Skip to content
  • Beranda
  • Armis Centrix™
    • Armis Centrix™ for Asset Management and Security
    • Armis Centrix™ for Early Warning
    • Armis Centrix™ for Medical Device Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security (On-Prem)
    • Armis Centrix™ for Vulnerability Prioritization and Remediation
  • Armis Labs
    • Armis Asset Intelligence Engine
    • Armis Centrix™ OT/ IoT Secure Remote Access (SRA)
    • Armis Centrix™ Smart Active Querying
    • Data Sources
    • Telemetry Intelligence
  • Blog
  • Hubungi Kami

Category: blog

January 5, 2026January 5, 2026

CTEM Tanpa “Swivel Chair”: Membuat Alur Kerja Keamanan Siber Benar-Benar Efektif

Mari jujur sejenak. Tim keamanan tidak butuh dashboard tambahan. Yang mereka butuhkan adalah lebih sedikit hambatan. Lebih sedikit waktu terbuang untuk pindah-pindah tool. Lebih sedikit kebingungan soal konteks aset. Dan yang paling penting, tidak perlu lagi “swivel chair”—bolak-balik antar SIEM, CMDB, dan platform aset hanya untuk menanggapi satu alert yang terus berdetak. Inilah alasan mengapa Armis Centrix™ Chrome Extension dibuat. Ini adalah tool ringan berbasis klik kanan yang membawa kekuatan penuh Armis Centrix™ langsung ke browser, tepat di tempat analis keamanan sudah bekerja setiap hari. Tidak perlu buka tab baru. Tidak perlu login ulang. Tidak ada gangguan alur kerja. Yang ada hanya jawaban cepat, karena saat investigasi sedang berlangsung, konteks, kecepatan, dan mitigasi adalah segalanya. Dari Alert ke Tindakan, Tanpa Ribet Bayangkan aktivitas harian di SOC (Security Operations Center). Sebuah alert muncul. Analis harus segera memahami: Perangkat apa ini? Terhubung ke mana? Apakah rentan? Apakah kritikal bagi bisnis? Apakah ada tanda-tanda kompromi? Semua ini memakan waktu. Dan setiap detik yang terbuang meningkatkan dampak serangan (blast radius). Biasanya, proses ini melibatkan: Login ke platform lain Melakukan pencarian manual Membuka banyak tab Bolak-balik antar tool Bahkan kadang harus bertanya ke rekan via Slack Proses ini rumit dan melelahkan, dan sayangnya sangat umum. Dengan Armis Centrix™ Chrome Extension, semua konteks itu tersedia secara instan. Cukup sorot IP address, nama perangkat, atau teks apa pun di tool berbasis browser—baik itu SIEM, sistem tiket, email, atau dashboard lain—lalu klik kanan. Dalam hitungan detik, Anda langsung mendapatkan: Profil perangkat lengkap Skor risiko Daftar kerentanan Koneksi jaringan Anomali perilaku Dan konteks penting lainnya Tidak perlu lagi lompat antar platform. Data yang Anda butuhkan langsung muncul, tepat saat dibutuhkan. Mengurangi MTTR dengan Satu Klik Dalam keamanan siber, kecepatan adalah segalanya. Salah satu metrik paling penting adalah MTTR (Mean Time to Respond)—waktu rata-rata untuk merespons insiden. Semakin lama respons, semakin besar risiko berubah dari “masalah kecil” menjadi kebocoran besar. Chrome Extension ini memangkas banyak langkah dalam proses investigasi: Tidak perlu pivot antar tool Tidak perlu pencarian manual berulang Tidak perlu menunggu konteks dari sistem lain Hasilnya: Investigasi lebih cepat Triage lebih akurat Remediasi lebih sigap Insiden lebih cepat ditutup Semua ini secara langsung menurunkan MTTR dan mengurangi waktu yang terbuang akibat “tool sprawl”. Membantu SOC Mencapai KPI Pimpinan SOC hidup dengan metrik seperti: Waktu respons Jumlah kasus yang ditutup Alert fatigue Jumlah eskalasi Namun, memperbaiki angka-angka ini tidak mudah—terutama jika tim kecil atau banyak analis junior. Chrome Extension ini memberikan intelijen aset dan Early Warning dari Armis langsung ke tangan setiap analis, tanpa memandang tingkat pengalaman mereka. Dampaknya: Tiket tidak menumpuk Eskalasi berkurang Eskalasi yang memang perlu terjadi dilakukan lebih cepat dan tepat Kesalahan analis menurun karena konteks selalu tersedia Dengan kata lain, analis bekerja lebih percaya diri dan lebih akurat. Melakukan Lebih Banyak dengan Tim yang Ada Di banyak organisasi, efisiensi sedang dipaksakan. Jumlah personel tidak bertambah, tapi beban kerja terus meningkat. Dalam kondisi ini, efisiensi bukan lagi sekadar nilai tambah—tapi strategi bertahan hidup. Armis Centrix™ Chrome Extension membantu dengan: Mengurangi pencarian manual Menghindari investigasi ganda Meminimalkan kolaborasi yang tidak perlu Analis bisa tetap fokus, tidak kehilangan konteks, dan mendapatkan jawaban lebih cepat. Artinya: Lebih banyak kasus ditangani Lebih banyak kasus ditutup Biaya operasional menurun tanpa mengorbankan keamanan Ini Bukan Sekadar Dashboard Baru Armis Centrix™ Chrome Extension bukan tentang membuat dashboard tambahan. Ini tentang menghilangkan kebutuhan untuk hidup di dalam dashboard. Tool ini membawa konteks mendalam Armis langsung ke: SIEM Email Sistem tiket Tool yang sudah digunakan sehari-hari Dan ini baru permulaan dari cara baru memikirkan Cyber Exposure Management di dunia yang bergerak sangat cepat. Jika tim Anda: Tenggelam dalam banyak tab Kehilangan waktu mencari data perangkat Kewalahan menghadapi alert yang terus berdatangan Maka Chrome Extension ini bisa menjadi game changer. Karena dalam keamanan siber: Kecepatan tanpa kejelasan itu berbahaya Kejelasan tanpa kecepatan itu tidak berguna Armis Centrix™ Chrome Extension menghadirkan keduanya—sekaligus. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
January 5, 2026January 5, 2026

Shai-Hulud dan Ekosistem npm: Mengapa CTEM Harus Melampaui Batas Internal Perusahaan

