Skip to content
  • Beranda
  • Armis Centrix™
    • Armis Centrix™ for Asset Management and Security
    • Armis Centrix™ for Early Warning
    • Armis Centrix™ for Medical Device Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security
    • Armis Centrix™ for OT/IoT Security (On-Prem)
    • Armis Centrix™ for Vulnerability Prioritization and Remediation
  • Armis Labs
    • Armis Asset Intelligence Engine
    • Armis Centrix™ OT/ IoT Secure Remote Access (SRA)
    • Armis Centrix™ Smart Active Querying
    • Data Sources
    • Telemetry Intelligence
  • Blog
  • Hubungi Kami

Category: blog

March 30, 2026March 30, 2026

2026: Saat Satu Orang Bisa Bertindak Seperti Negara dalam Dunia Siber

Cara lama dalam menjaga keamanan siber sudah tidak lagi cukup. Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang sangat cepat tidak hanya mengubah aturan, tetapi juga menghilangkan batas antara hacker individu dengan tim elite yang biasanya didukung oleh negara. Di tahun 2026, kemampuan menyerang sistem digital akan semakin “merata”. Artinya, siapa saja yang punya laptop, koneksi internet, dan niat bisa memiliki kekuatan yang dulu hanya dimiliki negara besar. Ini bukan sekadar prediksi masa depan, tapi sudah mulai terjadi sekarang. Berikut 5 perubahan besar yang akan membentuk dunia keamanan siber di tahun 2026. 1. AI Otonom Mulai Melakukan Serangan Sendiri Di tahun 2026, diperkirakan akan ada perusahaan besar yang terkena serangan siber yang dilakukan sepenuhnya oleh AI tanpa campur tangan manusia secara langsung. Berbeda dengan AI biasa, jenis AI baru ini disebut “agentic AI”. AI ini bisa: Merencanakan serangan Menyesuaikan strategi Menjalankan serangan dari awal sampai akhir Contohnya, AI bisa: Memetakan semua celah keamanan dalam sebuah sistem Membuat malware yang terus berubah agar tidak terdeteksi Menentukan langkah berikutnya secara otomatis Yang dulu membutuhkan waktu berbulan-bulan dan tim besar, kini bisa dilakukan oleh satu orang dalam hitungan hari. Untuk menghadapi ini, perusahaan perlu: Membatasi dan mengawasi penggunaan AI Menggunakan sistem pertahanan otomatis berbasis AI Secara rutin mencari dan menutup celah keamanan 2. Ransomware Menjadi Bisnis Otomatis Serangan ransomware (penyanderaan data) akan berubah menjadi sistem otomatis seperti bisnis. AI bisa: Mencari target sendiri Menemukan celah baru (bahkan yang belum diketahui) Menjalankan serangan tanpa bantuan manusia Lebih canggih lagi, sistem ini bisa: Menyesuaikan enkripsi saat mendeteksi backup Menyembunyikan data yang dicuri agar tidak terdeteksi Menambah serangan DDoS jika korban tidak membayar Artinya, serangan ini berjalan terus-menerus tanpa henti. Cara mengatasinya: Simpan backup offline yang aman Terapkan sistem Zero Trust (tidak percaya siapa pun secara default) Gunakan AI untuk mendeteksi perilaku mencurigakan 3. Ancaman Komputasi Kuantum Teknologi komputasi kuantum mulai menjadi ancaman bagi sistem enkripsi saat ini. Walaupun komputer kuantum belum sepenuhnya umum, ancamannya sudah terasa. Penyerang bisa mencuri data sekarang dan membukanya di masa depan saat teknologi sudah siap (disebut “harvest now, decrypt later”). Selain itu, kombinasi AI dan simulasi kuantum bisa mempercepat proses membobol enkripsi. Solusi yang perlu dilakukan: Mulai menggunakan enkripsi yang tahan terhadap kuantum Gunakan sistem enkripsi ganda (hybrid) Pastikan sistem bisa dengan mudah mengganti metode enkripsi jika diperlukan 4. Infrastruktur Penting Jadi Target Utama Di tahun 2026, banyak infrastruktur penting seperti listrik, air, dan energi akan menjadi target utama serangan. Penyerang tidak langsung menyerang, tetapi masuk diam-diam untuk: Mengumpulkan data Memahami sistem Mempersiapkan serangan besar Mereka sering memanfaatkan: Vendor atau pihak ketiga Kelemahan di rantai pasok Dengan bantuan AI, penyerang bisa memahami hubungan kompleks antara sistem IT, OT, dan IoT untuk menciptakan gangguan besar dengan cara yang efisien. Cara melindungi: Pisahkan jaringan (segmentation) Periksa keamanan software dari vendor (SBOM) Gunakan sistem deteksi anomali khusus untuk lingkungan industri 5. Konsolidasi Sistem Keamanan Di masa lalu, perusahaan menggunakan banyak tools keamanan yang terpisah-pisah. Namun di tahun 2026, pendekatan ini tidak lagi efektif. Masalahnya: Data tersebar di banyak sistem Sulit mendeteksi ancaman dengan cepat Tim keamanan menjadi kewalahan Solusinya adalah menggunakan platform keamanan terpadu berbasis AI yang bisa: Menggabungkan semua data Menganalisis ancaman secara menyeluruh Memberikan respon otomatis Dengan cara ini: Beban kerja tim berkurang Keputusan bisa diambil lebih cepat Keamanan menjadi lebih kuat Kesimpulan: Era Baru Ancaman Berbasis AI Tahun 2026 menandai perubahan besar dalam dunia keamanan siber. AI membuat kekuatan antara penyerang dan pertahanan menjadi seimbang. Alat yang digunakan untuk menyerang juga bisa digunakan untuk bertahan. Agar bisa tetap aman, perusahaan harus: Menggunakan AI dalam sistem pertahanan Mengelola risiko secara terus-menerus Menggunakan enkripsi yang fleksibel Mengintegrasikan semua sistem keamanan Pendekatan lama yang terpisah-pisah sudah tidak cukup. Yang dibutuhkan sekarang adalah sistem keamanan yang cepat, cerdas, dan terintegrasi. Pertanyaannya sekarang: Bagian mana dari sistem keamanan Anda yang paling belum siap menghadapi serangan berbasis AI? Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 30, 2026March 30, 2026

