besar. Ini memperkuat pentingnya keamanan CPS yang kuat dan menyeluruh. Perusahaan Menengah Jerman (Mittelstand) Mulai Jadi Fokus Dengan adanya regulasi seperti NIS2, Cyber Resilience Act, dan IT-Sicherheitsgesetz 2.0 di Jerman, perusahaan-perusahaan menengah kini wajib memenuhi standar keamanan siber yang ketat. Sayangnya, banyak dari perusahaan ini kekurangan tenaga ahli keamanan dan sumber daya internal untuk memenuhinya. Inilah peluang bagi penyedia keamanan eksternal yang memahami risiko spesifik OT untuk menjadi mitra strategis mereka. Keamanan Siber Kini Jadi Topik di Tingkat Direksi Perubahannya sangat terasa tahun ini. CEO dan manajer pabrik tidak lagi bertanya apakah mereka harus berinvestasi dalam keamanan OT—mereka bertanya seberapa cepat itu bisa diterapkan. Dengan adanya kekurangan tenaga kerja, ancaman ransomware yang meningkat, dan risiko operasional yang nyata, keamanan CPS kini dipandang sebagai faktor pendukung uptime, bukan lagi sebagai beban biaya. Platform CPS Terpadu Kini Jadi Kebutuhan Utama Salah satu tema besar di Hannover Messe: kebutuhan akan platform terpadu yang menggabungkan IT dan OT. Selama ini, tim IT dan OT sering bekerja secara terpisah, menyebabkan celah dalam cakupan keamanan, duplikasi alat, dan respons insiden yang tidak sinkron. Platform CPS yang terpadu akan memberikan manfaat berikut: Visibilitas bersama atas aset IT dan OT Respons ancaman yang terkoordinasi Laporan kepatuhan yang selaras Integrasi mulus dengan infrastruktur keamanan dan otomatisasi perusahaan yang sudah ada Di era otomasi berbasis AI dan regulasi yang terus berkembang, kolaborasi IT-OT bukan lagi pilihan—tapi keharusan. Catatan Pribadi 12 bulan ke depan akan sangat menentukan. Khususnya bagi Jerman dengan karakter ekonomi yang unik, keamanan CPS harus menjadi prioritas untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Penyedia solusi keamanan yang mampu menawarkan keamanan CPS yang terpercaya, dapat diskalakan, dan siap menghadapi regulasi—serta mampu menjembatani celah antara IT, OT, dan IoT—akan memimpin gelombang inovasi industri selanjutnya. Rasa Mendesak yang Nyata Selama beberapa tahun terakhir, kita sudah sering bicara soal pentingnya keamanan CPS. Tapi kini, perubahan itu datang dengan cara yang mengganggu. Setahun dari sekarang, akan terlihat jelas perbedaan antara perusahaan yang mengambil tindakan yang dibutuhkan dan mereka yang tidak siap. Contoh “baik” dari ketidaksiapan ini adalah krisis energi Jerman akibat sanksi terhadap Rusia. Pemimpin industri harus memutuskan: mereka ingin berada di sisi sejarah yang mana? Untuk Pemimpin Industri Jerman dan Perusahaan Mittelstand: Jika Anda sedang berupaya mematuhi NIS2, mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan produksi, atau mengalami kesulitan dengan sistem keamanan OT lama—kami siap membantu. Kami bisa mengamankan operasi Anda tanpa menghambat jalannya bisnis. Tantangan keuangan memang nyata, tapi tidak boleh jadi alasan untuk menunda kesiapan. Untuk GSI dan System Integrator: Pasarnya sudah siap—tapi pelanggan tidak hanya mencari produk, mereka butuh mitra terpercaya. Mari kita bekerja sama untuk menghadirkan keamanan CPS yang tahan banting dan sesuai regulasi—dan benar-benar menjawab kebutuhan industri. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
Perlombaan Senjata AI: Apa Arti Laporan Armis Cyberwarfare 2025 bagi Praktisi Keamanan
Edisi ketiga dari Armis Cyberwarfare Report 2025 menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan. Perang siber saat ini ditandai dengan meningkatnya serangan yang disponsori negara, penggunaan AI sebagai senjata, dan fokus serangan yang semakin mengarah pada infrastruktur penting seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam laporan tahun ini, 87% pengambil keputusan di bidang TI menyatakan khawatir terhadap dampak perang siber—naik tajam dari 54% tahun sebelumnya. Hal ini bukan hanya karena instabilitas politik global, tetapi juga karena AI telah mengubah secara mendasar lanskap ancaman siber—baik di dunia fisik maupun digital. Sebagai praktisi keamanan, kita harus bertanya: apa dampak potensialnya? Bagaimana kita harus menyesuaikan strategi pertahanan di dunia di mana AI digunakan oleh penyerang dan juga pembela? Laporan ini memberikan wawasan penting, bukan hanya tentang perubahan pola serangan, tetapi juga tentang perlunya pergeseran besar dalam strategi keamanan siber. Harapan vs Realita Laporan ini menyoroti kontras antara cita-cita keamanan dan kenyataan di lapangan: 81% pemimpin TI ingin sistem keamanannya bersifat proaktif, namun 58% mengakui bahwa mereka masih bertindak secara reaktif. Tantangan seperti konsolidasi pasar, regulasi, dan celah keamanan lama membuat organisasi tetap rentan. Meskipun ada minat yang besar terhadap keamanan berbasis