Peringatan terbaru dari CISA (Cybersecurity and Infrastructure Security Agency) menunjukkan betapa rapuh dan saling terhubungnya rantai pasok digital saat ini. Sebuah serangan besar pada ekosistem npm—fondasi dari banyak aplikasi web dan enterprise modern—telah menginfeksi lebih dari 500 paket perangkat lunak. Serangan ini menggunakan malware berbentuk worm yang diberi nama Shai-Hulud. Malware ini mencuri kredensial cloud seperti AWS, GCP, Azure, serta GitHub Personal Access Token, lalu menyebar sendiri dengan menyisipkan kode berbahaya ke paket npm lainnya. Shai-Hulud bukan kasus tunggal. Menurut Gartner, pada tahun 2026, 45% organisasi akan mengalami serangan rantai pasok perangkat lunak, meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2021. Fakta ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tradisional yang hanya mengandalkan “patching sebisanya” sudah tidak lagi cukup. Ketika bisnis Anda bergantung pada open-source software dan integrasi pihak ketiga, maka permukaan serangan (attack surface) Anda meluas jauh melampaui sistem yang Anda kelola sendiri. Rantai Pasok Digital: Medan Perang Baru Keamanan Siber Tahukah Anda bahwa: 94% aplikasi menggunakan komponen open-source 84% perusahaan mengalami serangan rantai pasok software dalam 12 bulan terakhir Serangan seperti Shai-Hulud menyebar sangat cepat karena praktik pengembangan modern sangat bergantung pada package registry seperti npm. Satu library yang terinfeksi dapat berdampak pada ribuan organisasi sekaligus. Bagi perusahaan, ini berarti keamanan tidak lagi hanya soal: Apakah server sudah dipatch? Apakah endpoint sudah dimonitor? Namun juga tentang: Apakah library kode yang digunakan aman? Apakah API dan partner pihak ketiga dapat dipercaya? Mengapa Continuous Threat Exposure Management (CTEM) Itu Penting Menurut Armis, CTEM harus mencakup seluruh ekosistem digital, bukan hanya aset internal perusahaan, tetapi juga rantai pasok dan koneksi pihak ketiga. CTEM modern bukan sekadar pemindaian berkala. CTEM harus berjalan secara terus-menerus dan mencakup beberapa elemen penting berikut: 1. Inventaris Aset yang Lengkap dan Real-Time Semua yang terhubung adalah bagian dari attack surface, termasuk: Laptop developer Perangkat IoT yang tidak dikelola Integrasi SaaS pihak ketiga Riset Armis Labs menunjukkan bahwa 40% aset yang terhubung di perusahaan tidak terkelola atau bahkan tidak diketahui, sehingga menjadi risiko besar yang tidak terlihat. 2. Memahami Dampak Kerentanan terhadap Bisnis Tidak semua kerentanan memiliki risiko yang sama. CTEM membantu mengaitkan kerentanan dengan konteks bisnis, misalnya: Sistem mana yang terhubung ke data pelanggan? Mana yang berdampak langsung ke operasional? Dengan begitu, perusahaan bisa fokus pada risiko yang paling berbahaya. 3. Peringatan Dini di Seluruh Rantai Pasok Ancaman seperti Shai-Hulud menyebar dalam hitungan jam, bukan bulan. Oleh karena itu: Monitoring real-time Pemantauan dependency software Korelasi anomali lintas sistem menjadi sangat penting. Solusi vulnerability tradisional tidak cukup cepat menghadapi ancaman semacam ini. 4. Prioritas dan Mitigasi Risiko Dalam serangan rantai pasok, tidak mungkin menutup semua celah sekaligus. CTEM membantu menentukan prioritas perbaikan pada: Sistem dengan data sensitif Pipeline pengembangan Sistem yang menghadap ke internet Pelajaran Penting dari Kasus Shai-Hulud Insiden ini mengajarkan beberapa kenyataan pahit: Developer adalah bagian dari attack surface Kredensial dan token menjadi target utama penyerang. Dependency bertingkat menyembunyikan risiko Satu library berbahaya yang tersembunyi beberapa lapis bisa merusak seluruh aplikasi. Visibilitas menyeluruh adalah keharusan Tanpa pemantauan terus-menerus, Anda tidak akan tahu kapan rantai pasok berubah menjadi pintu masuk serangan. Mengamankan Lanskap Digital yang Lebih Luas Perusahaan harus melampaui pendekatan reaktif dan mulai mengadopsi manajemen eksposur proaktif, dengan langkah-langkah seperti: Membangun inventaris aset yang selalu diperbarui Mengaitkan kerentanan dengan aset yang kritis bagi bisnis Memperluas CTEM ke pihak ketiga, API, dan ekosistem cloud Menggunakan sistem peringatan dini untuk mendeteksi ancaman sejak awal Kesimpulan Serangan Shai-Hulud menegaskan satu hal penting: Mengamankan perusahaan hari ini berarti mengamankan extended enterprise—mulai dari setiap perangkat internal hingga setiap dependency di rantai pasok software. Di sinilah CTEM memberikan nilai nyata: memberikan visibilitas menyeluruh, membantu menentukan prioritas risiko, dan menyediakan peringatan dini agar organisasi bisa selangkah lebih maju dari serangan berikutnya. Karena ancaman berikutnya mungkin sudah sedang menyebar—dan kita hanya belum menyadarinya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!  

Read More
January 5, 2026January 5, 2026

Armis MCP Server: Mengubah Asisten Digital dari Sekadar “Ngobrol” Menjadi Benar-Benar Bekerja