Meningkatkan Keamanan Siber di Dunia Kesehatan di Tahun 2026

Setiap tahun, pembahasan tentang keamanan siber di sektor kesehatan terasa sama: serangan terus meningkat, ransomware makin sering terjadi, dan dampaknya sering dirasakan langsung oleh pasien. Tahun 2026 diperkirakan masih akan menghadapi tantangan yang sama. Namun, ada perubahan positif: industri mulai lebih fokus pada strategi pencegahan, bukan hanya memperbaiki kerusakan setelah serangan terjadi. Ke depan, organisasi kesehatan yang berhasil adalah yang menjadikan keamanan siber sebagai bagian penting dari operasional sehari-hari. Mereka tidak hanya fokus pada satu aspek, tetapi melihat keamanan secara menyeluruh. Untuk itu, dibutuhkan visi yang jelas, kerja sama yang kuat, dan kemampuan untuk selangkah lebih maju dari ancaman. Berikut adalah 5 tren utama yang akan membentuk masa depan keamanan siber di sektor kesehatan di tahun 2026. 1. Keamanan Siber Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis Di tahun 2026, keamanan siber tidak lagi dianggap sebagai “tambahan”, tetapi menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan bisnis kesehatan. Artinya, semua aktivitas dalam organisasi harus selaras dengan tujuan keamanan. Bahkan, solusi keamanan harus bisa membantu meningkatkan efisiensi operasional. Misalnya: Data dari sistem keamanan bisa membantu mengatur jadwal pasien dengan lebih baik Penggunaan alat medis bisa lebih optimal Biaya operasional bisa ditekan Organisasi kesehatan akan mencari mitra keamanan yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga mendukung tujuan bisnis jangka panjang. Dengan menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama, kerja tim akan lebih solid dan perlindungan pasien bisa lebih maksimal. 2. Kolaborasi Tim IT dan Tim Medis Semakin Penting Selama ini, tim pengelola alat medis (HTM) dan tim keamanan IT sering bekerja terpisah. Hal ini membuat komunikasi kurang efektif dan menghambat peningkatan keamanan secara menyeluruh. Di tahun 2026, kedua tim ini akan semakin bekerja sama. Tujuannya sama: Melindungi data dan sistem Memastikan alat medis bekerja dengan baik Meningkatkan efisiensi operasional Dengan keterbatasan anggaran dan tenaga kerja, kolaborasi menjadi sangat penting. Tidak bisa lagi ada tim yang bekerja sendiri. Dengan menggabungkan keahlian dari kedua tim, organisasi bisa lebih siap menghadapi risiko dan celah keamanan. 3. Pengelolaan Siklus Hidup Perangkat Secara Proaktif Pendekatan proaktif (mencegah sebelum terjadi) akan semakin penting. Salah satu caranya adalah dengan mengelola seluruh siklus hidup perangkat medis. Perangkat medis seperti alat monitor jantung atau mesin pencitraan biasanya digunakan hingga 15 tahun atau lebih. Selama masa itu, banyak hal yang harus diperhatikan: Perawatan rutin Pembaruan sistem Pengelolaan kerentanan Penggantian perangkat lama Jika tidak dikelola dengan baik, perangkat ini bisa menjadi celah keamanan. Dengan pendekatan yang terencana sejak awal, risiko bisa dikurangi sebelum menimbulkan gangguan pada layanan kesehatan. 4. Tekanan Regulasi dan Harapan Publik Semakin Tinggi Pemerintah dan masyarakat kini semakin menuntut keamanan yang lebih baik di sektor kesehatan. Banyak standar dan aturan yang harus diikuti, seperti: Framework keamanan siber Regulasi perangkat medis Standar perlindungan data Walaupun terkadang membingungkan, panduan ini penting untuk memastikan semua aspek keamanan diperhatikan. Selain itu, masyarakat berharap rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan bisa menjaga data dan keselamatan mereka, terutama saat mereka dalam kondisi rentan. Oleh karena itu, semua pihak harus ikut bertanggung jawab, mulai dari vendor, staf, hingga pimpinan organisasi. Menunjukkan bahwa sistem keamanan berjalan dengan baik akan membantu meningkatkan kepercayaan publik. 5. Tidak Hanya Fokus pada Perangkat Medis Dulu, keamanan di sektor kesehatan hanya fokus pada perangkat medis. Namun sekarang, teknologi di rumah sakit semakin luas. Selain alat medis, ada banyak sistem lain yang juga perlu diamankan, seperti: Kamera keamanan Layar informasi digital Mesin check-in pasien Sistem AC (HVAC) Sistem manajemen apotek Jika hanya fokus pada sebagian perangkat, maka akan ada banyak celah yang terlewat. Oleh karena itu, organisasi harus melihat semua aset sebagai bagian dari sistem yang perlu dilindungi. Di masa depan, istilah “keamanan perangkat medis” mungkin sudah tidak cukup lagi. Yang dibutuhkan adalah pendekatan keamanan menyeluruh untuk semua teknologi. Kesimpulan: Menuju Pendekatan Keamanan yang Lebih Modern Keamanan siber di sektor kesehatan terus berkembang dengan cepat. Di tahun 2026, keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari seluruh proses pelayanan kesehatan. Untuk mencapai hal ini, organisasi perlu: Mengintegrasikan keamanan ke dalam operasional Meningkatkan kolaborasi antar tim Mengelola perangkat secara menyeluruh dari awal hingga akhir Mengikuti standar dan regulasi yang ada Melindungi semua aset, bukan hanya perangkat medis Selama ini, keamanan siber sering dianggap hanya tugas tim IT. Padahal, untuk memberikan dampak nyata, semua orang harus terlibat. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, organisasi kesehatan tidak hanya bisa meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan layanan yang lebih baik dan aman bagi pasien. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 30, 2026March 30, 2026

Bagian yang Selama Ini Hilang dalam CEM: Peran AI untuk Mengukur Dampak Bisnis

Setiap tahun, ada puluhan ribu celah keamanan (vulnerability) baru yang ditemukan. Hal ini membuat perusahaan kesulitan untuk menangani semua risiko dengan cepat. Masalahnya, banyak tools keamanan tradisional justru menghasilkan terlalu banyak notifikasi yang tidak relevan atau berulang, sehingga tim keamanan kewalahan dan sulit fokus pada hal yang benar-benar penting. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih cerdas. Tidak cukup hanya melihat sisi teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap bisnis. Di sinilah konsep Cyber Exposure Management (CEM) yang efektif mulai berperan. Sayangnya, banyak organisasi masih kesulitan menerapkannya secara menyeluruh. Pentingnya Memahami Konteks Bisnis Bayangkan ada dua server yang memiliki celah keamanan yang sama dan sama-sama berisiko tinggi. Secara teknis, keduanya terlihat sama. Tapi bagaimana jika: Server pertama digunakan untuk website e-commerce yang menghasilkan jutaan rupiah setiap hari Server kedua hanya digunakan untuk testing internal yang tidak terlalu penting Jika server pertama diretas, dampaknya bisa sangat besar: bisnis terganggu, pelanggan kehilangan kepercayaan, dan kerugian finansial terjadi. Sedangkan jika server kedua bermasalah, dampaknya jauh lebih kecil. Contoh ini menunjukkan kelemahan pendekatan lama yang hanya fokus pada tingkat keparahan teknis. Padahal, yang lebih penting adalah dampaknya terhadap bisnis, seperti: Pendapatan Reputasi Operasional Kepatuhan terhadap regulasi Prioritas Berdasarkan Dampak Bisnis Itu Wajib 1. Penggunaan Sumber Daya Lebih Efisien Tim keamanan biasanya memiliki keterbatasan, baik dari segi waktu, tenaga, maupun anggaran. Dengan mengetahui aset mana yang paling penting bagi bisnis, perusahaan bisa fokus melindungi hal-hal yang paling krusial. Hasilnya, tim tidak lagi hanya “memadamkan kebakaran” setelah masalah terjadi, tetapi bisa mencegahnya sejak awal. 2. Respon Insiden Lebih Cepat Ketika terjadi serangan, memahami dampak bisnis dari sistem yang terkena sangat membantu dalam mengambil keputusan cepat. Tim bisa langsung tahu: Seberapa serius dampaknya Apa yang harus diprioritaskan Bagaimana cara meminimalkan kerugian Ini membantu mengurangi downtime dan kerugian finansial. 3. Mendukung Tujuan Bisnis Seringkali, manajemen atau direksi tidak terlalu memahami istilah teknis keamanan. Namun, mereka sangat memahami angka dan dampak bisnis. Dengan menjelaskan keamanan dalam bentuk potensi kerugian (misalnya: “investasi ini bisa mencegah kerugian miliaran rupiah”), maka akan lebih mudah mendapatkan dukungan dan anggaran. Tantangan Menghitung Dampak Bisnis Walaupun penting, menghitung dampak bisnis untuk setiap aset bukanlah hal mudah. Biasanya, proses ini dilakukan secara manual dengan langkah seperti: Mendata semua aset Mengumpulkan informasi Wawancara dengan tim terkait Membuat analisis menggunakan spreadsheet Masalahnya, cara ini: Memakan waktu lama Rentan kesalahan manusia Cepat menjadi tidak relevan karena kondisi bisnis terus berubah Hal ini menjadi penghambat utama dalam membangun sistem CEM yang matang. Solusi AI untuk Otomatisasi Dampak Bisnis Kabar baiknya, teknologi AI mulai mengubah cara kita mengelola risiko keamanan. Solusi berbasis AI dari Armis, seperti platform terbaru mereka, memungkinkan perusahaan untuk: 1. Menemukan dan Memetakan Aset Secara Otomatis Sistem dapat mendeteksi semua perangkat yang terhubung dan membuat daftar aset secara otomatis dan selalu terbarui. 2. Memahami Hubungan Antar Sistem AI bisa melihat hubungan antara perangkat, aplikasi, dan proses bisnis. Ini penting untuk mengetahui efek berantai jika satu sistem bermasalah. 3. Memprediksi Dampak Bisnis Secara Real-Time Dengan machine learning, sistem bisa memperkirakan dampak finansial, operasional, dan reputasi dari suatu celah keamanan secara langsung. 4. Memberikan Rekomendasi Tindakan Tim keamanan akan mendapatkan daftar prioritas berdasarkan: Tingkat risiko teknis Dampak terhadap bisnis Sehingga mereka bisa fokus pada ancaman yang paling berbahaya. 5. Menentukan Aset Paling Kritis dengan Mudah Sistem juga memberikan rekomendasi perangkat mana yang paling penting. Tim hanya perlu meninjau dan menetapkannya sebagai “kritis” dengan cepat. Manfaat Besar bagi Tim Keamanan Dengan adanya otomatisasi ini: Tim tidak lagi sibuk mengumpulkan data manual Bisa fokus pada strategi dan pencegahan Memiliki gambaran risiko yang lebih jelas dan akurat Pendekatan Baru: Risiko Berbasis Konteks Bisnis Pendekatan modern dalam CEM tidak hanya melihat “apa” aset itu, tetapi juga: Apa fungsinya Siapa yang menggunakannya Seberapa penting bagi bisnis Dengan pemahaman ini, perusahaan bisa mengambil keputusan keamanan yang lebih tepat dan berdampak besar. Kesimpulan Zaman di mana semua celah keamanan dianggap sama sudah berakhir. Pendekatan lama yang hanya menambah jumlah tim atau alat juga tidak lagi efektif. Untuk menghadapi ancaman yang semakin canggih, perusahaan harus: Memprioritaskan risiko berdasarkan dampak bisnis Menggunakan AI untuk otomatisasi dan analisis Fokus pada perlindungan aset yang paling penting Dengan pendekatan ini, keamanan tidak hanya menjadi tugas teknis, tetapi menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Dan kabar baiknya, dengan bantuan AI, semua ini bukan lagi sekadar konsep, tetapi sudah bisa diterapkan sekarang. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 30, 2026March 30, 2026