AI, setengah dari tim TI belum memiliki keahlian untuk mengimplementasikannya secara efektif. Ancaman dari negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara tetap menjadi perhatian utama, dengan 72% pemimpin TI khawatir kemampuan siber negara-negara ini bisa memicu perang siber skala penuh. Michael Freeman dari Armis menegaskan bahwa menutup kesenjangan antara niat dan kesiapan adalah hal yang penting—dan solusi berbasis AI adalah kunci untuk memperkuat pertahanan sebelum ancaman perang siber berikutnya muncul. Yang lebih penting lagi, tim keamanan harus melampaui sekadar visibilitas aset—mereka harus benar-benar memetakan dan mengamankan seluruh permukaan serangan, termasuk cloud, aplikasi SaaS, dan infrastruktur hybrid. Runtuhnya Keamanan Berbasis Perimeter Laporan ini juga menunjukkan fakta penting lainnya: arsitektur keamanan tradisional tidak lagi memadai. Penyerang sekarang menggunakan AI untuk melewati sistem keamanan yang ada, dan 85% pemimpin TI melaporkan bahwa teknik penyerangan sering kali berhasil menembus alat keamanan yang mereka gunakan. Phishing masih menjadi teknik utama untuk menembus pertahanan di negara seperti Prancis, AS, dan Italia, sementara pencurian kredensial dan serangan brute-force lebih umum di Jerman. Kita sudah lama tahu bahwa pendekatan keamanan berbasis perimeter sudah usang. Permukaan serangan modern—mencakup IT, OT, dan IoT—memerlukan pendekatan baru: pemantauan berkelanjutan (CTEM), intelijen ancaman real-time, dan deteksi anomali berbasis AI. Jika tim keamanan belum menggunakan AI untuk berburu ancaman secara proaktif—termasuk pada cloud dan aplikasi penting—maka mereka sudah tertinggal. Perang Siber adalah Ancaman Ekonomi dan Sosial Temuan paling mengkhawatirkan dalam laporan ini adalah dampak finansial dan operasional dari perang siber. Pembayaran tebusan (ransomware) semakin tinggi, dengan rata-rata $10,1 juta per serangan di AS dan Australia. Industri penting seperti kesehatan, utilitas, dan manufaktur merasakan dampak paling berat dari serangan yang didukung AI. Serangan ransomware terhadap Change Healthcare di tahun 2024, yang membocorkan data 190 juta warga Amerika, hanyalah contoh dari ancaman yang sedang kita hadapi sebagai komunitas keamanan. Kita tidak lagi menghadapi isu keamanan TI biasa—ini sudah menjadi krisis ekonomi dan sosial. Bahkan, 75% pengambil keputusan TI percaya bahwa perang siber akan semakin menyasar lembaga-lembaga yang mewakili kebebasan pers dan pemikiran independen. Perang siber bukan hanya tentang keuntungan finansial atau spionase, tapi juga tentang mengguncang institusi demokratis, mempengaruhi pemilu, dan merusak kepercayaan publik. Jalan ke Depan: Ketahanan Siber Berbasis AI Jadi, apa langkah selanjutnya? Laporan ini jelas menunjukkan bahwa ancaman berbasis AI hanya bisa dilawan dengan pertahanan berbasis AI juga. Beberapa rekomendasi penting: Beralih dari reaktif ke proaktif – Saat ini, 58% organisasi masih merespons serangan setelah terjadi. Tim keamanan perlu menerapkan model AI prediktif, sistem peringatan dini, dan deteksi anomali real-time untuk mencegah serangan sejak awal—baik di lingkungan IT, OT, IoT, maupun cloud. Investasi pada intelijen ancaman berbasis AI – Organisasi membutuhkan visibilitas terhadap ancaman baru di permukaan digital dan dark web. AI bisa memberikan pemantauan berkelanjutan, penilaian risiko adaptif, dan respons otomatis yang tidak bisa dicapai oleh sistem tradisional. Menutup kesenjangan keahlian AI – Setengah dari pemimpin TI mengakui kurangnya keahlian dalam keamanan AI. Maka dari itu, peningkatan keterampilan tim, penggunaan platform keamanan berbasis AI, dan otomatisasi threat hunting di semua jenis aset—termasuk cloud dan aplikasi—harus jadi prioritas. Mengadopsi pendekatan Zero Trust – Di tengah meningkatnya serangan berbasis identitas yang didukung AI, arsitektur Zero Trust—di mana tidak ada pengguna, perangkat, atau aplikasi yang otomatis dipercaya—menjadi hal yang wajib. Penutup: Seruan untuk Bergerak Armis Cyberwarfare Report 2025 menandai titik balik penting dalam cara kita menjaga keamanan organisasi. Perang siber berbasis AI sedang meningkat, dan pendekatan lama yang reaktif, terpecah-pecah, dan tanpa visibilitas menyeluruh sudah tidak relevan lagi. Ketahanan siber sejati memerlukan visibilitas penuh atas semua aset—IT, OT, IoT, dari darat hingga cloud—ditambah sistem deteksi dini untuk mencegah serangan sebelum terjadi. Perang siber bukan lagi sekadar masalah keamanan TI—ini sudah menjadi risiko bisnis, ancaman terhadap keamanan nasional, dan tantangan bagi masyarakat. Organisasi yang tidak berkembang dari manajemen risiko statis akan menanggung kerugian finansial, dan bahkan bisa menjadi korban dalam era konflik digital ini. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!