Pernah merasa asisten AI Anda sangat pintar saat menjawab pertanyaan, tapi kurang membantu ketika harus benar-benar melakukan sesuatu? Hal ini terjadi karena kebanyakan AI saat ini masih bekerja di dalam “ruang tertutup”. Mereka hanya bisa menggunakan data dan alat yang sudah tersedia saat pelatihan, tanpa akses langsung ke sistem atau data terbaru. Kini, sebuah standar industri baru bernama MCP (Model Context Protocol) hadir untuk mengubah keadaan. MCP dapat diibaratkan sebagai remote universal untuk AI, yang memungkinkan AI terhubung secara aman dan terstandar dengan berbagai sistem eksternal. Dengan adanya MCP Server, cara kita berinteraksi dengan data dan tools akan berubah secara drastis. Manfaat MCP Server Secara Singkat Dengan dukungan MCP, AI tidak lagi sekadar memberi saran, tetapi juga bisa melakukan aksi nyata: Tim jadi lebih produktif: Pengguna bisa menjalankan tindakan langsung dari AI favorit mereka tanpa perlu berpindah aplikasi atau dashboard. Proses lebih sederhana: Tugas yang biasanya memerlukan banyak langkah kini bisa dilakukan dengan satu perintah. Keamanan lebih baik: Dengan perintah bahasa alami, risiko keamanan bisa ditemukan dan ditangani lebih cepat. Masalah dengan Cara Lama Bayangkan AI seperti seseorang yang sudah membaca semua buku di perpustakaan, tetapi belum pernah keluar ke dunia nyata. Pengetahuannya luas, tetapi tidak bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Untuk menghubungkan AI dengan sistem eksternal—misalnya sistem tiket IT, CRM, atau database—developer harus membuat integrasi khusus satu per satu. Proses ini: Memakan waktu lama Rumit Rentan terhadap celah keamanan Tidak mendukung data real-time Akibatnya, pengalaman pengguna menjadi tidak efisien dan potensi AI tidak dimanfaatkan sepenuhnya. MCP Server: “Remote Universal” untuk AI MCP Server mengubah segalanya. Ia berfungsi sebagai jembatan aman dan terstandar antara AI dan dunia luar. Alih-alih membuat banyak integrasi terpisah, AI cukup terhubung ke satu MCP Server, dan server inilah yang menangani sisanya. Cara kerjanya sederhana: AI menerima permintaan dari pengguna, misalnya: “Tampilkan 3 kerentanan keamanan paling kritis di kantor New York dan cara mengatasinya.” MCP Server memahami permintaan tersebut dan tahu sistem mana yang harus diakses. Server mengambil data terbaru secara aman dari sistem terkait. AI menyajikan hasilnya dalam bahasa yang mudah dipahami. Proses ini cepat, aman, dan siap digunakan tanpa konfigurasi rumit. Armis MCP Server di Armis Centrix™ Sejak rilis Armis Centrix™ v25.3, Armis telah mendukung MCP Server untuk integrasi langsung dengan AI populer seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot. Artinya, Anda bebas memilih AI favorit, sementara data tetap aman dan terkontrol di dalam platform Armis. AI hanya bisa mengakses informasi yang memang diizinkan, sehingga privasi dan keamanan data tetap terjaga. Contoh Penggunaan Nyata 1. Analisis Kesenjangan Keamanan (Gap Analysis) Sering kali ada aset yang tidak dipantau atau tidak dipindai dengan benar. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menjadi pintu masuk serangan siber. Dengan MCP Server: Celah keamanan dapat ditemukan dengan cepat AI memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai Risiko serangan bisa ditekan sejak awal 2. Manajemen Siklus Hidup Aset Sistem atau aplikasi yang sudah tidak didukung (end-of-support) berisiko tinggi dan bisa melanggar regulasi. Armis membantu Anda: Mengidentifikasi sistem lama dengan cepat Memastikan versi agen selalu terbaru Mengurangi risiko dan biaya dari sistem usang 3. Prioritas dan Perbaikan Kerentanan Jumlah kerentanan sering kali sangat banyak dan sulit dikelola. Cukup ajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari, AI akan memberikan: Kerentanan yang sedang tren Peringatan dini untuk ancaman baru Rekomendasi perlindungan jangka pendek dan panjang Revolusi Sesungguhnya: AI yang Bisa Bertindak Perubahan terbesar adalah AI yang tidak hanya memberi informasi, tetapi juga bertindak. Dengan menggabungkan beberapa MCP Server, AI bisa: Membuat tiket JIRA otomatis Mengirim notifikasi ke Slack Mengelola tugas IT secara end-to-end Contohnya, Anda cukup berkata: “Cari 3 kerentanan paling kritis, buat tiket JIRA jika belum ada, dan beri tahu tim IT lewat Slack.” AI akan menjalankan semuanya secara otomatis dan terkoordinasi. Menuju Era Baru: AI sebagai Partner Sejati MCP diprediksi akan menjadi standar seperti Language Server Protocol (LSP) di dunia pemrograman. Ia akan menciptakan ekosistem AI yang lebih cerdas, terhubung, dan dapat dipercaya. Dengan MCP, AI bisa mengakses data terbaru dari berbagai sumber secara real-time, sehingga jawabannya lebih akurat, relevan, dan langsung bisa ditindaklanjuti. Di era ini, AI bukan lagi sekadar chatbot pintar, melainkan partner digital yang benar-benar membantu pekerjaan Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
December 9, 2025December 9, 2025

Peringatan: Memahami dan Mengurangi Risiko Kerentanan Microsoft Exchange Hybrid

Minggu lalu, CISA (Badan Keamanan Siber AS) mengeluarkan Arahan Darurat 25-02 mengenai kerentanan serius pasca-autentikasi (CVE-2025-53786) yang ditemukan dalam konfigurasi Microsoft Exchange hybrid-joined. Secara spesifik, kerentanan ini menargetkan sistem yang menghubungkan server Exchange on-premises (lokal) dengan Exchange Online di Microsoft 365. Jika penyerang mendapatkan akses administratif ke server Exchange lokal Anda (aset bernilai tinggi yang sering jadi sasaran), celah ini bisa memberi mereka jalan langsung ke lingkungan cloud Anda. Artinya, mereka dapat meningkatkan hak akses (privilege escalation) dan mengambil kendali signifikan atas M365 Exchange Online Anda. Dengan kata sederhana: jika server Exchange Anda disusupi, cloud Anda kini juga berisiko. Mengapa Ini Lebih dari Sekadar Masalah “Patching” Saya ingin tekankan bahwa ini bukan sekadar kerentanan “Patch Tuesday” biasa. Ini adalah pengingat betapa berbahayanya hubungan kepercayaan (trust) hybrid jika tidak dikelola dan dipantau dengan ketat secara real-time. Dalam dunia nyata, penyerang tidak peduli apakah titik masuknya adalah server lokal yang salah konfigurasi atau layanan web yang belum ditambal. Mereka peduli pada ke mana titik masuk itu bisa membawa mereka. Dalam kasus ini, titik masuknya adalah server Exchange lokal Anda. Jalan yang dibukanya adalah menuju cloud Anda. Dan karena email sering menjadi tulang punggung identitas dan akses di organisasi, peretasan pada level ini dapat berdampak meluas ke seluruh bisnis atau instansi Anda. Dari perspektif manajemen paparan siber (cyber exposure management), inilah skenario yang kami peringatkan: satu aset rentan bertindak sebagai pijakan (beachhead) di mana serangan dapat bergerak secara lateral antara lingkungan yang seharusnya terpisah. Apa yang Perlu Dilakukan Sekarang Arahan CISA menjelaskan langkah teknis dengan jelas: 1.  Jalankan Exchange Server Health Checker. 2.  Tentukan tingkat Cumulative Update Anda. 3.  Tambal dengan hotfix April 2025. 4.  Tingkatkan versi yang tidak didukung. 5.  Beralih ke aplikasi hybrid Exchange khusus yang baru di Entra ID. 6.  Jika Anda memiliki server yang tidak bisa ditambal (misalnya, yang sudah habis masa dukungan), putuskan segera dari jaringan. Itu panduan resminya. Tapi inilah realitas praktis yang saya tambahkan:    Jika Anda masih menjalankan “server Exchange terakhir” setelah memindahkan semua mailbox ke M365, sekaranglah waktunya untuk mematikannya. Server hybrid sisa itu seperti meninggalkan kunci apartemen lama Anda di bawah keset setelah pindah. Jangan berasumsi cloud Anda aman hanya karena itu “masalah Microsoft”. Hybrid berarti tanggung jawab bersama, dan kerentanan ini adalah pintu masuk bersama. Pemantauan harus real-time dan berkelanjutan. Waspadai tanda-tanda penyalahgunaan kredensial, akses mailbox yang tidak biasa, atau peningkatan hak akses, baik di lokal maupun di M365. Ini bukan hanya tentang menghentikan eksploitasi awal; ini tentang menangkap langkah kedua dan ketiga yang mungkin dilakukan penyerang. Gambaran yang Lebih Besar Masalah Exchange ini hanyalah yang terbaru dalam serangkaian insiden keamanan yang berdampak pada lingkungan hybrid. Saat organisasi “bertransformasi”, kita cenderung fokus mengamankan cloud, tetapi penyerang mencari tautan terlemah – dan seringkali, itu adalah infrastruktur warisan (legacy) atau yang “setengah bermigrasi”. Menambal (patching) dan hotfix sangat penting, tetapi itu tidak cukup sendiri. Di sinilah pendekatan manajemen paparan siber yang sebenarnya mengubah segalanya: Mengetahui secara tepat aset apa yang Anda miliki, bahkan yang terlupakan. Memahami hubungan kepercayaan antar sistem dan layanan. Menemukan dan secara aktif mengurangi jalur yang dapat diambil penyerang. Jika ada satu hal yang dapat Anda ambil dari peringatan ini, biarkan ini: setiap sistem lokal yang terhubung ke cloud Anda adalah jalur serangan potensial. Dan waktu terbaik untuk mengamankan jalur serangan adalah sebelum seseorang menggunakannya untuk melawan Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
December 9, 2025December 9, 2025