Ketahanan Operasional yang Diperbarui: Peran CTEM, AI, dan Kontrol Akses dalam Keamanan OT

Selama bertahun-tahun, keamanan sistem operasional (OT) dan sistem fisik berbasis teknologi tertinggal dibandingkan sistem IT. Banyak sistem OT sulit diperbarui, tidak fleksibel, dan sangat bergantung pada kestabilan operasional sehingga sulit untuk diperbaiki atau dimodernisasi. Namun, memasuki tahun 2026, kondisi ini mulai berubah. Ancaman semakin canggih, terutama dengan hadirnya AI yang digunakan oleh penyerang. Selain itu, risiko dari rantai pasok (supply chain) dan meningkatnya digitalisasi membuat keamanan OT harus berkembang. Perusahaan yang ingin bertahan harus menerapkan pendekatan baru yang disebut Continuous Threat Exposure Management (CTEM) sebagai bagian dari operasional sehari-hari. Ancaman AI Butuh Pertahanan Otomatis Saat ini, AI bukan lagi sekadar teori. Penyerang sudah menggunakannya untuk menyerang sistem secara otomatis, mencari celah, dan menyebarkan serangan dengan cepat. Waktu yang dibutuhkan penyerang untuk bergerak dari satu sistem ke sistem lain (breakout time) semakin singkat. Di lingkungan OT, hal ini sangat berbahaya. Namun, teknologi AI juga bisa digunakan untuk bertahan. Sistem berbasis AI dapat mendeteksi perubahan kecil dalam proses mesin yang tidak bisa dilihat manusia. Di tahun 2026, sistem ini bahkan bisa bertindak sendiri, seperti memutus akses jaringan yang terinfeksi atau meminta verifikasi ulang pengguna. Karena di dunia OT, keterlambatan beberapa menit saja bisa menyebabkan kerugian besar. CTEM Jadi Pusat Keamanan Dulu, CTEM hanya istilah baru. Sekarang, CTEM menjadi dasar utama dalam keamanan OT. CTEM berarti perusahaan terus-menerus memantau dan mengelola risiko, bukan hanya sesekali. Bedanya dengan cara lama adalah CTEM tidak hanya melihat skor kerentanan (seperti CVSS), tapi juga melihat dampaknya terhadap bisnis, keselamatan, dan operasional. Misalnya, risiko dikaitkan dengan potensi kerugian uang, bahaya bagi manusia, dan dampak terhadap regulasi. Dengan cara ini, manajemen perusahaan bisa memahami risiko keamanan dengan lebih jelas, bukan hanya angka teknis, tapi dampak nyata bagi bisnis. CTEM Butuh Kerja Sama Tim Keamanan di 2026 tidak bisa dilakukan sendiri. CTEM harus terhubung dengan sistem lain seperti firewall dan otomatisasi keamanan (SOAR). Artinya, jika ada risiko yang terdeteksi, sistem bisa langsung mengambil tindakan otomatis, seperti memblokir akses atau membatasi jaringan. Ini disebut “virtual patching”, yaitu menutup celah sementara sebelum diperbaiki secara permanen. Dengan pendekatan ini, tim keamanan tidak lagi hanya bereaksi setelah serangan terjadi, tetapi bisa mencegahnya lebih awal. Kontrol Akses yang Ketat Salah satu prinsip penting adalah least privilege atau akses minimum. Artinya, setiap orang atau sistem hanya diberi akses yang benar-benar dibutuhkan, dan hanya untuk waktu tertentu. Contohnya: Teknisi hanya mendapat akses saat bekerja (sementara) Vendor menggunakan akses dengan waktu terbatas Semua aktivitas dicatat dan diawasi Selain itu, identitas setiap pengguna atau perangkat menjadi faktor penting dalam menilai risiko. Jika ada akun yang tidak digunakan atau akses berlebihan, hal itu bisa menjadi celah keamanan. Digital Twin untuk Simulasi Teknologi digital twin adalah salinan virtual dari sistem nyata. Di tahun 2026, teknologi ini digunakan untuk latihan dan simulasi keamanan. Perusahaan bisa mencoba skenario serangan tanpa risiko ke sistem asli. Misalnya: Simulasi serangan ransomware Uji coba kebijakan akses baru Pengujian update firmware Dengan ini, tim bisa belajar dan memperbaiki sistem tanpa mengganggu produksi. Sistem Lama Tetap Dilindungi Banyak sistem OT masih menggunakan teknologi lama yang tidak bisa diperbarui. Di tahun 2026, pendekatannya bukan mengganti, tapi melindungi. Caranya: Menggunakan firewall pintar Membatasi akses jaringan (micro-segmentation) Memantau perangkat tanpa mengganggu operasional Fokusnya adalah mengurangi risiko tanpa harus mengganti semua sistem. Mengukur Keamanan dengan Dampak Bisnis Manajemen perusahaan kini tidak lagi tertarik pada jumlah celah keamanan saja. Mereka ingin tahu: Berapa kerugian yang bisa dicegah? Seberapa cepat sistem pulih saat serangan? Berapa biaya jika sistem berhenti? CTEM membantu menerjemahkan risiko teknis menjadi angka bisnis. Ini membuat keputusan investasi keamanan lebih mudah disetujui. Rantai Pasok Jadi Titik Lemah Serangan melalui vendor dan pemasok menjadi ancaman besar. Misalnya, software atau firmware yang sudah disusupi sebelum digunakan. Untuk mengatasi ini, perusahaan mulai menerapkan: Verifikasi firmware (harus asli dan aman) Transparansi komponen (SBOM) Persyaratan keamanan bagi vendor Vendor juga harus memenuhi standar keamanan, seperti pembatasan akses dan pencatatan aktivitas. Kesimpulan Di tahun 2026, batas antara IT dan OT sudah hampir hilang. Semua sistem saling terhubung dan menjadi target serangan. Untuk menghadapi ini, perusahaan harus: Menggunakan otomatisasi lebih cepat dari penyerang Mengelola risiko secara terus-menerus (CTEM) Membatasi akses dengan ketat Mengamankan rantai pasok Keamanan OT bukan lagi soal teknologi saja, tapi juga soal menjaga operasional, keselamatan, dan kepercayaan. Tahun 2026 adalah saatnya perusahaan benar-benar selangkah lebih maju dari ancaman. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 27, 2026February 27, 2026