Keamanan Air Sedang Terancam: Mengapa CTEM Menjadi Penyelamat bagi Infrastruktur Kritis

Dua belas tahun yang lalu, insiden keamanan di Bendungan Bowman membuka mata dunia tentang betapa rentannya sistem air kita. Walaupun kejadian itu sudah lama berlalu, kenyataannya sedikit sekali perubahan yang terjadi. Teknologi semakin maju, pelaku kejahatan siber semakin cerdas, dan risiko semakin besar. Namun, pertahanan kita terhadap serangan justru masih tertinggal. Saat ini, dibutuhkan sedikit sekali usaha untuk menyebabkan kerusakan besar. Satu perubahan pengaturan pada sistem SCADA saja bisa membuat air minum menjadi berbahaya. Gangguan kecil pada fasilitas pengolahan air limbah dapat mengubah limbah menjadi ancaman biologis. Ini bukan sekadar teori—kejadian seperti ini telah terbukti bisa terjadi. Apalagi sekarang, dengan adanya AI yang memperkuat kemampuan penyerang, mereka dapat membuat celah keamanan langsung di tingkat kode dan melakukan serangan dalam skala besar. Sementara itu, tim keamanan masih berjuang mengejar ketertinggalan. Negara-Negara Mulai Menjadikan Air sebagai Target Serangan Contoh paling jelas terlihat di Eropa. Kelompok peretas yang terkait dengan Rusia berulang kali menyerang infrastruktur air—membuka katup, membanjiri sistem, bahkan memamerkan akses mereka di media sosial. Di Polandia, perusahaan air menerima hingga 300 serangan per hari, tiga kali lipat dari tahun lalu. Intelijen Norwegia mengonfirmasi bahwa peretas pernah mengendalikan katup bendungan selama hampir empat jam. Di Amerika Serikat, para peretas yang diduga berasal dari Rusia menyebabkan tangki air di Texas meluap pada tahun 2024. Ini bukan sekadar serangan iseng. Ini adalah “tes kapasitas”—mencari titik lemah pada sistem penting, terutama di kota kecil yang anggaran keamanannya terbatas. Setiap serangan yang berhasil merusak kepercayaan publik dan menunjukkan betapa lemahnya sistem air yang kita andalkan. Mengapa “Inventaris Aset” Tidak Lagi Cukup Beberapa minggu lalu, CISA kembali menyerukan agar semua operator infrastruktur kritis membuat inventaris aset OT yang lengkap. Ini memang penting, tetapi harus diakui bahwa pelaku serangan dan pakar keamanan sebenarnya sudah melangkah jauh ke depan. Inventaris aset hanya memberi tahu apa saja perangkat yang ada. Namun itu tidak menjelaskan mana yang rentan, bagaimana perangkat-perangkat tersebut terhubung, risiko mana yang paling berbahaya, dan jalur mana yang mungkin digunakan penyerang untuk bergerak dalam jaringan. Sementara itu, AI yang digunakan penyerang berkembang jauh lebih cepat. Negara-negara menggunakan AI untuk menemukan kelemahan dengan kecepatan yang tidak bisa ditandingi manusia, membuat malware yang sulit dikenali, bahkan menyisipkan kode berbahaya ke dalam proyek open-source. Jika tim keamanan masih sibuk mencatat daftar aset, berarti mereka sudah tertinggal jauh. CTEM: Model yang Kita Butuhkan Sekarang Di sinilah peran Cyber Threat Exposure Management (CTEM). CTEM bukan sekadar membuat daftar aset. CTEM bertujuan untuk menilai, memvalidasi, dan memprioritaskan risiko secara terus-menerus, sehingga fasilitas air dapat bertindak sebelum negara lain menjadikan air sebagai senjata. Berikut adalah lima praktik CTEM yang wajib diterapkan fasilitas air saat ini: 1. Visibilitas Menyeluruh Melampaui IT 80% perusahaan air mengaku tidak memiliki inventaris aset siber yang lengkap. OT dan SCADA tidak boleh dianggap “terlalu sensitif untuk disentuh.” Teknologi saat ini memungkinkan pengecekan aset secara aman tanpa mengganggu operasi. Fasilitas air membutuhkan visibilitas menyeluruh pada sistem IT, OT, IoT, dan BMS disertai konteks risiko real-time. 2. Prioritas Risiko Secara Berkelanjutan Tidak semua kerentanan sama pentingnya. Contoh: PLC pengontrol katup dengan CVE yang belum diperbaiki jauh lebih berbahaya dibandingkan pelanggaran password di komputer kantor. CTEM memastikan risiko diprioritaskan berdasarkan dampaknya pada keselamatan dan ketersediaan air. 3. Validasi Jalur Serangan Negara-negara mencoba menembus sistem melalui jalur lateral. Fasilitas air harus melakukan hal yang sama—menguji bagaimana penyerang mungkin berpindah dari sistem IT ke OT. Pada serangan di Texas tahun 2024, peretas tidak perlu menguasai seluruh sistem; mereka hanya memanfaatkan celah antara IT dan OT untuk membuat tangki meluap. 4. Deteksi dan Threat Hunting Berbasis AI Jika penyerang menggunakan AI, maka pembela harus menggunakannya juga. Deteksi statis tidak cukup ketika serangan dapat berubah-ubah dalam hitungan detik. CTEM menyediakan kemampuan deteksi dini dan analisis berbasis AI. 5. Tata Kelola dan Rencana Ketahanan 70% fasilitas air tidak memiliki rencana respons insiden yang teruji. CTEM memastikan bahwa proses, kebijakan, dan sumber daya siap menghadapi gangguan. Ini mencakup simulasi serangan, evaluasi risiko rantai pasok, dan rencana pemulihan. Risikonya Terlalu Besar untuk Diabaikan Air adalah sumber kehidupan. Tetapi dalam era konflik siber antarnegara, air juga menjadi senjata yang paling mudah digunakan. Kita tidak bisa menunggu hingga terjadi insiden besar berikutnya untuk menyadari bahwa inventaris aset saja tidak akan menyelamatkan kita. CTEM memberi fasilitas air kerangka kerja untuk bergerak melampaui sekadar “melihat” menuju ketahanan nyata—di mana risiko dapat dipantau, diprioritaskan, dan ditangani sebelum dimanfaatkan oleh penyerang. Jika fasilitas air tidak meningkatkan pertahanannya sekarang, para penyerang akan terus menjadikan sistem air kita sebagai tempat uji coba. Dan itu adalah risiko yang tidak boleh kita biarkan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
November 18, 2025November 18, 2025

Sebelas Laporan Gartner® Hype Cycle™. Satu Platform yang Dibangun untuk Memprediksi dan Menyelesaikan Ancaman

Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Armis diakui sebagai Sample Vendor dalam sebelas laporan Gartner Hype Cycle 2025. Ini adalah pencapaian besar yang menunjukkan komitmen Armis untuk terus berinovasi dan menyediakan solusi keamanan kelas dunia di era cybersecurity yang serba cepat dan semakin dipengaruhi oleh teknologi AI. Laporan Gartner Hype Cycle memberikan gambaran berbasis data tentang tingkat kematangan dan adopsi teknologi-teknologi baru. Kami percaya, pengakuan di begitu banyak laporan menunjukkan kekuatan dan visi yang ada dalam Armis Centrix™ Cyber Exposure Management, sebuah platform yang dirancang untuk menghadapi tantangan permukaan serangan yang terus berkembang dengan visibilitas penuh dan teknologi keamanan yang mutakhir. Armis Diakui di 11 Laporan Gartner Hype Cycle 2025 Armis disebut sebagai Sample Vendor dalam laporan-laporan berikut: Hype Cycle for Security Operations, 2025 Hype Cycle for Cyber-Physical Systems, 2025 Hype Cycle for Real-Time Health System Technologies, 2025 Hype Cycle for Zero-Trust Technology, 2025 Hype Cycle for IT Operations, 2025 Hype Cycle for Manufacturing Operations Strategy, 2025 Hype Cycle for Private Mobile Network Services, 2025 Hype Cycle for Digital Grid, 2025 Hype Cycle for Discrete Manufacturing Technologies, 2025 Hype Cycle for Managing Operational Technology, 2025 Hype Cycle for Workload and Network Security, 2025 Mengapa Pengakuan Ini Penting Saat ini, organisasi menghadapi serangan yang semakin canggih, terutama karena AI memperkuat kemampuan para pelaku kejahatan siber. Serangan berbasis AI bisa melewati metode keamanan tradisional, membuat tim keamanan semakin kewalahan. Armis berada di garis depan untuk menjawab ancaman baru ini. Melalui platform Armis Centrix™, kami membantu organisasi menghadapi dua masalah besar: Permukaan serangan yang semakin luas karena semakin banyak perangkat yang terhubung Jenis ancaman baru yang didorong oleh AI dan terus berkembang Platform kami terus berkembang agar mampu mengikuti perubahan cepat dunia keamanan siber. Inovasi Armis untuk Menyelesaikan Tantangan Keamanan Kami percaya bahwa pengakuan di berbagai laporan ini adalah hasil dari fokus Armis dalam menyelesaikan tantangan keamanan paling kritis yang dihadapi banyak organisasi saat ini, yaitu: 1. Menyatukan Keamanan IT dan OT Banyak perusahaan kini memiliki dua dunia teknologi: IT (teknologi informasi) dan OT (teknologi operasional). Keduanya perlu diamankan secara bersamaan. 2. Memberikan Visibilitas Lengkap ke Semua Aset Armis membantu organisasi melihat semua perangkat yang terhubung—baik komputer, server, mesin industri, kamera, perangkat medis, maupun perangkat IoT lain. 3. Menyajikan Informasi Ancaman Secara Cepat Platform kami mampu menemukan tanda-tanda ancaman lebih awal sehingga tim keamanan bisa bereaksi sebelum terjadi kerusakan. 4. Membantu Menilai Risiko dengan Tepat Kami tidak hanya menunjukkan celah keamanan, tetapi juga membantu menentukan mana yang paling berbahaya bagi bisnis. 5. Mempercepat Perbaikan Kerentanan Dengan prioritas yang jelas, tim keamanan bisa memperbaiki masalah paling kritis terlebih dahulu. Kategori Inovasi Tempat Armis Diakui Dalam laporan-laporan Hype Cycle tersebut, Armis diakui dalam beberapa kategori inovasi penting: ● Exposure Assessment Platforms (EAPs) Platform yang secara terus-menerus mendeteksi masalah keamanan seperti kerentanan dan salah konfigurasi, lalu memetakan risikonya berdasarkan jalur serangan. ● Medical Device Risk Management Kategori ini berfokus pada keamanan perangkat medis (IoMT) yang sangat penting dalam layanan kesehatan modern. ● Cyber-physical Systems (CPS) Security Bidang yang memastikan sistem gabungan antara dunia digital dan fisik—seperti mesin pabrik dan perangkat industri—tetap aman dan stabil. ● CPS Protection Platforms (CPS-PPs) Teknologi yang memahami perilaku perangkat industri dan melindunginya dari serangan. Armis juga menjadi Leader dalam Gartner Magic Quadrant 2025 untuk CPS Protection Platforms. ● Cyber Asset Attack Surface Management (CAASM) Kategori yang membantu organisasi mengatasi masalah visibilitas aset dan paparan risiko yang sulit dikelola. Kami percaya bahwa pengakuan ini menunjukkan kemampuan Armis Centrix™ dalam memberikan perlindungan menyeluruh, mulai dari mendeteksi ancaman hingga membantu penyelesaian secara nyata. Komitmen Armis ke Depan Dengan pendapatan tahunan (ARR) lebih dari $300 juta dan terus berkembang, Armis berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi keamanan yang inovatif dan unggul. Kami ingin membantu organisasi di seluruh dunia menghadapi kompleksitas ancaman modern yang semakin sulit diprediksi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan pelanggan dan mitra yang telah mempercayai Armis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
October 28, 2025October 28, 2025