Update: Shai-Hulud dan Ekosistem npm – Mengapa CTEM Harus Melampaui Batas Perusahaan Anda

Virus komputer (worm) yang bisa menyebar sendiri bernama Shai-Hulud kembali muncul dengan versi yang lebih agresif, disebut “Shai-Hulud 2.0” atau “The Second Coming”. Versi terbaru ini menyerang ekosistem npm, yaitu tempat penyimpanan paket kode yang menjadi tulang punggung banyak aplikasi web dan sistem perusahaan modern. Serangan ini sudah menginfeksi lebih dari 700 paket dan membocorkan kredensial (data akses rahasia) di lebih dari 25.000 repository GitHub. Penyebarannya sangat cepat, bahkan dilaporkan ada sekitar 1.000 repository baru yang terdeteksi terinfeksi setiap 30 menit. Worm ini mencuri kredensial cloud seperti AWS, GCP, Azure, serta GitHub Personal Access Token (PAT). Hal ini menunjukkan bahwa Shai-Hulud hanyalah salah satu dari gelombang serangan rantai pasok (supply chain attack) yang semakin meningkat. Menurut Gartner, pada tahun 2026 nanti, 45% organisasi akan mengalami serangan pada rantai pasok perangkat lunak mereka. Angka ini tiga kali lebih banyak dibandingkan tahun 2021. Artinya, metode keamanan tradisional seperti sekadar melakukan patching (update perbaikan) sudah tidak lagi cukup. Jika bisnis Anda bergantung pada software open-source, maka area yang bisa diserang tidak lagi hanya sistem internal, tetapi juga meluas ke luar kendali langsung Anda. Supply Chain Menjadi Medan Pertempuran Baru Saat ini, 94% aplikasi menggunakan komponen open-source. Selain itu, 84% perusahaan mengalami serangan rantai pasok dalam satu tahun terakhir. Serangan seperti ini bisa menyebar cepat karena pengembangan software modern bergantung pada registry publik seperti npm dan sistem otomatis CI/CD (Continuous Integration / Continuous Deployment). Jika satu paket yang digunakan ternyata terinfeksi, dampaknya bisa menyebar ke ribuan organisasi sekaligus. Risiko sekarang tidak hanya soal memperbarui sistem internal. Risiko mencakup: Laptop developer Library kode API Pipeline CI/CD Layanan pihak ketiga Mitra dalam rantai pengembangan Shai-Hulud 2.0 membuat ancaman ini semakin berbahaya dengan teknik baru yang lebih canggih. Perubahan Cara Serangan Dilakukan Versi lama hanya menyerang lewat skrip “postinstall” (yang berjalan setelah instalasi paket). Versi baru bisa berjalan melalui fungsi dan library utama yang memang digunakan aplikasi. Ini membuatnya lebih sulit dideteksi dan lebih tahan lama (persisten). Artinya, pendekatan keamanan modern seperti CTEM (Continuous Threat Exposure Management) tidak bisa lagi dilakukan hanya dengan pemindaian berkala. Harus ada pemantauan dan respons secara real-time dan terus-menerus. Pentingnya Inventaris Software yang Lengkap Tidak cukup hanya mengetahui daftar perangkat (asset inventory). Perusahaan juga harus memiliki inventaris software lengkap, termasuk: SBOM (Software Bill of Materials) Metadata pipeline CI/CD Dengan begitu, perusahaan bisa tahu paket mana yang digunakan dan kapan mulai digunakan. CI/CD Runner dan laptop developer kini harus dianggap sebagai aset berisiko tinggi, karena menjadi target utama untuk mempertahankan akses dan menyebarkan infeksi. Peringatan Dini Sangat Penting Ancaman seperti Shai-Hulud menyebar dalam hitungan jam, bukan bulan. Maka sistem peringatan dini real-time sangat krusial. Solusi seperti Armis menggabungkan berbagai data keamanan untuk mendeteksi ancaman sejak tahap awal serangan, sebelum dampaknya meluas. Fokus pada Risiko yang Paling Penting Dalam serangan rantai pasok, tidak mungkin memperbaiki semua celah sekaligus. CTEM membantu perusahaan fokus pada: Sistem yang terhubung ke data sensitif Pipeline developer Sistem yang terbuka ke publik Dengan visibilitas yang jelas, analis keamanan bisa memahami dampak dan memperbaiki masalah seperti Shai-Hulud atau kerentanan besar lain seperti Log4Shell dengan lebih cepat dan sederhana. Pelajaran Penting dari Shai-Hulud Beberapa fakta keras yang harus dipahami: Targetnya adalah akses jangka panjang Worm ini mendaftarkan mesin yang terinfeksi sebagai GitHub Actions runner dan menambahkan file berbahaya agar bisa terus menjalankan kode jarak jauh. Ketergantungan bertingkat bisa jadi senjata Satu library kecil, bahkan yang tampak sepele, bisa membuka jalan bagi kompromi besar. Keamanan aplikasi harus dimulai lebih awal Jika sistem keamanan tidak bisa mendeteksi paket berbahaya sebelum dijalankan, maka perusahaan sudah dalam risiko. Penyerang semakin agresif Malware ini bahkan mencoba menghapus folder utama korban jika gagal menyebar. Langkah Mitigasi Proaktif Organisasi harus bergerak lebih dari sekadar patching reaktif dengan cara: Membuat inventaris aset dan aplikasi yang selalu diperbarui. Menghubungkan kerentanan dengan aset bisnis yang penting. Memperluas CTEM ke pihak ketiga, API, dan cloud. Menggunakan sistem Early Warning. Mandat Keamanan Penting Cabut dan buat ulang semua token npm, GitHub PAT, SSH key, dan kredensial cloud yang mungkin terdampak sejak 21 November 2025. Terapkan MFA yang tahan phishing untuk semua akun developer dan CI/CD. Batasi atau nonaktifkan skrip preinstall dan postinstall di lingkungan CI/CD. Audit repository untuk file mencurigakan seperti .github/workflows/discussion.yaml. Tindakan Segera Cari repository baru dengan nama “Shai-Hulud”. Periksa workflow CI/CD yang mencurigakan. Hentikan sementara publikasi npm otomatis. Periksa semua paket yang diunduh bulan November. Bersihkan cache npm dan folder node_modules. Pantau juga file berbahaya seperti: setup_bun.js bun_environment.js cloud.json environment.json Selain itu, waspadai: Penggunaan runtime “Bun” yang tidak biasa. Upaya eskalasi hak akses seperti Docker privilege escalation. Kesimpulan Keamanan siber saat ini bukan hanya masalah aplikasi, endpoint, atau OT saja — semuanya saling terhubung. Perusahaan yang masih memisahkan keamanan aplikasi (AppSec), cloud, IT, dan OT akan tertinggal. Masa depan membutuhkan pendekatan terpadu dalam satu platform yang bisa melihat seluruh aset, hubungan antar sistem, dan jalur serangan. Shai-Hulud mungkin bukan serangan rantai pasok paling canggih, tetapi ini adalah awal dari gelombang malware yang lebih cepat, lebih otomatis, dan lebih cerdas. Melindungi perusahaan hari ini berarti melindungi seluruh ekosistem digital yang terhubung dengannya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 27, 2026February 27, 2026

Beradaptasi dengan Ancaman Modern: Bagaimana Armis dan Fortinet Meningkatkan Ketahanan Siber di Lingkungan OT

Keamanan OT (Operational Technology) kini memasuki fase baru. Saat ini, sistem industri tidak lagi berdiri sendiri. Mereka sudah terhubung dengan sistem IT, jaringan OT lainnya, dan bahkan layanan cloud. Koneksi ini memang meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas “permukaan serangan” yang bisa dimanfaatkan oleh peretas. Masalahnya, celah kecil saja bisa berdampak besar. Satu controller yang belum diperbarui (tidak di-patch) atau satu sensor yang terhubung ke jaringan bisa menghentikan produksi, mengganggu jaringan listrik, bahkan membahayakan keselamatan pasien di rumah sakit. Karena itulah Armis melalui platform Armis Centrix™ dan Fortinet melalui Security Fabric mengintegrasikan sistem mereka di delapan titik kontrol penting. Tujuannya adalah menciptakan pendekatan terpadu berbasis data untuk mengelola risiko dan pertahanan keamanan. Hasilnya adalah sistem yang bekerja secara berkelanjutan untuk: Menemukan semua aset Menentukan prioritas risiko Melindungi setiap perangkat yang mendukung operasional bisnis Melihat Perangkat yang Tidak Terlihat oleh Sistem Lain Armis Centrix™ mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan semua perangkat di lingkungan OT, IT, IoT, dan IoMT (perangkat medis yang terhubung). Mereka menggunakan mesin intelijen aset terbesar di industri dengan lebih dari 6,5 miliar “sidik jari” perangkat. Informasi ini kemudian terhubung langsung dengan sistem keamanan jaringan Fortinet. Melalui firewall FortiGate, Armis dapat membaca lalu lintas jaringan (network traffic) tanpa perlu memasang sensor baru. Artinya, organisasi bisa mendapatkan visibilitas perangkat secara instan tanpa instalasi tambahan yang rumit. FortiManager kemudian menerima rekomendasi segmentasi dari Armis dan menerapkannya di berbagai lokasi. Ini membantu menerapkan prinsip Zero Trust, yaitu tidak langsung mempercayai perangkat apa pun sebelum diverifikasi. Sementara itu, FortiNAC memastikan perangkat asing atau tidak dikenal langsung dibatasi aksesnya sebelum menjadi ancaman. Dari Deteksi ke Tindakan Otomatis Salah satu keunggulan utama integrasi ini adalah kemampuannya untuk langsung bertindak. Jika Armis mendeteksi perilaku mencurigakan atau perangkat yang rentan, sistem tidak hanya memberikan peringatan. Informasi tersebut langsung dikirim ke sistem Fortinet untuk diproses lebih lanjut. FortiSIEM menggabungkan data ini untuk analisis dan investigasi menyeluruh. FortiSOAR kemudian menjalankan respons otomatis, seperti: Mengisolasi perangkat yang bermasalah Memperketat aturan keamanan Mencegah serangan menyebar ke sistem lain FortiAnalyzer juga menggabungkan skor risiko dari Armis dan data perilaku perangkat dalam satu laporan terpadu. Dengan begitu, manajer keamanan (CISO) dan operator pabrik bisa melihat gambaran risiko dan respons dalam satu tampilan. Hasilnya? Waktu untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah menjadi jauh lebih cepat dan terukur. Kontrol yang Adaptif Mengikuti Perubahan Jaringan OT bersifat dinamis dan terus berubah. Kebijakan keamanan yang statis tidak lagi efektif. Armis Centrix™ secara terus-menerus memantau perilaku dan kondisi perangkat. Jika ada perubahan, sistem langsung memperbarui aturan keamanan di perangkat Fortinet secara real-time. FortiManager menyesuaikan kebijakan berdasarkan pembaruan ini. FortiEDR memastikan perangkat penting seperti server, workstation teknik, dan HMI (Human Machine Interface) tetap terlindungi, sekaligus menunjukkan jika ada celah perlindungan. Untuk organisasi yang menggunakan lingkungan hybrid (kombinasi lokal dan cloud), FortiCNAPP membantu menyatukan dan memprioritaskan temuan keamanan agar tim tidak membuang waktu pada masalah yang kurang penting. Segmentasi dan Zero Trust yang Benar-benar Diterapkan Solusi Armis dan Fortinet tidak hanya berhenti pada pemantauan, tetapi juga penegakan aturan secara otomatis. Contohnya, jika sebuah pabrik memiliki PLC (Programmable Logic Controller) lama yang tidak bisa diperbarui, biasanya perangkat itu menjadi titik lemah. Dengan integrasi ini: Armis mengidentifikasi dan memahami perilaku PLC tersebut Jika ada aktivitas mencurigakan, FortiGate langsung mengisolasi PLC dalam hitungan milidetik Risiko penyebaran serangan bisa diminimalkan Inilah contoh nyata penerapan Zero Trust dalam dunia operasional. Mendukung Ketahanan Operasional dan Kepatuhan Regulasi Setiap industri memiliki standar keamanan masing-masing, seperti IEC 62443 untuk manufaktur, NIST 800-82 untuk energi, dan HIPAA untuk kesehatan. Solusi gabungan Armis–Fortinet membantu organisasi memenuhi standar ini dengan menyediakan visibilitas, konteks risiko, dan kontrol keamanan yang berkelanjutan. Tim keamanan dapat melihat di mana kerentanan berpotongan dengan proses penting, lalu menerapkan perlindungan tanpa menghentikan operasional. Bagi organisasi yang sangat bergantung pada waktu operasional (uptime), seperti rumah sakit atau pembangkit listrik, hal ini sangat krusial. Delapan Integrasi, Satu Pertahanan Terpadu Kemitraan ini bertujuan menghasilkan dampak bisnis yang nyata, seperti: Mengurangi waktu untuk mendapatkan visibilitas perangkat Mempercepat proses isolasi ancaman Mengoptimalkan penerapan kontrol keamanan Ketika setiap detik sangat berarti dan setiap perangkat penting bagi kelangsungan bisnis, Armis dan Fortinet menyediakan visibilitas, perlindungan, dan ketahanan yang dibutuhkan oleh lingkungan OT modern — tanpa mengorbankan kecepatan operasional. Singkatnya, kombinasi keduanya membantu organisasi tetap aman sekaligus tetap produktif di tengah ancaman siber yang semakin kompleks. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 27, 2026February 27, 2026