Armis Dinobatkan Sebagai Pemimpin dalam Laporan Forrester Wave™: Unified Vulnerability Management Solutions

Kami sangat senang berbagi kabar besar: Armis resmi diakui sebagai Pemimpin (Leader) dalam laporan The Forrester Wave™: Unified Vulnerability Management Solutions, Q3 2025. Di tengah pasar yang penuh dengan berbagai solusi keamanan, Armis menonjol karena satu hal penting — kami bukan hanya platform yang melaporkan kerentanan, tetapi platform yang benar-benar membantu organisasi mengurangi risiko siber secara nyata. Apa Itu Unified Vulnerability Management (UVM)? Menurut laporan Forrester, solusi UVM digunakan oleh organisasi untuk menggabungkan data kerentanan dari berbagai sumber ke dalam satu sistem pusat. Tujuannya adalah agar tim keamanan bisa lebih mudah mengelola, memprioritaskan, dan mempercepat proses perbaikan (remediasi) ketika menemukan celah keamanan. Dengan UVM, para profesional keamanan dan risiko (Security & Risk teams) bisa mengambil tindakan yang tepat dengan cepat dan mengurangi risiko operasional secara lebih efisien. Inilah yang menjadi kekuatan utama dari Armis Centrix™ for VIPR (Vulnerability, Prioritization, and Remediation) — solusi Armis yang dirancang untuk mengidentifikasi, menilai, dan memperbaiki kerentanan secara proaktif. Mengapa Armis Diakui Sebagai Pemimpin oleh Forrester Laporan Forrester Wave™: Unified Vulnerability Management Solutions, Q3 2025 mengevaluasi 10 penyedia solusi keamanan berdasarkan berbagai kriteria, seperti: Seberapa luas aset yang didukung Integrasi dengan sistem lain Kualitas data dan normalisasi informasi Kemampuan menilai tingkat risiko Kecepatan dan kecerdasan dalam merespons ancaman Inovasi, roadmap, dan ekosistem mitra Dalam penilaian tersebut, Armis mendapatkan peringkat tertinggi dalam kategori “Current Offering” (Penawaran Saat Ini) dan dinobatkan sebagai Leader. Forrester menulis: “Strategi Armis berfokus pada prinsip keamanan proaktif… Armis cocok untuk organisasi yang baru memulai perjalanan keamanan proaktif, maupun organisasi besar yang memerlukan kemampuan manajemen kerentanan tingkat lanjut.” Area di Mana Armis Meraih Skor Tertinggi Vulnerability Risk Scoring – Didukung oleh Armis Asset Intelligence Engine yang memadukan intelijen ancaman, dampak bisnis, dan konteks aset. Response Augmentation – Memberikan panduan tindakan perbaikan yang bisa langsung dijalankan oleh pemilik aset. Data Normalization – Membersihkan dan menyatukan data dari berbagai sumber yang terpisah. Customizations – Memungkinkan tim keamanan menyesuaikan model risiko sesuai kebutuhan perusahaan. Innovation – Terus berinovasi dengan AI, otomatisasi, dan fitur yang membantu analis bekerja lebih efisien. Roadmap – Peta pengembangan Armis selalu mengikuti tren pasar dan kebutuhan pelanggan. Lebih dari Sekadar Deteksi — Ini Tentang Pengurangan Risiko Armis melihat manajemen kerentanan bukan sebagai daftar masalah, melainkan strategi untuk membangun ketahanan siber. Dengan Armis Centrix™ for VIPR, perusahaan bisa menggabungkan intelijen aset, data risiko, dan ancaman waktu nyata untuk merespons lebih cepat dan lebih cerdas. Solusi ini juga mendukung seluruh jenis aset digital, termasuk: IT (Teknologi Informasi) OT (Operational Technology) IoT (Internet of Things) Perangkat medis (Healthcare IoMT) Inovasi dan Akuisisi Strategis Untuk memperkuat visinya, Armis telah mengakuisisi dua perusahaan besar: Silk Security dan CTCI. Keduanya kini telah terintegrasi ke dalam Armis VIPR, membawa kemampuan tambahan seperti: Intelijen ancaman yang lebih dalam Penilaian risiko berbasis konteks Pemeringkatan dan prioritas kerentanan Alur kerja remediasi otomatis Selain itu, Armis Vulnerability Intelligence Database dan Armis Labs secara rutin memberikan peringatan dini tentang ancaman baru, bahkan berminggu-minggu sebelum vendor keamanan lain mengetahuinya. Pesan dari CEO Armis “Saya percaya Armis dipilih sebagai Pemimpin karena Armis Centrix™ memang berbeda — platform ini membantu organisasi mengurangi risiko siber, bukan hanya melaporkannya. Kami sedang mendefinisikan ulang arti keamanan di dunia yang serba terhubung. Dengan Armis, organisasi bisa beralih dari sekadar bertahan ke langkah proaktif — bertindak sebelum serangan berdampak pada bisnis mereka. Pengakuan ini dari Forrester adalah bukti komitmen kami untuk terus berinovasi dan membantu pelanggan menghadapi tantangan keamanan terbesar mereka.” — Yevgeny Dibrov, Co-Founder & CEO, Armis Arah ke Depan: Masa Depan Armis Kami bangga dengan pengakuan ini, namun yang lebih penting adalah masa depan yang sedang kami bangun. Beberapa inovasi berikut sedang kami siapkan: AI-Powered Remediation Management – Rekomendasi dan eksekusi otomatis untuk perbaikan risiko tertinggi. Integrasi Lebih Dalam – Menyempurnakan ratusan integrasi yang sudah ada agar bisa bekerja dengan seluruh ekosistem teknologi pelanggan. Global Early Warning System – Memanfaatkan model perilaku penyerang dan intelijen prediktif. Modular Platform Flexibility – Organisasi bisa mulai dari kebutuhan kecil, lalu memperluas sesuai perkembangan. Seamless Automation – Mengurangi pekerjaan manual, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keamanan. Kesimpulan Pengakuan dari Forrester ini bukan sekadar prestasi bagi Armis, tetapi bukti nyata bahwa pendekatan proaktif terhadap keamanan adalah masa depan industri siber. Armis tidak hanya membantu organisasi mendeteksi ancaman, tapi juga membantu mereka bertindak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih efektif dalam mengurangi risiko. Dengan Armis Centrix™ dan VIPR, perusahaan di seluruh dunia kini memiliki alat untuk melindungi bisnis, reputasi, dan masa depan digital mereka. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
October 7, 2025October 7, 2025