Lebih dari Sekadar Daftar: Mengapa Anda Membutuhkan Intelijen Kerentanan yang Dinamis

Tim keamanan siber saat ini selalu berpacu dengan waktu. Jarak antara ditemukannya sebuah celah keamanan (vulnerability) dan saat celah tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh penyerang semakin pendek. Artinya, begitu sebuah kerentanan diumumkan, sering kali tidak butuh waktu lama sampai ada pihak yang mencoba mengeksploitasinya. Pendekatan tradisional yang hanya mengandalkan daftar kerentanan statis (tetap) dan umum sudah tidak lagi cukup. Banyak organisasi akhirnya merasa kewalahan karena terlalu banyak informasi, tetapi tidak tahu mana yang paling penting untuk ditangani terlebih dahulu. Tantangan: Kebanjiran Informasi dan Data yang Tidak Terbaru Database publik tentang kerentanan memang berguna sebagai dasar untuk memahami risiko. Namun, sering kali informasi di dalamnya tidak memiliki konteks terbaru atau panduan perbaikan yang jelas. Akibatnya, tim keamanan sering menghadapi pertanyaan seperti: Apakah informasi tentang kerentanan ini masih terbaru? Apakah sistem kami lebih rentan dibanding organisasi lain? Bagaimana cara memperbaikinya dengan benar? Jika tim keamanan kesulitan menemukan informasi penting di antara begitu banyak data, mereka tidak lagi bekerja secara proaktif (mencegah sebelum terjadi), tetapi hanya bereaksi setelah masalah muncul. Dan biasanya, saat sudah bereaksi, kerusakan sudah terjadi. Program manajemen kerentanan yang efektif tidak boleh hanya sekadar membuat daftar. Organisasi perlu berpindah dari pendekatan reaktif ke pendekatan pengurangan risiko secara proaktif. Mengapa Dibutuhkan Intelijen Kerentanan Tingkat Lanjut? Yang dibutuhkan saat ini adalah Advanced Vulnerability Intelligence atau intelijen kerentanan tingkat lanjut. Sistem ini membantu organisasi mengambil tindakan cepat dengan memberikan informasi yang: Tepat waktu Relevan dengan kondisi organisasi Disertai rekomendasi tindakan yang jelas Beberapa keunggulan pendekatan ini antara lain: 1. Prioritas Berdasarkan Kondisi Nyata Tidak semua kerentanan memiliki tingkat risiko yang sama bagi setiap organisasi. Intelijen yang dinamis akan mempertimbangkan: Industri tempat organisasi beroperasi Aktivitas ancaman yang sedang terjadi Tingkat paparan sistem terhadap internet Profil risiko spesifik organisasi Dengan cara ini, organisasi dapat fokus pada kerentanan yang benar-benar penting, bukan hanya yang terlihat berbahaya di atas kertas. 2. Konteks yang Bisa Ditindaklanjuti Dengan menggabungkan teknologi AI dan analisis manusia, sistem yang kuat tidak hanya memberi tahu “ada kerentanan”, tetapi juga menjelaskan: Seberapa besar kemungkinan kerentanan ini berdampak pada Anda Apa konsekuensinya jika tidak segera diperbaiki Langkah konkret apa yang harus dilakukan Intelijen ini diperoleh dari analisis miliaran aset digital yang terhubung di seluruh dunia, termasuk perangkat IT, OT (Operational Technology), IoT, dan bahkan peralatan medis. Artinya, informasi yang diberikan benar-benar mencerminkan kondisi ancaman nyata di lapangan. Yang penting, intelijen ini bukan hanya untuk laporan atau penelitian. Informasi tersebut harus terintegrasi langsung dengan sistem keamanan yang sudah digunakan organisasi. Karena dalam dunia siber, setiap detik sangat berharga. Semakin cepat organisasi mengetahui risiko yang paling berbahaya, semakin cepat pula mereka bisa beralih dari kondisi “mudah diserang” menjadi “terlindungi”. Perbandingan: Katalog Statis vs Intelijen Kerentanan Dinamis Salah satu contoh katalog statis adalah Cybersecurity and Infrastructure Security Agency Known Exploited Vulnerabilities (KEV). Katalog KEV sangat berguna karena berisi daftar kerentanan yang sudah terbukti dieksploitasi di dunia nyata. Namun, fungsi katalog ini berbeda dengan intelijen kerentanan yang dinamis. Berikut perbedaannya secara sederhana: Katalog KEV (Statis) Berisi daftar kerentanan yang sudah diketahui sedang digunakan oleh penyerang. Sifatnya umum dan tidak disesuaikan dengan kondisi organisasi tertentu. Menjawab pertanyaan: “Kerentanan apa yang sudah terbukti berbahaya dan harus diperbaiki?” Intelijen Kerentanan Dinamis Memberikan informasi real-time dengan konteks spesifik. Menggabungkan data internal organisasi dan data eksternal. Menjawab pertanyaan: “Apa arti kerentanan ini bagi organisasi saya saat ini, dan apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu?” Singkatnya, katalog seperti KEV membantu memahami dasar risiko. Namun intelijen dinamis membantu menentukan prioritas dan tindakan berdasarkan situasi unik organisasi Anda. Dari Reaksi ke Pencegahan Dunia keamanan siber semakin cepat dan kompleks. Organisasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan daftar kerentanan sebagai panduan utama. Intelijen kerentanan dinamis membantu mengubah daftar ancaman yang panjang dan membingungkan menjadi rencana tindakan yang jelas dan terprioritas. Dengan memfokuskan sumber daya yang terbatas pada kerentanan yang paling penting saat ini, organisasi bisa: Mengurangi risiko sebelum terjadi insiden Mengambil keputusan lebih cerdas Bertindak lebih cepat Menghindari kerusakan besar Keamanan modern bukan hanya soal memiliki banyak data, tetapi soal memiliki informasi yang tepat pada waktu yang tepat. Organisasi yang mampu bergerak dari sekadar “mengetahui ada risiko” menjadi “bertindak sebelum diserang” akan jauh lebih siap menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang bereaksi — tetapi tentang mencegah sebelum terlambat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
January 27, 2026January 27, 2026