Laporan Terbaru Armis Labs Ungkap Risiko Keamanan Baru dari Coding Berbasis AI

Asisten coding berbasis kecerdasan buatan (AI) memang menjanjikan produktivitas lebih tinggi bagi para pengembang perangkat lunak. Namun, laporan terbaru dari Armis Labs berjudul “Catch Attackers Before They Strike: Early Warning Insights for Software Supply Chain Attacks” mengungkap sisi gelap dari kemudahan ini — yaitu munculnya jalan baru bagi serangan siber melalui fenomena yang disebut slopsquatting dan vibe coding. Bagaimana Serangan Ini Terjadi Ancaman ini muncul karena kelemahan cara kerja model AI. Saat pengembang menggunakan asisten coding seperti GitHub Copilot atau ChatGPT untuk menulis kode, sistem AI kadang menyarankan nama paket perangkat lunak (library) yang sebenarnya tidak ada di dunia nyata. Masalahnya, penjahat siber bisa dengan cepat mendaftarkan nama paket palsu itu, lalu memasukkan kode berbahaya (malware) di dalamnya. Akibatnya, developer tanpa sadar menginstal malware langsung ke dalam proyek mereka sendiri. Fenomena slopsquatting ini adalah bentuk baru dari serangan rantai pasokan perangkat lunak (software supply chain attack). Jika dulu hacker harus menembus vendor terpercaya dan menyusupkan kode berbahaya ke update resmi, kini mereka tidak perlu menunggu lama. Cukup membuat paket palsu dengan nama yang mirip saran dari AI — dan jebakan pun siap memancing korban. Contoh Kasus Nyata Armis Labs menemukan beberapa kasus nyata yang cukup mengkhawatirkan. Salah satunya adalah paket palsu yang mengaku sebagai plugin tambahan untuk library populer di dunia cryptocurrency trading. Paket itu ternyata dirancang untuk mengalihkan transaksi ke server jahat dan mencuri token digital milik pengguna. Sebelum akhirnya dihapus, paket berbahaya itu sudah diunduh lebih dari 1.000 kali. Kasus ini menunjukkan betapa mudahnya penyerang memanfaatkan kepercayaan pengembang terhadap alat AI coding. Ketika AI memberi saran, banyak developer langsung menyalin dan menjalankannya tanpa memeriksa kebenaran sumbernya. Masalah “Vibe Coding” Fenomena lain yang membuat situasi semakin berisiko disebut “vibe coding” — yaitu kebiasaan membuat prototipe dan mengunggah kode dengan cepat tanpa tinjauan (peer review). Dalam dunia yang menuntut kecepatan dan efisiensi, banyak perusahaan mendorong pengembang untuk bergerak cepat. Hasilnya, mereka mengandalkan saran AI tanpa verifikasi manual. Menurut laporan Armis Labs, semua platform AI coding yang diuji menunjukkan tingkat risiko keamanan yang “sangat tinggi” hingga “ekstrem”. Tak satu pun dari platform tersebut memenuhi standar keamanan OWASP atau NIST. Artinya, meskipun AI bisa mempercepat pembuatan kode, kemudahan itu datang dengan konsekuensi besar terhadap keamanan. 25 Jenis Serangan Rantai Pasokan Perangkat Lunak yang Paling Berbahaya Tim peneliti Armis Labs menggunakan gabungan antara intelijen manusia, teknologi deteksi berbasis AI dan machine learning (ML), serta teknik deception (umpan jebakan) untuk memantau perilaku pelaku ancaman sebelum mereka menyerang. Dari hasil penelitian itu, mereka menemukan 25 jenis serangan rantai pasokan perangkat lunak paling berbahaya yang saat ini sedang aktif digunakan oleh penjahat siber. Beberapa tren yang terdeteksi: Penyerang kini semakin cerdas dan halus dalam menyembunyikan kode berbahaya. Mereka menargetkan library populer di berbagai bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, dan Go. Banyak serangan dilakukan dengan cara yang tidak mudah terdeteksi, karena malware disamarkan seolah-olah bagian dari kode resmi. Temuan ini menegaskan bahwa ekosistem open source dan AI coding kini menjadi target utama bagi pelaku kejahatan siber. Langkah ke Depan: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Keamanan Tidak dapat dipungkiri bahwa AI coding tools membawa banyak manfaat — mulai dari mempercepat penulisan kode, membantu debugging, hingga meningkatkan efisiensi tim developer. Namun, laporan Armis Labs mengingatkan bahwa setiap kemudahan baru pasti membawa risiko baru. Sistem keamanan tradisional yang hanya berfokus pada endpoint atau aplikasi belum tentu bisa menghadapi ancaman di era AI coding ini. Untuk itu, organisasi perlu menyesuaikan strategi keamanannya agar sesuai dengan lingkungan pengembangan yang kini didorong oleh AI. Beberapa langkah penting antara lain: Selalu verifikasi paket yang disarankan AI sebelum diinstal. Gunakan alat keamanan otomatis yang bisa mendeteksi anomali dalam dependensi perangkat lunak. Lakukan review manual dan peer review, terutama untuk kode yang akan dipublikasikan atau digunakan di lingkungan produksi. Integrasikan pengujian keamanan (security testing) dalam setiap tahap pengembangan perangkat lunak. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara kecepatan inovasi dan kewaspadaan keamanan. Dengan kombinasi AI, pengawasan manusia, dan kontrol keamanan otomatis, perusahaan bisa tetap memanfaatkan kekuatan AI coding tanpa menjadi korban serangan rantai pasokan yang semakin canggih. Kesimpulan AI coding tools seperti Copilot, ChatGPT, dan sejenisnya membuka peluang besar untuk inovasi. Namun di sisi lain, mereka juga membuka pintu baru bagi serangan siber yang memanfaatkan celah di rantai pasokan perangkat lunak. Laporan Armis Labs menjadi peringatan penting bagi semua organisasi: produktivitas tidak boleh mengorbankan keamanan. Jika Anda ingin tahu lebih dalam tentang tren ancaman terbaru dan 25 risiko terbesar yang telah diidentifikasi oleh Armis Labs, Anda bisa membaca laporannya untuk memperkuat strategi keamanan di era pengembangan perangkat lunak berbasis AI. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
September 10, 2025September 10, 2025

Tanya Jawab: Tantangan Keamanan Siber dan Kepemimpinan di Pemerintahan bersama Rob Thomas