Memulai Babak Baru di Armis

Pengumuman pendanaan terbaru Armis menjadi momen penting dalam perjalanan perusahaan kami. Ini bukan sekadar suntikan dana, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap cara kami bekerja, nilai yang kami berikan kepada pelanggan, serta visi jangka panjang yang sedang kami jalankan. Memasuki babak baru ini, Armis berkomitmen untuk mengubah visi tersebut menjadi hasil nyata yang bisa dirasakan oleh pelanggan, mitra, dan seluruh tim Armis di seluruh dunia. Sejak awal berdiri, Armis dikenal sebagai perusahaan yang berfokus pada visibilitas—kemampuan untuk melihat dan mengenali setiap aset yang terhubung ke jaringan, mulai dari perangkat IT, OT, IoT, hingga sistem industri. Namun, di kondisi dunia digital saat ini, visibilitas saja sudah tidak cukup. Ancaman siber semakin canggih, jumlah perangkat terus bertambah, dan risiko bisnis semakin kompleks. Karena itu, pelanggan kami tidak hanya membutuhkan data, tetapi juga informasi yang bisa ditindaklanjuti. Mereka membutuhkan wawasan yang membantu mengambil keputusan lebih baik, mengurangi risiko, dan menjaga kelangsungan operasional bisnis dalam skala besar. Dari Sekadar Melihat Menjadi Benar-Benar Memahami Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Armis terus mengembangkan platformnya. Kami tidak hanya menyediakan informasi aset secara real-time, tetapi juga konteks di balik aset tersebut. Artinya, Armis membantu organisasi memahami: Bagaimana satu aset berinteraksi dengan aset lain Bagaimana perilaku aset dalam kondisi normal dan tidak normal Aset mana yang paling berisiko dan perlu diprioritaskan Dengan pendekatan ini, pelanggan tidak lagi kewalahan oleh data yang terlalu banyak. Sebaliknya, mereka bisa fokus pada hal yang paling penting bagi keamanan dan bisnis mereka. Perkembangan ini membantu pelanggan Armis beralih dari sekadar “melihat” aset, menuju Cyber Exposure Management yang sesungguhnya. Cyber Exposure Management adalah pendekatan keamanan yang menghubungkan risiko siber secara langsung dengan dampak bisnis, sehingga keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi perusahaan. Menghubungkan Keamanan dengan Dampak Bisnis Salah satu tantangan terbesar dalam keamanan siber adalah menentukan prioritas. Tidak semua risiko memiliki dampak yang sama. Dengan platform Armis yang terus berkembang, organisasi dapat: Mengetahui risiko mana yang paling berbahaya Memahami potensi dampaknya terhadap operasional Mengambil tindakan yang tepat dan terukur Pendekatan ini membantu perusahaan menjadi lebih tangguh (resilient) dalam menghadapi gangguan, baik dari serangan siber, kesalahan konfigurasi, maupun kegagalan sistem. Budaya Perusahaan sebagai Fondasi Utama Selain teknologi, salah satu hal yang paling dibanggakan Armis adalah budaya perusahaan yang telah kami bangun bersama. Budaya ini didasarkan pada: Transparansi Kolaborasi Kepercayaan Baik dalam bekerja sama dengan pelanggan, mitra, maupun di dalam tim internal, Armis selalu menghadapi setiap tantangan dengan tujuan yang sama. Kami percaya bahwa keamanan terbaik hanya bisa dicapai melalui kerja sama dan komunikasi yang terbuka. Pendanaan terbaru ini semakin memperkuat rasa kebersamaan tersebut. Ini memungkinkan kami untuk terus melakukan apa yang paling kami kuasai: membantu organisasi tetap aman, siap, dan tangguh menghadapi masa depan. Terus Tumbuh Bersama Pelanggan Seiring pertumbuhan Armis, satu hal yang tidak akan berubah adalah komitmen kami untuk mendengarkan pelanggan. Kami akan terus beradaptasi dan berinovasi bersama mereka, mengikuti kebutuhan nyata di lapangan. Misi Armis tetap sama sejak awal: Melindungi aset-aset paling penting di dunia dan memberdayakan organisasi agar dapat beroperasi dengan aman di dunia yang semakin terhubung. Di era digital saat ini, hampir semua sistem saling terhubung. Tanpa pendekatan keamanan yang tepat, keterhubungan ini bisa menjadi celah besar. Armis hadir untuk memastikan konektivitas justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Menatap Masa Depan dengan Optimisme Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai Armis sejauh ini. Namun, yang lebih membuat kami bersemangat adalah apa yang akan datang ke depan. Fondasi perusahaan sudah kuat, momentum terus meningkat, dan peluang yang terbuka sangat besar. Dengan dukungan pelanggan, mitra, dan tim global Armis, kami siap melangkah ke babak berikutnya—membawa keamanan siber ke level yang lebih cerdas, lebih terhubung dengan bisnis, dan lebih relevan dengan tantangan masa depan. Babak baru ini baru saja dimulai, dan perjalanan Armis masih panjang. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!  

Read More
January 27, 2026January 27, 2026

Armis Memperkuat Keamanan AI Factory dengan NVIDIA

Dunia komputasi modern sedang mengalami perubahan besar. Pusat data (data center) yang dulu hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pemrosesan data, kini berkembang menjadi AI Factory—lingkungan berskala besar tempat kecerdasan buatan (AI) dilatih, disempurnakan, dan dijalankan secara masif. Perkembangan AI yang sangat cepat ini membawa banyak peluang, tetapi juga tantangan besar, terutama dalam hal keamanan siber. Seiring meningkatnya penggunaan AI, risiko serangan siber juga semakin kompleks. Untuk menjawab tantangan tersebut, Armis mengumumkan integrasi baru yang kuat dengan NVIDIA, yang menghadirkan kemampuan Cyber Exposure Management (manajemen paparan risiko siber) secara real-time langsung ke dalam infrastruktur pusat data dan AI Factory. Integrasi ini memanfaatkan NVIDIA BlueField Data Processing Unit (DPU), sebuah perangkat keras khusus yang dirancang untuk menangani proses jaringan, keamanan, dan komputasi berat tanpa membebani sistem utama. Tantangan Utama: Keamanan vs Performa Salah satu masalah terbesar dalam mengamankan lingkungan AI dan data center berkecepatan tinggi adalah performa. Solusi keamanan tradisional sering kali membebani CPU, membuat aplikasi menjadi lebih lambat, dan mengurangi efisiensi sistem. Dengan hadirnya Armis Centrix™, platform Cyber Exposure Management milik Armis, masalah ini dapat diatasi. Armis Centrix™ kini tertanam langsung di dalam NVIDIA BlueField DPU, sehingga proses keamanan tidak lagi dijalankan di CPU utama, melainkan dialihkan (offload) ke infrastruktur khusus. Hasilnya? 👉 Keamanan tetap maksimal tanpa menurunkan performa sistem. Manfaat Utama Integrasi Armis dan NVIDIA Integrasi Armis Centrix™ dengan NVIDIA BlueField menghadirkan berbagai keuntungan penting bagi organisasi: 1. Tidak Perlu Memilih antara Keamanan dan Kecepatan Dengan memindahkan proses keamanan ke BlueField DPU, organisasi bisa menjalankan AI dan aplikasi penting dengan kecepatan maksimal, tanpa khawatir sistem menjadi lambat karena beban keamanan. 2. Visibilitas Mendalam hingga Level Perangkat Keras Solusi ini memberikan visibilitas menyeluruh ke: Server (host) Hypervisor Mesin virtual (VM) Container Dengan visibilitas ini, kerentanan, kesalahan konfigurasi, dan ancaman baru dapat terdeteksi secara real-time. 3. Otomatisasi Keamanan Armis Centrix™ dapat terintegrasi dengan sistem keamanan lain seperti: Firewall Network Access Control (NAC) Hal ini memungkinkan respons otomatis, misalnya: Mengisolasi perangkat yang terinfeksi Menghentikan penyebaran serangan sebelum meluas 4. Tanpa Agen (Agentless) Solusi ini dipasang langsung di BlueField DPU tanpa perlu agen di server. Keuntungannya: Tidak mengganggu performa Lebih mudah diterapkan Kompatibel dengan berbagai sistem operasi dan firmware Keamanan Tingkat Enterprise dengan Performa Tinggi Kombinasi Armis Centrix™ dan NVIDIA BlueField memungkinkan keamanan kelas enterprise berjalan secara real-time tanpa mengorbankan kelangsungan operasional. BlueField menangani tugas-tugas berat seperti inspeksi keamanan dan pemantauan, sehingga CPU utama bisa fokus menjalankan: Beban kerja AI Aplikasi bisnis kritis Analitik data berskala besar Dengan pendekatan ini, AI Factory dapat beroperasi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman secara bersamaan. Integrasi yang Terus Berkembang Sebelumnya, Armis telah mengumumkan bahwa Armis Centrix™ didukung oleh NVIDIA BlueField. Kini, solusi tersebut juga terintegrasi dengan NVIDIA DOCA Argus, sebuah teknologi deteksi dan respons yang memperluas perlindungan ke berbagai jenis beban kerja. Selain itu, Armis Centrix™ telah divalidasi pada NVIDIA RTX PRO Server, membuktikan bahwa solusi ini dapat digunakan di lingkungan enterprise dengan performa tinggi dan kompleks. Arsitektur solusi ini juga siap untuk NVIDIA BlueField-4 DPU, generasi terbaru yang dirancang untuk jaringan dan keamanan AI berskala besar. Ini memastikan organisasi dapat terus meningkatkan kapasitas keamanan seiring berkembangnya infrastruktur AI mereka. Lihat Langsung di Dunia Nyata Bagi yang ingin memahami lebih dalam bagaimana integrasi ini bekerja dan dampaknya bagi masa depan AI dan data center, Armis hadir di NVIDIA GTC di Washington, D.C. Pengunjung dapat mengunjungi booth Armis (#265) untuk melihat langsung Armis Centrix™ dan kolaborasi strategis dengan NVIDIA. Selain itu, Armis juga mengadakan webinar bersama NVIDIA dan Electric Power Research Institute (EPRI) pada 19 November, yang membahas cara mengamankan infrastruktur kritis menggunakan pertahanan siber berbasis AI secara real-time. Kesimpulan Integrasi Armis dan NVIDIA menunjukkan bahwa keamanan modern tidak lagi harus memperlambat sistem. Dengan memanfaatkan perangkat keras khusus seperti BlueField DPU, organisasi kini dapat menjalankan AI berskala besar dengan keamanan tinggi, visibilitas penuh, dan performa maksimal. Di era AI Factory, keamanan bukan lagi pilihan tambahan—melainkan bagian inti dari infrastruktur. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
January 27, 2026January 27, 2026

Ketika Penjaga Keamanan Ikut Diserang: Apa Arti Kebocoran F5 bagi Semua Organisasi

Ketika sebuah perusahaan yang tugasnya mengamankan aplikasi justru mengalami kebocoran keamanan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan tersebut. Inilah yang sedang terjadi setelah F5, perusahaan keamanan jaringan ternama, mengumumkan bahwa sistem pengembangan BIG-IP mereka telah diretas. Para penyerang, yang diduga merupakan kelompok peretas yang berafiliasi dengan China bernama UNC5221, berhasil mendapatkan akses jangka panjang ke lingkungan internal pengembangan dan engineering F5. Akibatnya, data sensitif seperti source code, riset kerentanan, dan konfigurasi pelanggan berhasil dicuri. Apa yang Diketahui Sejauh Ini Menurut F5, serangan ini terdeteksi pada 9 Agustus, namun penyelidikan menunjukkan bahwa penyerang kemungkinan sudah berada di sistem internal selama berbulan-bulan. F5 menyatakan bahwa: Versi BIG-IP yang sudah dirilis ke publik aman untuk digunakan Namun, source code yang dicuri berpotensi digunakan penyerang untuk menemukan celah baru lebih cepat Masalah ini menjadi semakin serius karena riset dari Sygnia dan Armis Labs menunjukkan bahwa: Serangan terhadap lingkungan development dan CI/CD meningkat 3 kali lipat dalam 18 bulan terakhir Lingkungan ini kini menjadi target utama operasi siber yang disponsori negara Mengapa Dampaknya Sangat Besar Perangkat F5 BIG-IP biasanya berada di garis depan jaringan, melindungi: Portal web VPN Sistem autentikasi Aplikasi kritikal bisnis Karena posisinya yang strategis, perangkat ini menjadi target bernilai tinggi. Riset Armis menunjukkan bahwa: Perangkat edge (perimeter) kini menjadi titik masuk nomor satu dalam serangan siber modern Mengalahkan metode lama seperti phishing email Penyerang kini lebih sering mengeksploitasi: Antarmuka manajemen yang terbuka ke internet Sistem yang belum di-patch Apa yang Kemungkinan Didapat Penyerang Berbeda dengan kasus SolarWinds, serangan ini bukan serangan supply chain software langsung. Penyerang tidak menyusupkan kode berbahaya ke produk F5 yang dirilis. Namun, yang mereka dapatkan tetap sangat berbahaya: Akses ke data kerentanan internal Source code yang belum dipublikasikan Detail konfigurasi dari sebagian pelanggan Informasi ini memiliki nilai strategis tinggi. Dengan pengetahuan internal tersebut: Penyerang bisa membuat exploit lebih cepat Waktu antara “kerentanan ditemukan” dan “dieksploitasi” menjadi sangat singkat Dengan bantuan AI, jarak waktu yang dulu berminggu-minggu kini bisa menjadi hitungan hari atau jam. Langkah Praktis untuk Pelanggan F5 Berikut 5 langkah penting yang disarankan untuk segera dilakukan oleh tim keamanan: 1. Amankan Perangkat Edge Pastikan antarmuka manajemen tidak terbuka ke internet Gunakan jump host atau Privileged Access Management (PAM) Batasi koneksi keluar (outbound traffic) Pantau perubahan konfigurasi, layanan baru, atau akses SSH mencurigakan 2. Patch Secepat Mungkin Terapkan semua patch terbaru dari F5 Jika belum bisa update: Gunakan virtual patching Terapkan segmentasi jaringan atau microsegmentation 3. Perkuat Keamanan Supply Chain Miliki inventaris aset yang akurat Gunakan SBOM (Software Bill of Materials) Perlakukan risiko pihak ketiga sebagai risiko operasional, bukan sekadar formalitas kepatuhan 4. Cari Tanda Keberadaan Penyerang (Threat Hunting) Kelompok UNC5221 dikenal: Tinggal lama di sistem korban Menggunakan backdoor seperti BRICKSTORM Lakukan pencarian anomali pada: Perangkat edge vCenter Sistem developer yang mengindikasikan persistensi atau pergerakan lateral 5. Terapkan Prinsip Cyber Exposure Management (CEM) Pendekatan CEM dari Armis membantu organisasi: Menilai risiko secara berkelanjutan Memprioritaskan berdasarkan dampak bisnis Mempercepat perbaikan risiko Dengan CEM, organisasi bisa: Mengidentifikasi seluruh aset F5 dan edge (IT, OT, cloud) Menentukan prioritas berdasarkan risiko nyata Mengotomatiskan respons agar risiko berkurang dalam jam, bukan minggu Nilai Kolaborasi: Armis dan Sygnia Armis dan Sygnia menawarkan kerja sama khusus untuk membantu organisasi menghadapi dampak kebocoran ini, termasuk: Retainer Incident Response gratis 3 bulan Dukungan kesiapan sebelum insiden terjadi Akses cepat ke tim respons saat insiden nyata terjadi Penguatan kemampuan respons insiden internal Kolaborasi ini mengubah visibilitas menjadi ketahanan (resilience). Kesimpulan Insiden F5 ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai pengingat keras bahwa: Harapan bukan strategi Kepercayaan bukan kontrol keamanan Bahkan vendor keamanan terbaik pun bisa menjadi target. Oleh karena itu, visibilitas, kecepatan, dan kesiapan harus menjadi fondasi pertahanan siber modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan armis indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi armis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3
  • Next

Recent Posts

  • AI Mengidentifikasi Celah Keamanan dengan Solusi Armis Indonesia
  • Ancaman Perang Siber Federal, Peringatan Armis untuk IT
  • AI Native AppSec untuk Keamanan Siber yang Lebih Proaktif
  • Biaya Keamanan Siber yang Semakin Mahal bagi Perusahaan di Inggris
  • Mengapa Keamanan Aplikasi Tidak Bisa Lagi Berdiri Sendiri di Era Modern

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025

Categories

  • blog
  • Uncategorized

Armis Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Armis. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Armis Indonesia