Keamanan siber kini menjadi bagian penting dari operasi pemerintahan modern, mulai dari pertahanan nasional, penanggulangan bencana, hingga layanan kesehatan. Dalam sesi tanya jawab ini, Rebecca Cradick, pemimpin komunikasi global di Armis, berbincang dengan Rob Thomas, anggota Federal Advisory Board (FAB) Armis sekaligus mantan Federal Chief Information Officer (CIO) dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pemerintahan. Percakapan ini merupakan bagian dari podcast Armis Bad Actors, yang membahas isu dan teknologi yang membentuk lanskap keamanan siber saat ini. Q: Bisa ceritakan latar belakang Anda di pemerintahan? Saya berkarier cukup lama di pemerintahan, termasuk sebagai CIO di lembaga besar seperti Departemen Urusan Veteran (VA), FEMA, dan Angkatan Udara AS. Di VA, saya mengelola anggaran TI sebesar $5 miliar dan menangani operasi harian infrastruktur yang sangat besar. Saat ini, saya mendirikan T2 Ridge Consulting dan duduk di Federal Advisory Board Armis untuk tetap berkontribusi di bidang keamanan siber. Q: Bagaimana Anda melihat peran keamanan siber di lembaga pemerintah? Keamanan siber itu segalanya. Dulu, ini yang membuat saya sering tidak bisa tidur. Saat bertanggung jawab atas sistem penting untuk layanan kesehatan, respons bencana, atau pertahanan nasional, keamanan harus selalu jadi prioritas. Tapi, tidak boleh mengorbankan misi utama. Sistem harus tetap berjalan sambil tetap melindungi data. Menyeimbangkan risiko serangan siber dengan kelanjutan misi adalah tantangan besar. Q: Apa tantangan terbesar saat menjadi CIO? Tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara pencegahan serangan siber dan memastikan layanan tetap aktif. Serangan datang terus-menerus dari lawan yang punya dana besar, teknologi canggih, bahkan AI. Ditambah lagi, infrastruktur TI pemerintah sangat luas, sumber daya terbatas, dan sering kekurangan tenaga ahli. Itu membuat tugas CIO jadi semakin berat. Q: Seberapa penting memilih orang yang tepat di bidang keamanan siber? Sangat penting. CISO (Chief Information Security Officer) adalah pusat dari semua operasi keamanan siber. Dalam 90 hari pertama saya jadi CIO, saya bahkan harus mengganti CISO. Tidak mudah, tapi krusial. Selain memilih orang yang tepat, tim juga harus dilatih, diberi alat, dan diberdayakan. Tantangan besar lainnya: pemerintah harus bersaing dengan perusahaan besar yang menawarkan gaji jauh lebih tinggi untuk talenta yang sama. Q: Mengapa orang memilih bekerja di sektor publik meski gajinya lebih kecil? Karena pengabdian publik adalah panggilan yang lebih tinggi. Anda bekerja untuk sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri—melindungi data veteran, memastikan respons bencana, atau menjaga pertahanan nasional. Gaji di sektor swasta mungkin lebih tinggi, tapi kepuasan batin melayani negara tidak tergantikan. Q: Compliance sering dianggap membosankan. Bagaimana menurut Anda? Memang compliance (kepatuhan regulasi) sering dianggap sekadar formalitas, tapi sebenarnya penting. Framework compliance membantu meningkatkan postur keamanan siber. Saat di pemerintahan, saya menghadapi audit FISMA, GAO, dan OIG. Memang melelahkan, tapi hasilnya membantu menentukan prioritas. Jadi, compliance seharusnya menjadi panduan strategi, bukan sekadar daftar centang. Q: Bagaimana dengan penerapan Zero Trust di pemerintahan? Zero Trust adalah evolusi berikutnya dalam keamanan siber. Bukan sekadar jargon, tapi kebutuhan nyata. Semua lembaga harus punya rencana Zero Trust. Bukan tentang mengejar teknologi baru semata, tapi fokus pada inventaris aset, manajemen kerentanan, dan layanan paling kritis. Alat otomatisasi, seperti yang dimiliki Armis, bisa sangat membantu. Q: Bagaimana transisi politik memengaruhi keamanan siber pemerintah? Transisi politik adalah hal biasa. Saya memimpin transisi dari pemerintahan Obama ke Trump di VA. Sebagai pejabat karier, tugas saya adalah menjaga keberlangsungan misi. Di sinilah pentingnya pegawai negeri karier—mereka memberi stabilitas saat kepemimpinan berganti, memastikan misi tidak tertunda. Q: Bagaimana mengatasi kekurangan tenaga kerja keamanan siber? Kami di VA sempat membuat kebijakan khusus, menaikkan gaji profesional keamanan siber hingga 20% lebih tinggi dari standar federal. Itu membantu menarik dan mempertahankan talenta. Selain gaji, jalur karier yang jelas dan sertifikasi juga penting. Orang perlu merasa ada peluang berkembang. Q: Seberapa penting kemitraan publik-swasta? Sangat penting. Saat di pemerintahan, kami bekerja sama dengan perusahaan seperti Armis untuk memanfaatkan keahlian dan teknologi mereka. Tidak ada satu entitas pun yang bisa menghadapi ancaman siber sendirian. Harus ada kolaborasi. Q: Bagaimana Anda tetap termotivasi menghadapi tantangan berat? Yang menggerakkan saya adalah misi. Walaupun jam kerja panjang dan ancaman terus-menerus, saya selalu ingat tujuan: melindungi veteran, membantu korban bencana, atau mendukung angkatan bersenjata. Itu yang membuat saya bertahan. Q: Anda baru saja masuk ke Air Force Cyber Hall of Fame. Bagaimana rasanya? Itu adalah kehormatan profesional terbesar dalam hidup saya. Saya dinominasikan oleh jenderal bintang empat dan langsung diterima pada tahun pertama. Rasanya luar biasa melihat perjalanan karier saya diakui, tapi sebenarnya ini adalah penghargaan untuk semua tim hebat yang pernah saya pimpin. Kesimpulan Keamanan siber di pemerintahan adalah bidang yang dinamis dan penuh tantangan. Diperlukan keseimbangan antara pertahanan proaktif dan keberlangsungan misi. Pengalaman Rob Thomas menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat, kerja sama lintas sektor, pengembangan tenaga kerja, dan implementasi Zero Trust. Intinya, misi harus tetap berjalan, dan keamanan data tidak boleh dikompromikan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3

Recent Posts

  • AI Mengidentifikasi Celah Keamanan dengan Solusi Armis Indonesia
  • Ancaman Perang Siber Federal, Peringatan Armis untuk IT
  • AI Native AppSec untuk Keamanan Siber yang Lebih Proaktif
  • Biaya Keamanan Siber yang Semakin Mahal bagi Perusahaan di Inggris
  • Mengapa Keamanan Aplikasi Tidak Bisa Lagi Berdiri Sendiri di Era Modern

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025

Categories

  • blog
  • Uncategorized

Armis Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Armis. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Armis Indonesia